• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Konsumsi Narkoba Dapat Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Konsumsi Narkoba Dapat Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Konsumsi Narkoba Dapat Menurunkan Berat Badan?

“Narkoba memang membawa banyak sekali efek negatif untuk tubuh, seperti menurunkan berat badan seseorang dengan cepat. Namun, tak hanya itu saja, narkoba juga bisa merusak penampilan secara keseluruhan karena mereka bisa langsung memengaruhi kulit, rambut, dan banyak lagi.”

Halodoc, Jakarta – Menjadi seorang public figure seperti selebriti memang bukan hal yang mudah. Apalagi dengan kecanggihan teknologi informasi seperti sekarang, penggemar dan warganet bisa dengan mudah menyampaikan pesan atau komentar kepada idolanya melalui media sosial.

Hal ini yang sedang dikelukan oleh Nuno Pradikta Wicaksono alias Dikta yang kini tampil dengan penampilan yang berbeda dengan sebelumnya. Kini Dikta memang lebih kurus dan memiliki rambut yang gondrong. Hal ini ternyata mengundang komentar negatif dari warganet, dan ia dibilang memakai narkoba gara-gara dianggap terlalu kurus.

Namun, Dikta sendiri membantah dugaan pemakaian narkoba yang membuatnya kurus. Ia pun akhirnya menceritakan alasan mengapa ia menurunkan berat badan dan lebih memilih tampil kurus. Dikta mengaku bahwa saat badannya berisi, ia menemui banyak kesulitan untuk urusan penampilan dan perawatannya. 

Lantas, benarkah penggunaan narkoba bisa dengan mudah menurunkan berat badan seseorang. Dan apa saja efek samping negatif pada penampilan tubuh saat menggunakan narkoba? Ini ulasannya!

Baca juga: Selain Kerusakan Sel, Apa Saja Bahaya Narkoba?

Narkoba Bisa Menurunkan Berat Badan

Narkoba ada banyak jenisnya, dan salah satu yang dikenal bisa menurunkan berat badan adalah kokain. Secara mendasar, jenis narkoba ini dapat memang bisa mengubah metabolisme tubuh. Jika dokter di pusat rehabilitasi mengetahui bahwa seseorang adalah pengguna kokain, maka ini akan sangat membantu dokter mengelola berat badan mereka saat berusaha untuk berhenti menggunakan kokain.

Tim peneliti dari University of Cambridge di Inggris, menulis sebuah makalah yang mereka terbitkan di jurnal Appetite. Banyak dari mereka yang berhenti dari kokain bisa mengalami kenaikan berat badan kembali dan mengurangi efek kokain, sehingga dapat membuat seseorang bisa kembali hidup dengan baik.

Menurut penelitian ini, jika dibandingkan dengan pria yang tidak kecanduan apa pun, pecandu kokain dilaporkan makan lebih banyak kalori, lemak, dan karbohidrat. Namun, kokain jelas dapat mengganggu kemampuan penggunanya dalam menyimpan lemak. Ini yang menyebabkan pecandu narkoba jenis kokain bisa terlihat lebih ramping. Padahal, mereka memiliki nafsu makan yang sama dengan non-pecandu dan cenderung lebih ingin makan lebih banyak makanan berlemak.

Selain itu, narkoba seperti sabu bisa menyebabkan penurunan nafsu makan, sehingga ia bisa menurunkan berat badan dan menyebabkan penggunanya terlihat kurus. Steroid juga dapat menyebabkan seseorang berhenti tumbuh, sehingga seseorang mungkin tidak akan pernah mencapai tinggi badan dewasa sepenuhnya.

Jika orang terdekat sedang menjalani rehabilitasi medis untuk menghentikan kecanduan narkoba, maka setelahnya kamu perlu membawa mereka ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kamu juga bisa tanyakan pada dokter, bagaimana cara agar kesehatannya kembali pulih dan cara meningkatkan kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Untungnya kini kamu bisa buat janji rumah sakit menggunakan Halodoc supaya lebih mudah. Dengan begini, kamu jadi tak perlu buang waktu untuk antre di rumah sakit.

Baca juga: Inilah Bahaya Narkoba bagi Tubuh Berdasarkan Jenisnya

Efek Narkoba Terhadap Penampilan Tubuh

Selain menurunkan berat badan, berikut ini adalah beberapa cara narkoba dapat mengubah penampilan fisik dan tubuh menjadi lebih buruk:

  • Kulit 

Steroid bisa menyebabkan jerawat di wajah dan tubuh. Sementara itu, meth atau sabu bisa menyebabkan jerawat, kulit kusam, dan luka pada kulit akibat halusinasi yang bisa menyebabkan seseorang melukai dirinya sendiri. 

  • Rambut

Steroid dapat menyebabkan kebotakan pada pria dan rambut wajah serta kebotakan pada wanita.

  • Dada

Steroid dapat menyebabkan perkembangan payudara pada pria.

  • Hidung 

Selain menurunkan berat badan, menghirup kokain dapat menyebabkan mimisan dan penurunan indra penciuman. Akhirnya dapat sepenuhnya menghancurkan tulang rawan di hidung.

  • Paru-Paru

Merokok ganja dapat menyebabkan penyakit pernapasan, termasuk batuk kronis, bronkitis, dan emfisema, serta radang paru-paru dan infeksi paru-paru.

Baca juga: Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

  • Ginjal

Ekstasi dan shabu meningkatkan suhu tubuh yang menyebabkan dehidrasi sehingga membatasi aliran darah ke ginjal dan dapat mengakibatkan gagal ginjal.

  • Mulut 

Sabu menyebabkan mulut kering, gigi terkatup, dan kebersihan gigi yang buruk sehingga mengarah pada terjadinya pembusukan gigi, penyakit gusi, dan bau mulut.

  • Jantung 

Stimulan, seperti kokain dan sabu, menyebabkan detak jantung tidak teratur, serangan jantung, stroke, pembekuan darah, kerusakan jantung, atau kematian mendadak. Inhalasi juga dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur, yang mengakibatkan gagal jantung dan kematian.

Perlambatan jantung yang bisa berakibat fatal juga dapat terjadi akibat efek penggunaan obat penenang, resep obat nyeri, atau opioid. Mencampur narkoba dengan alkohol juga dapat meningkatkan risiko koma dan kematian.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Just Think Twice – U.S. Drug Enforcement Administration. Diakses pada 2021. How Drugs Affect Your Looks and Your Body.
Popular Science. Diakses pada 2021. How Cocaine Makes Users Skinny.
Suara. Diakses pada 2021. Klarifikasi Dikta Dibilang Pakai Narkoba.