Benarkah Memotong Kutikula Kuku Bisa Sebabkan Paronikia?

Benarkah Memotong Kutikula Kuku Bisa Sebabkan Paronikia?

Halodoc, Jakarta – Paronikia terjadi ketika kulit di sekitar kuku (kutikula) mengalami infeksi.  Penyebabnya adalah infeksi bakteri atau jamur candida. Paronikia dapat muncul perlahan selama beberapa minggu atau tiba-tiba dalam beberapa hari. Gejalanya mudah dikenali dan biasanya mudah diobati. Bakteri atau jamur penyebab paronikia dapat masuk ketika menggigit kuku, tertusuk alat manikur, atau menekan kutikula terlalu agresif.

Baca Juga : Intip 5 Cara Merawat Kuku Agar Tidak Mudah Patah

Kutikula adalah lapisan kulit yang terletak di sepanjang tepi bawah jari tangan atau kaki. Fungsinya untuk melindungi kuku baru dari bakteri saat tumbuh dari akarnya. Daerah di sekitar kutikula bersifat halus sehingga rentan mengalami kekeringan, rusak, dan terinfeksi. Berikut tanda dan gejala paronikia yang perlu diketahui :

  • Kuku berwarna merah, membengkak dan terasa hangat.

  • Nyeri kulit di sekitar kuku.

  • Kemerahan pada kulit di sekitar kuku.

  • Lepuh yang berisi nanah.

  • Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku.

  • Lepasnya lempeng kuku dari dasar kuku.

Bentuk paronikia ringan dapat diobati di rumah. Jika tak kunjung membaik, biasanya dokter akan  meresepkan obat antibiotik atau antijamur.

Cara Merawat Kutikula

Penting untuk merawat seluruh area kuku dan menjaganya tetap bersih agar kuku tetap sehat dan terhindar dari risiko paronikia. Cara termudah untuk merawat kutikula adalah dengan merendam tangan atau kaki dengan air hangat bersabun selama sekitar 10 menit. Merendam tangan dan kaki juga bisa membantu melembutkan kutikula dan menjaga kuku bersih. Selain merendam kaki, kamu juga bisa mengoleskan minyak kutikula dan krim pijat. Proses ini dapat melembapkan kulit sehingga mencegahnya dari kekeringan dan pecah-pecah.

Apakah Aman Memotong Kutikula?

Banyak penelitian yang menyarankan untuk tidak memotong kutikula di rumah maupun di salon kecantikan. Alasannya karena kutikula berfungsi melindungi kuku dan kulit di sekitarnya, sehingga  memotong kutikula memudahkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi.

Baca Juga : 6 Merawat Kuku yang Simpel dan Gampang Diaplikasikan

Bagaimana Cara Aman Memotong Kutikula?

Jika kamu masih ingin memotong kutikula, sebaiknya rendam kuku tangan atau kaki dengan air hangat. Selain merendam, mandi air hangat juga bisa membantu melembutkan kutikula. Apabila area kutikula kering, disarankan untuk mengoleskan pelembap terlebih dahulu. Setelah lunak, kamu bisa menggunakan gunting kuku untuk menghilangkannya.

Saat menggunakan gunting kuku, sebaiknya dorong kembali kutikula di sepanjang alas kuku dengan hati-hati. Potong sisa kuku (hangnail), tapi usahakan untuk tidak memotong seluruh kutikula.

Pencegahan Kerusakan Kutikula

Hindari mencabut atau menggigit hangnail secara spontan. Untuk menghilangkannya, sebaiknya gunakan pinset atau gunting dengan hati-hati. Selain itu, batasi penggunaan kutek dan aseton. Sebaiknya cari formula lain yang aman untuk kuku dan kutikula.

Baca Juga : Bukan Cuma Estetika, Ini Pentingnya Menjaga Kebersihan Kuku

Jika kamu ingin tahu lebih jauh seputar kutikula atau masalah kulit lainnya, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Melalui fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!