• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kolesterol Tinggi Harus Selalu Diatasi dengan Obat-obatan?

Benarkah Kolesterol Tinggi Harus Selalu Diatasi dengan Obat-obatan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Kolesterol Tinggi Harus Selalu Diatasi dengan Obat-obatan?

Ada berbagai jenis kolesterol tinggi berdasarkan penyebabnya, mulai dari genetik, kolesterol yang terkait kondisi penyakit tertentu, hingga alami trigliserida tinggi. Masing-masing kondisi ini nyatanya tidak selalu bisa diatasi dengan obat-obatan. Perubahan gaya hidup menjadi bagian penting supaya bisa menyeimbangkan kadar kolesterol.”

Halodoc, Jakarta – Jika kamu didiagnosis dengan kolesterol tinggi, apakah perlu untuk mengonsumsi obat-obatan? Jawabannya adalah tidak selalu. Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung. Hal-hal lain seperti usia, berat badan, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga, juga memengaruhi risiko kesehatan jantung.

Dokter akan menilai risiko jantung akibat kolesterol tinggi berdasarkan pemeriksaan, riwayat kesehatan, dan tes kesehatan menyeluruh. Informasi inilah yang secara keseluruhan akan membantu dokter memutuskan bagaimana mengobati kolesterol tinggi, apakah dengan obat atau perubahan gaya hidup secara keseluruhan. 

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Cara Ini

Kombinasi Obat-obatan dan Gaya Hidup

Ada berbagai jenis kolesterol tinggi berdasarkan penyebabnya, yaitu: 

1. Kolesterol Tinggi Primer

Kondisi ini disebut juga familial hypercholesterolemia (FH), yaitu ketika kolesterol tinggi terjadi secara genetik. Bila kamu mengalami kondisi ini, kemungkinan kamu memiliki kadar kolesterol LDL yang sangat tinggi dan membuat kamu berisiko tinggi penyakit jantung, bahkan pada usia yang masih sangat muda.

Jika kamu mengalami kondisi demikian, pengobatan yang perlu dilakukan adalah penerapan diet rendah lemak, olahraga teratur, dan menjaga berat badan sehat. Seseorang dengan kolesterol tinggi genetik kemungkinan juga membutuhkan obat-obatan, biasanya statin.

Obat lain seperti asam nikotinat (niasin) untuk menurunkan LDL dan meningkatkan HDL, obat pengikat asam empedu, fibrat, atau ezetimibe (Zetia) dalam kombinasi dengan statin, mungkin juga dibutuhkan.

Jika perawatan ini tidak menurunkan LDL, inhibitor PCSK9 (Praluent, Repatha) adalah pilihan perawatan yang lebih baru untuk FH. Obat ini mampu memblokir protein untuk membantu menurunkan LDL dalam darah.

2. Kolesterol Tinggi Sekunder

Ini terkait dengan kondisi kesehatan seperti diabetes, kebiasaan mengonsumsi alkohol, penyakit ginjal kronis, hipotiroidisme, dan diet tinggi lemak atau kurang olahraga. Konsumsi obat-obatan tertentu karena kondisi medis lain seperti steroid, juga dapat menyebabkan kolesterol tinggi sekunder.

Kebanyakan orang dengan kolesterol LDL tinggi yang tidak disebabkan oleh genetik tidak langsung mengonsumsi obat-obatan. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung, berolahraga lebih banyak, menghentikan kebiasaan merokok, dan menurunkan berat badan jika memang mengalami obesitas. 

Baca juga: Cara Hitung Berat Badan Ideal

Jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil, barulah kemungkinan besar perlu untuk mengonsumsi obat-obatan. Jenis obatnya adalah  statin, dan jika itu tidak membantu mencapai kadar LDL yang ditentukan, kamu perlu mengonsumsi obat lain, seperti ezetimibe (Zetia), penghambat PCSK9, niasin, fibrat, dan suplemen asam lemak omega-3.

3. Trigliserida Tinggi

Kondisi ini dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, obesitas, diabetes, peminum berat, penyakit ginjal, atau hipotiroidisme. Bagi sebagian orang, trigliserida tinggi bisa bersifat genetik.

Biasanya, trigliserida tinggi diobati dengan diet jantung sehat, mengurangi lemak jenuh dan lemak trans, olahraga, menghindari alkohol, dan penurunan berat badan.

Jika perubahan gaya hidup ini tidak cukup menurunkan angka trigliserida, dokter mungkin akan meresepkan asam nikotinat, fibrat, atau suplemen asam lemak omega-3. Statin membantu jika kamu memiliki kolesterol LDL tinggi, penyakit jantung, atau diabetes.

4. Kolesterol HDL yang Rendah 

Kondisi ini dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, infeksi HIV, diabetes yang tidak terkontrol, atau beberapa masalah ginjal. Beberapa obat dapat menurunkan HDL sebagai efek samping, termasuk beta-blocker dan steroid.

Cara pengobatan untuk kondisi HDL rendah adalah dengan meningkatkan HDL melalui diet sehat jantung yang rendah lemak trans dan lemak jenuh. Banyak berolahraga, hindari merokok, dan membatasi konsumsi alkohol. 

Baca juga: Berapa Berat Badan yang Dikategorikan Obesitas?

Jika itu tidak berhasil, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang membantu menurunkan LDL dan, dalam beberapa kasus, meningkatkan HDL. Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan peningkatan HDL dengan obat-obatan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Dokter mungkin akan meresepkan niasin, fibrat, atau statin seperti rosuvastatin (Crestor), atau simvastatin (Zocor).

Untuk mengetahui kondisi pasti kesehatanmu, segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa buat janji tanpa harus antre ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Does High Cholesterol Always Need Medication?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Statins: Are these cholesterol-lowering drugs right for you?