• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Leptospirosis Bisa Ditularkan oleh Hewan Peliharaan?

Benarkah Leptospirosis Bisa Ditularkan oleh Hewan Peliharaan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Leptospirosis Bisa Ditularkan oleh Hewan Peliharaan?

Halodoc, Jakarta - Meski telah melakukan perawatan rutin dan menjaga kebersihannya, tetapi hewan peliharaan tetap berpotensi terkena penyakit. Terutama ketika kamu mengajaknya berjalan-jalan ke lingkungan yang rentan infeksi. Bisa melalui hewan lain yang kamu temui di jalan atau dari tanah dan air yang telah terkontaminasi. Salah satu infeksi yang perlu kamu waspadai adalah leptospirosis

Penyakit leptospirosis terjadi karena bakteri jenis Leptospira yang dapat mengakibatkan infeksi, tak hanya pada hewan, tetapi juga manusia. Jenis infeksi ini umumnya menular melalui urine hewan yang telah terinfeksi atau kontaminasi pada air maupun tanah. 

Baca Juga: Yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Leptospirosis

Apabila terjadi kontak langsung antara mata, hidung, mulut, atau luka terbuka dengan air maupun tanah yang telah terkontaminasi infeksi akan sangat mudah terjadi. Tak hanya itu, mengonsumsi atau menelan air yang terkontaminasi atau tidak sengaja tergigit hewan yang telah terinfeksi, juga dapat mengakibatkan terjadinya leptospirosis pada manusia. 

Babi, sapi, beberapa jenis tikus, dan anjing merupakan golongan hewan yang berisiko menularkan leptospirosis pada manusia. Itulah mengapa penularan lebih mudah terjadi pada orang-orang yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan tersebut. Risiko yang sama juga mengintai orang-orang yang gemar berolahraga di danau atau sungai.

Ada beberapa gejala yang muncul pada hewan yang terinfeksi bakteri penyebab leptospirosis, seperti nafsu makan menurun, muntah, diare, demam, lemas, dan tubuh menjadi kaku. Apabila hewan peliharaanmu mengalami gejala tersebut, segera tanyakan pada dokter hewan sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc setiap kali ingin melakukan tanya jawab dengan dokter, termasuk dokter hewan. Caranya sangat mudah, cukup download aplikasi Halodoc dan kamu sudah bisa memanfaatkan berbagai layanan yang dimiliki. 

Baca Juga: Ini Bahaya Leptospirosis Jika Terkena Manusia

Bagaimana Jadinya Bila Leptospirosis Terjadi pada Manusia?

Sama halnya seperti hewan, leptospirosis yang terjadi pada manusia juga menimbulkan sederetan gejala. Tandanya mirip dengan sakit flu, seperti:

  • Sakit kepala;
  • Tubuh demam;
  • Nyeri pada otot;
  • Nafsu makan menurun;
  • Mual dan muntah;
  • Muncul ruam kulit.

Sementara itu, kasus leptospirosis yang parah akan menunjukkan gejala berupa:

  • Nyeri pada dada;
  • Aritmia;
  • Kuning atau jaundice;
  • Kaki dan tangan membengkak;
  • Sesak napas;
  • Batuk berdarah.

Kondisi leptospirosis yang sudah parah tentu harus segera ditangani. Terlambat penanganan akan memicu terjadinya komplikasi serius dan meningkatnya risiko kematian pada pengidapnya.

Baca Juga: Tikus di Musim Hujan Bisa Sebabkan Leptospirosis yang Berakibat Fatal

Mencegah Leptospirosis

Leptospirosis termasuk penyakit serius dan membahayakan. Artinya, diperlukan tindakan untuk mencegah diri tertular atau terinfeksi masalah kesehatan ini. Tidak hanya itu, pencegahan pun perlu dilakukan pada hewan peliharaan, mengingat leptospirosis bisa menginfeksi dan menular melalui hewan.

Beberapa tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh hewan.
  • Hindari membiasakan hewan makan tikus liar karena risiko penularan penyakit yang tinggi pada tikus.
  • Meski tidak memberikan perlindungan penuh, tetapi tidak ada salahnya untuk melakukan vaksin anti-leptospirosis pada hewan.
  • Ketika hewan menunjukkan gejala sakit, hindari menyentuh langsung feses atau urine sampai kamu membawa hewan tersebut untuk diperiksakan ke dokter. Hingga saat itu, kamu dianjurkan untuk membawa atau menyentuh hewan menggunakan sarung tangan. 
  • Pastikan kamu menggunakan produk pembersih khusus antibakteri ketika membersihkan lantai atau benda lainnya. 
  • Pakailah selalu alas kaki ketika kamu keluar rumah. 

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention, US Department of Health & Human Services. Diakses pada 2021. Leptospirosis 
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Leptospirosis (Weil's disease) 
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Leptospirosis?