• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kurang Perhatian Bisa Memicu Kenakalan Remaja?

Benarkah Kurang Perhatian Bisa Memicu Kenakalan Remaja?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Kurang Perhatian Bisa Memicu Kenakalan Remaja?

Halodoc, Jakarta - Remaja adalah momen kebanyakan orang berusaha mencari jati diri sendiri. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, sehingga kemungkinan besar dapat memicu terjadinya kenakalan remaja. Tentu, setiap orangtua tidak ingin melihat anaknya berubah menjadi seseorang yang tidak dikenal bukan.

Maka dari itu, ibu harus tahu apa saja hal yang dapat menyebabkan anak mengalami masalah tersebut. Dengan mengetahui penyebabnya, diharapkan kenakalan remaja dapat direspon dengan cepat sehingga anak kembali seperti sedia kala. Meski begitu, banyak ibu yang bertanya apakah benar jika kurang perhatian dapat memicu sifat nakal tersebut? Berikut ulasannya!

Baca juga: Kenakalan Anak saat Remaja karena Kurangnya Peran Ayah

Salah Satu Pemicu Kenakalan Remaja adalah Kurang Perhatian

Kenakalan remaja adalah perbuatan yang cenderung mengarah pada kejahatan pada usia yang masih sangat muda. Hal ini terjadi pada remaja dengan usia di bawah delapan belas tahun yang melanggar peraturan dengan suatu kejahatan. Seorang remaja masih belum dapat berpikir layaknya orang dewasa, sehingga rawan untuk melakukan kesalahan yang sulit dikendalikan olehnya.

Salah satu penyebab kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian dari orangtuanya sehingga lebih mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Kenyataannya, anak-anak akan meniru orang yang lebih tua darinya. Ketika tidak mendapatkan perhatian dari orangtua sendiri, dirinya dapat dipengaruhi oleh orang dewasa lainnya. Maka dari itu, peran orangtua sangat penting untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.

Memang, anak akan bertingkah tidak sesuai norma yang ada untuk mendapatkan perhatian. Terkadang, perhatian yang buruk sekalipun tidak masalah dibandingkan tidak mendapatkannya sama sekali. Jika anak tidak dapat mendapatkan bimbingan atau perhatian dari orangtuanya sendiri, maka anak kemungkinan besar akan mencari bimbingan di tempat lain dan umumnya di tempat yang salah.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Dampak Over Protektif dengan Anak Remaja

Tahukah ibu jika kenakalan remaja juga dapat terjadi karena kurangnya bimbingan terkait sosial dan moral?

Salah satu perhatian yang diberikan dari orangtua ke anak adalah dengan memberitahunya sesuatu yang benar dan salah serta yang patut dilakukan atau tidak. Jika anak tidak mendapatkan pengetahuan terkait sosial atau moral, kecenderungan terjadinya kenakalan remaja lebih tinggi. Anak yang kekurangan pendidikan ini dapat menyebabkan interaksi yang buruk dengan orang lain dan membuatnya kurang percaya diri.

Anak mungkin menjadi egois dan sombong, serta tidak tahu cara untuk menghormati hukum yang ada. Tidak sedikit orangtua yang sering mengabaikan anaknya dan lebih fokus untuk bekerja agar mendapatkan uang. Hal ini membuatnya melupakan waktu yang berkualitas dengan anak-anaknya. Saat anak mencari perhatian lainnya, bukan tidak mungkin orang dewasa yang salah mengambil perhatiannya sehingga jatuh ke pergaulan yang salah

Maka dari itu, cobalah untuk selalu meluangkan waktu berinteraksi dengan Si Kecil meskipun sesibuk apa pun. Saat anak melakukan kenakalan remaja, akhirnya ibu sendiri juga yang repot bukan. Selain itu, penanaman sifat-sifat baik juga harus dilakukan sedini mungkin agar anak tidak melakukan sesuatu yang buruk. Bukan tidak mungkin dirinya berakhir di penjara remaja bukan?

Baca juga: Ini 5 Tanda Anak Remaja Butuh Perhatian Lebih

Ibu juga dapat bertanya pada psikolog atau psikiater dari Halodoc terkait cara mencegah kenakalan remaja pada anak. Beberapa fitur pada aplikasi Halodoc, seperti Chat atau Voice/Video Call, dapat memudahkan interaksi tanpa perlu ke luar rumah. Maka dari itu, download aplikasinya sekarang untuk mendapatkan kemudahan terkait akses kesehatan!

Referensi:
Waukesha Criminal Attorney. Diakses pada 2020. What Causes Teens to Commit Juvenile Delinquency?
Secure Teen. Diakses pada 2020. Juvenile Delinquency: What Makes Teens Commit Crimes?