• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Madu Dapat Menjadi Penyubur Kandungan?

Benarkah Madu Dapat Menjadi Penyubur Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Madu Dapat Menjadi Penyubur Kandungan?

Halodoc, Jakarta - Beragam cara dilakukan banyak wanita atau pria untuk meningkatkan kesuburan demi mendapatkan momongan. Salah satu cara yang umumnya dilakukan melalui makanan penyubur kandungan. Nah, dari banyaknya makanan penyubur kandungan, madu disebut-sebut dapat meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita. 

Sejatinya, madu telah dikenal sebagai bahan makanan atau obat herbal alami. Di samping itu, madu mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan yang diduga baik untuk meningkatkan kesuburan. Makanan ini juga disebut makanan penyubur kandungan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Pertanyaannya, benarkah faktanya seperti itu?

Baca juga: Kenali Manfaat Madu Hutan Bagi Kesehatan Tubuh

Meningkatkan Vitalitas, Sperma, dan Mengatasi Infertilitas

Madu berperan penting sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan agen antibakteri. Menurut studi di US National Library of Medicine National Institutes of Health, “Role of honey in modern medicine” peran madu telah diakui dalam literatur ilmiah dan terdapat bukti yang meyakinkan dalam hal antioksidan, antibakteri, pencegahan batuk, penyembuhan luka, dan kesuburan. 

Makanan penyubur kandungan ini mengandung fruktosa, glukosa, protein, vitamin C dan B, dan mineral penting seperti magnesium, kalium, fosfor, zat besi, hingga kalsium. Nah, kandungan-kandungan ini yang membuat madu disebut sebagai makanan penyubur kandungan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Masih menurut studi di atas, banyak budaya yang secara tradisional mengonsumsi madu untuk meningkatkan vitalitas pria. Makanan penyubur kandungan ini kaya kandungan vitamin, zat besi, kalsium, asam amino mineral lain, dan sifat peningkat kekebalan, yang dianggap dapat meningkatkan kualitas sel-sel telur, dan kesuburan secara umum. 

Madu juga telah disarankan untuk dikonsumsi oleh pria dengan masalah impotensi, dan wanita dengan masalah yang berkaitan dengan infertilitas, seperti ovulasi yang tidak menentu. 

Menurut studi di atas, minuman madu yang ditambah dengan susu hangat, dipercaya mampu meningkatkan jumlah sperma yang cukup banyak pada pria yang tidak subur atau kurang subur. 

Di samping itu, kandungan vitamin B yang berlimpah pada madu dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dalam tubuh. Beberapa literatur telah mengakui adanya korelasi positif antara asupan madu dan konsentrasi testosteron. Hormon ini berperan dalam mempertahankan gairah seksual, membantu memproduksi sperma, hingga menjaga kesuburan. 

Baca juga: 5 Cara Tingkatkan Kesuburan agar Cepat Hamil

Bagaimana, tertarik mencoba makanan penyubur kandungan yang satu ini? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter Halodoc mengenai peran madu dalam meningkatkan kesuburan atau kesehatan tubuh lainnya. 

Meningkatkan Ereksi dan Memperkuat Ovarium

Masih terdapat berbagai hubungan antara madu dan kesuburan. Pada pria dengan disfungsi ereksi atau impotensi, kandungan nitric oxide (zat kimia yang terlibat dalam vasodilatasi, atau pelebaran pembuluh darah) yang tinggi di dalam madu, diduga dapat membuat dan meningkatkan ereksi. 

Menurut studi sekitar 100 gram madu cukup untuk meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah hingga 50 persen. Dalam ajaran pengobatan komplementer dan alternatif, banyak ahli mempercayai bahwa madu dapat meningkatkan kualitas sperma pada pria, dan memperkuat ovarium dan rahim pada wanita. 

Hal yang perlu ditegaskan, berbagai manfaat madu sebagai penyubur kandungan di atas baru sebatas pada studi berskala kecil saja. Ringkasnya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa madu efektif untuk menyuburkan kandungan, atau efektif digunakan sebagai obat untuk mengatasi kesuburan.

Baca juga: Ingin Program Hamil Sukses? Ajak Pasangan Melakukan Ini

Maka dari itu, bagi kamu yang mengalami masalah kesuburan, sebaiknya perlu menerapkan pola hidup sehat. Contohnya seperti makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan menjauhi faktor risiko yang menurunkan tingkat kesuburan (seperti alkohol dan rokok). 

Selain itu, diskusikanlah dengan dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat. Nah, kamu bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2021. Role of honey in modern medicine.
IOSR Journal of Dental and Medical Sciences. Diakses pada 2021. Pure Honey a potent fertility booster: Activities of Honey on sperm parameters in young adult rats.