• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Konsumsi Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Konsumsi Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis?

Benarkah Konsumsi Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Oktober 2022

“Konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dapat memicu osteoporosis. Jadi, sangat penting untuk minum obat sesuai dosisnya.”

Benarkah Konsumsi Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis?Benarkah Konsumsi Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis?

Halodoc, Jakarta – Kortikosteroid adalah salah satu jenis obat steroid. Obat ini digunakan sebagai terapi untuk banyak penyakit inflamasi dan autoimun, seperti asma, rheumatoid arthritis, lupus, dan penyakit radang usus. Namun, sudah tahukah kamu bahwa kortikosteroid memicu osteoporosis?

Ya, meski obat ini bermanfaat untuk banyak kondisi medis, salah satu efek samping yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis. Kondisi osteoporosis yang disebabkan oleh obat ini disebut juga corticosteroid-induced osteoporosis.

Cara Obat Kortikosteroid Memicu Osteoporosis

Obat kortikosteroid memiliki efek besar pada bagaimana tubuh menggunakan kalsium dan vitamin D untuk membangun tulang. Kortikosteroid dapat memicu pengeroposan tulang, osteoporosis, dan patah tulang.

Namun, efek ini umumnya baru akan terjadi jika obat kortikosteroid digunakan dalam dosis tinggi, atau tanpa resep dan pengawasan dokter. Dalam dosis tinggi, pengeroposan tulang dapat terjadi dengan cepat.

Meski begitu, tidak semua orang yang menggunakan obat ini mengalami osteoporosis atau masalah tulang pada tingkat yang sama. Dosis, penyakit yang mendasari, dan kemungkinan gen semuanya berperan. Misalnya, wanita pascamenopause yang menggunakan kortikosteroid selama lebih dari enam bulan memiliki risiko pengeroposan tulang terbesar.

Obat kortikosteroid dapat memengaruhi metabolisme kalsium dan tulang dalam banyak cara, yaitu:

  • Meningkatkan tingkat alami kerusakan tulang (resorpsi).
  • Menurunkan pembentukan tulang.
  • Menurunkan jumlah kalsium yang diserap oleh usus.
  • Meningkatkan ekskresi kalsium melalui ginjal.

Obat ini bekerja langsung pada jaringan target di tulang untuk meningkatkan resorpsi dan menurunkan pembentukan. Efeknya pada kalsium menghasilkan peningkatan kerusakan tidak langsung dengan memicu kelenjar paratiroid untuk meningkatkan sekresi hormon paratiroid (PTH). 

Kondisi ini dikenal sebagai hiperparatiroidisme sekunder. Peningkatan kadar PTH mengakibatkan peningkatan kerusakan tulang, karena tubuh berusaha memperbaiki kadar kalsium yang bersirkulasi rendah dengan melepaskan kalsium dari tulang ke dalam darah. 

Tips Pencegahannya

Meski obat kortikosteroid dapat memicu osteoporosis dan berbagai masalah tulang, ada beberapa cara untuk mencegahnya, yaitu:

  • Dapatkan Cukup Kalsium dan Vitamin D. Sumber kalsium yang baik termasuk susu, yoghurt rendah lemak, keju, brokoli, salmon kalengan dengan tulang, jus jeruk dan tahu. Jika dirasa kurang, bisa ditambah dengan suplemen.
  • Olahraga. Ini dapat membantu membangun tulang yang kuat dan memperlambat pengeroposan tulang. Latihan kekuatan memungkinkan kamu membangun otot dan tulang di lengan dan tulang belakang bagian atas. Latihan menahan beban (berjalan, joging, berlari, memanjat tangga, lompat tali, ski, dan olahraga yang menghasilkan benturan) membantu tulang di kaki, pinggul, dan tulang belakang bagian bawah.
  • Jangan Merokok. Merokok mempercepat pengeroposan tulang, mungkin dengan menurunkan berapa banyak estrogen yang dibuat tubuh wanita dan dengan mengurangi kalsium yang diserap oleh usus.
  • Hindari Minum Terlalu Banyak Alkohol. Minum lebih dari dua minuman beralkohol sehari dapat memotong pembentukan tulang dan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Namun, tidak ada hubungan yang jelas antara asupan alkohol yang terbatas dan osteoporosis.
  • Batasi Kafein. Konsumsi kafein berlebihan meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine.

Itulah pembahasan mengenai obat kortikosteroid yang diduga dapat memicu osteoporosis. Jika kamu mendapat resep obat ini dari dokter, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah. 

Namun, pastikan untuk minum obat ini, dan obat apapun, sesuai dosis yang disarankan, ya. Hindari mengambil dosis yang lebih tinggi atau lebih lama dari yang seharusnya, karena setiap obat memiliki risiko efek samping.

Referensi:
New York State Department of Health. Diakses pada 2022. What You Should Know About Steroids and Osteoporosis.
Cedars Sinai. Diakses pada 2022. Corticosteroid-Induced Osteoporosis.
Very Well Health. Diakses pada 2022. What You Need to Know About Corticosteroid-Induced Osteoporosis.