Benarkah Kontrasepsi Tingkatkan Risiko Kanker?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Kontrasepsi Tingkatkan Risiko Kanker?

Halodoc, Jakarta – Untuk merencanakan keluarga sejahtera diperlukan beberapa cara seperti mengatur kehamilan dan jarak usia anak. Mengatur kehamilan bisa dimulai dengan menggunakan metode kontrasepsi yang tepat.

Kontrasepsi sebenarnya bisa dilakukan dengan metode alami yaitu menghindari melakukan hubungan intim saat wanita sedang memasuki masa subur. Selain itu, melakukan penarikan Mr. P sebelum ejakulasi pria juga dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan.

Baca juga: Cara Memakai Alat Kontrasepsi yang Tepat

Ketahui Lebih Banyak Mengenai Alat Kontrasepsi

Selain menggunakan metode kontrasepsi alami, terdapat beberapa alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Ada berbagai macam jenis kontrasepsi yang bisa digunakan oleh wanita maupun pria dalam mengatur waktu kehamilan. Kenali jenis alat kontrasepsi yang aman dan paling tepat untuk digunakan, seperti:

  • Pil KB

Pil KB adalah alat kontrasepsi yang paling sering digunakan dan mengandung hormon progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi. 

  • Kondom

Alat kontrasepsi ini digunakan oleh para pria. Fungsinya menghalangi sperma masuk ke dalam tubuh wanita.

  • IUD

IUD adalah plastik yang diletakkan pada rahim dan berbentuk T. Fungsinya menghalangi sperma agar tidak membuahi sel telur.

  • Suntik KB

Cara ini terdapat dua jenis yang berbeda. Ada suntik KB yang dilakukan per 3 bulan dan ada yang dilakukan per 1 bulan. Namun, ada beberapa wanita yang tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi jenis ini, seperti wanita yang memiliki riwayat migrain, diabetes, sirosis, dan wanita yang pernah mengalami serangan jantung.

  • Implan

Kontrasepsi ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan serupa dengan korek api yang dimasukan pada bagian bawah kulit. Alat kontrasepsi ini efektif dan dapat bertahan hingga 3 tahun.

Baca juga: Stamina Seks Menurun? Atasi dengan 6 Langkah Ini

Benarkah Alat Kontrasepsi Tingkatkan Risiko Kanker?

Penggunaan KB yang memengaruhi kondisi hormonal seorang wanita dapat meningkatkan risiko kanker, khususnya kanker payudara. Menurut penelitian di Denmark yang diterbitkan New England Journal of Medicine, penggunaan Pil KB dan IUD berpotensi meningkatkan seseorang mengalami kanker payudara.

Jadi, jika kamu memiliki penyakit kanker sebelumnya, disarankan untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi yang memengaruhi kondisi hormon. Perlu diingat, peningkatan risiko kanker payudara pada setiap wanita nyatanya berbeda-beda.

Tidak ada salahnya untuk selalu mengontrol kesehatan jika kamu menggunakan alat kontrasepsi yang dapat memengaruhi kondisi hormon. Pemeriksaan rutin bisa mencegah kamu mengalami penyakit yang dapat mengganggu kesehatan, salah satunya adalah penyakit kanker.

Ada beberapa risiko yang meningkatkan seorang wanita mengalami penyakit kanker payudara ketika menggunakan alat kontrasepsi, seperti usia, riwayat kesehatan secara umum, terdapat riwayat keluarga dengan penyakit kanker payudara, kecanduan alkohol, dan obesitas.

Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan dan perawatan dengan rutin ketika kamu memutuskan untuk menggunakan salah satu jenis alat kontrasepsi.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, ya!

Baca juga: Tips Memilih Kontrasepsi untuk Wanita