• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kleptomania Bisa Diturunkan dari Keluarga?

Benarkah Kleptomania Bisa Diturunkan dari Keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Kleptomania Bisa Diturunkan dari Keluarga?

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya bedakan gangguan kleptomania dengan kebiasaan mencuri. Kleptomania merupakan kondisi di mana seseorang tidak dapat mengontrol dirinya untuk mengambil suatu barang. Kondisi kleptomania nyatanya menjadi salah satu gangguan kendali impulsif, berbeda dengan kondisi mencuri di mana seseorang mengambil suatu barang karena adanya tujuan kriminal.

Baca juga: Ini Sifat yang Menjadi Indikasi Seseorang Kleptomania

Pengidap kleptomania sadar hal yang dilakukan merupakan kebiasaan yang salah, tetapi ia sulit untuk mengontrol diri dan menahan keinginan untuk mengambil suatu barang. Hal ini terjadi secara sadar dan umumnya setelah kejadian berlangsung pengidap akan merasa menyesal dan malu terkait dengan perbuatannya. Lalu, benarkah kondisi kleptomania diturunkan melalui keluarga? Simak ulasannya di sini.

Kenali Penyebab Kleptomania

Kondisi kleptomania umumnya terbentuk ketika pengidap beranjak remaja dan dewasa. Meskipun jarang terjadi, tetapi kondisi kleptomania merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang perlu penanganan secara tepat. Berbeda dengan tindak pencurian, tindakan pengambilan barang yang dilakukan oleh pengidap kleptomania bukan bertujuan untuk memenuhi finansial atau kebutuhan lainnya, tetapi dilakukan untuk kepuasaan diri.

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi kleptomania? Melansir dari Cleveland Clinic, kleptomania disebabkan oleh adanya gangguan neurotransmitter pada otak. Neurotransmitter sendiri berfungsi membantu sel saraf pada otak untuk mengirimkan pesan. Adanya ketidakseimbangan bahan kimia akan memengaruhi cara otak untuk mengontrol impuls. Inilah yang membuat pengidap kleptomania memiliki perilaku impulsif.

Lalu, benarkah kondisi ini dapat diturunkan melalui keluarga? Kleptomania sendiri nyatanya bukanlah kondisi yang dibawa sejak lahir atau keturunan. Namun, kleptomania dapat berkembang akibat adanya beberapa faktor, salah satunya faktor keluarga. 

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga terdekat dengan kondisi kleptomania dapat berisiko mengalami kondisi yang serupa. Hal ini disebabkan pengidap kleptomania akan melihat pola asuh dan juga kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga yang mengidap kleptomania. Karena itu, pengidap menganggap kebiasaan yang dilakukan merupakan hal yang wajar dan normal.

Tidak hanya faktor keluarga, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi kleptomania, salah satunya memiliki penyakit gangguan mental lainnya, seperti bipolar, gangguan kecemasan, hingga gangguan kepribadian.

Baca juga: Orang dengan Kleptomania Sadar dengan Tindakannya?

Kenali Gejala Kleptomania

Tidak ada salahnya mengenali beberapa gejala yang menjadi tanda kondisi kleptomania agar kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan tepat. Melansir Very Well Mind, pengidap kleptomania ditandai dengan ketidakmampuan menahan keinginan untuk mengambil suatu barang secara berulang tanpa adanya persiapan apapun. 

Biasanya, saat terdorong untuk mengambil sesuatu pengidap kleptomania akan terasa tegang dan cemas, tetapi saat sudah mengambil barang yang diinginkan pengidap akan merasa lega, puas, dan senang. Perlu diperhatikan, beberapa barang yang diambil oleh pengidap kleptomania biasanya bukanlah barang-barang yang berharga atau bernilai. Bahkan, tidak jarang pengidap kleptomania hanya menumpuk barang-barang yang telah diambil. 

Setelah merasa puas dan senang, biasanya pengidap akan merasa bersalah dengan tindakan yang dilakukan. Bahkan, terkadang pengidap mengalami perasaan malu dan menyesal, tetapi perasaan ini tidak dapat menghentikan kebiasaan kleptomania saat keinginan mengambil barang kembali muncul.

Lakukan Pengobatan untuk Atasi Kleptomania

Jangan ragu untuk segera lakukan penanganan yang tepat terhadap kondisi kleptomania. Gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada psikolog yang terpercaya mengenai gejala yang terkait dengan kondisi kleptomania, baik kamu maupun kerabat yang mengalami. Kondisi kleptomania yang terdeteksi nyatanya dapat diatasi dengan beberapa pengobatan, seperti terapi dan juga obat-obatan.

Meskipun pengobatan yang dilakukan tidak dapat menyembuhkan kondisi kleptomania, tetapi dengan rutin melakukan perawatan dapat menurunkan risiko kamu untuk mengalami gejalanya. Selain itu, melatih diri agar mampu menahan dan mengontrol keinginan impulsif untuk mengambil barang-barang.

Baca juga: Bisa Disembuhkan, Begini Cara Mengobati Kleptomania

Bagi pengidap kleptomania, dukungan dari keluarga dan kerabat menjadi perawatan yang cukup efektif untuk mengurangi risiko kleptomania. Tidak hanya itu, kelola tingkat stres dan konsumsi makanan sehat untuk menurunkan risiko kleptomania dapat kambuh.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Kleptomania.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. What is Kleptomania?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Kleptomania.