• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Lipstik Bisa Menjadi Penyebar Virus Herpes?

Benarkah Lipstik Bisa Menjadi Penyebar Virus Herpes?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Bagi wanita, sering bertukar penggunaan alat kosmetik khususnya lipstik menjadi salah satu kebiasaan yang sangat sering terjadi. Apalagi jika orang lain memiliki warna lipstik yang terlihat cocok pada wajah. Namun, sepertinya kamu harus mengurangi kebiasaan ini karena penggunaan lipstik yang bersamaan dengan orang lain dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi virus herpes.

Baca juga: Kenali Jenis Herpes yang Bisa Menyerang Mulut dan Bibir

Tidak hanya pada alat kelamin, virus herpes dapat dialami pada bagian tubuh lain, seperti wajah termasuk area mulut. Biasanya, penyakit herpes yang muncul pada area mulut disebabkan oleh virus herpes simplex-1. Virus herpes simplex-1 menular dengan cepat melalui cairan mulut atau kontak langsung pengidap herpes dengan orang lain. 

Hindari Penggunaan Lipstik Bersamaan

Lipstik merupakan alat kosmetik yang tidak aman jika digunakan secara bersamaan. Hal ini dikarenakan lipstik dapat menjadi salah satu tempat penyebaran virus herpes simplex-1. Virus herpes simplex-1 dapat menyebar dan menular melalui cairan mulut. 

Apabila pengguna lipstik sebelumnya memiliki penyakit herpes oral, maka virus tersebut bertahan pada lapisan lipstik yang paling atas selama beberapa minggu dan menularkan orang sehat yang menggunakan lipstik tersebut.

Bahayanya, beberapa pengidap herpes oral memiliki virus dalam kondisi tidak aktif pada tubuh sehingga tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat orang tidak tahu bahwa ia menggunakan lipstik bersama dengan pengidap herpes oral. Meskipun tanpa gejala, pengidap tetap dapat menularkan virus herpes simplex-1 pada orang lain yang melakukan kontak dengan pengidap herpes oral.

Selain penggunaan lipstik bersama, herpes oral atau virus herpes simplex-1 dapat ditularkan melalui barang-barang pribadi lainnya, seperti penggunaan gelas atau sikat gigi secara bersamaan. Jika kamu mengidap herpes oral, sebaiknya tunda mencium orang-orang terdekat karena kebiasaan ini juga bisa menyebabkan orang lain tertular herpes oral.

Baca juga: Penanganan Efektif saat Alami Herpes di Mulut

Kenali Gejala Herpes Oral pada Tubuh

Kebanyakan herpes oral tidak menimbulkan gejala yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan virus yang dapat berada dalam kondisi tidak aktif dalam tubuh. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan virus herpes simplex-1 menjadi aktif kembali, seperti demam, adanya penyakit lain, saat alami kelelahan, stres yang tidak dikelola dengan baik, daya tahan tubuh yang menurun, menstruasi, dan juga paparan sinar matahari.

Jika hal ini terjadi pada pengidap herpes oral ada beberapa gejala yang akan dialami. Melansir John Hopkins Medicine, pengidap herpes oral mengalami munculnya lepuhan atau blister pada area mulut. Kondisi ini disertai dengan demam, nyeri otot, lemas, rasa panas seperti terbakar, dan gatal. Lepuhan yang muncul biasanya pecah dan menyebabkan luka namun dapat mengering dalam beberapa hari. Luka yang muncul disertai dengan rasa nyeri pada area luka.

Baca juga: Mitos dan Fakta Penularan Herpes yang Harus Diketahui

Tidak ada salahnya untuk menurunkan penyebaran penyakit herpes dengan mengonsumsi obat-obatan secara teratur, hindari kontak fisik dengan orang lain dan berbagi barang-barang pribadi, serta tidak melakukan kegiatan seksual secara oral.

Itulah hal yang bisa diketahui tentang penularan virus herpes melalui barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai gejala yang kamu alami dan berkaitan dengan penyakit herpes oral.

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Oral Herpes
Web MD. Diakses pada 2020. Dirty Secret: Sharing Make Up
Live Science. Diakses pada 2020. Woman Sues Sephora – Can You Get Herpes from Lipstick?