• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Minum Atorvastatin Memicu Pikun?

Benarkah Minum Atorvastatin Memicu Pikun?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Minum Atorvastatin Memicu Pikun?

“Penyakit kolesterol terjadi akibat terlalu banyaknya kadar kolesterol LDL dan trigliserida dibandingkan kolesterol HDL. Atorvastatin biasanya digunakan untuk mengatasi masalah ini. Namun, disebutkan jika obat ini dapat memicu terjadinya kepikunan.”

Halodoc, Jakarta – Kadar kolesterol perlu dijaga keseimbangannya di dalam tubuh agar tidak menimbulkan beberapa masalah yang besar, seperti stroke dan serangan jantung. Pasalnya, kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida di dalam darah tidak boleh lebih tinggi dari kadar kolesterol baik (HDL). 

Maka dari itu, pengidap gangguan kolesterol harus mengonsumsi obat-obatan dan melakukan hidup sehat. Salah satu obat yang mungkin saja perlu rutin untuk dikonsumsi adalah atorvastatin. Obat yang masuk dalam golongan statin memang ampuh untuk menurunkan kolesterol, tetapi disebut-sebut jika dapat memicu terjadinya pikun. Ketahui faktanya di sini!

Baca juga: Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Harus Minum Obat

Fakta Konsumsi Atorvastatin Sebabkan Kepikunan

Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan di dalam darah dan sel tubuh manusia, serta mampu terangkut ke dalam aliran darah. Kolesterol sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Kadar HDL harus selalu lebih tinggi dari dua jenis lainnya agar tetap sehat. Maka dari itu, pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tubuh sehat.

Kamu dapat melakukan pemesanan untuk pemeriksaan fisik di beberapa rumah sakit ternama yang bekerja sama dengan Halodoc. Untuk mendapatkan kemudahan ini, cukup download aplikasi Halodoc, pemesanan bisa dilakukan hanya dengan penggunaan smartphone serta menyesuaikan tempat dan jam yang diinginkan.

Jika seseorang sudah didiagnosis dengan penyakit kolesterol, penting untuk menjaga kadar LDL dan trigliserida terus ditekan. Salah satunya adalah dengan rutin mengonsumsi obat. Atorvastatin merupakan salah satu obat yang dapat dikonsumsi pada pengidap kolesterol. Namun, obat ini disebut-sebut juga dapat meningkatkan risiko terhadap kepikunan bahkan demensia.

Baca juga: Ketahui 7 Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi

Benarkah hal tersebut? Berikut jawabannya:

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol guna mengurangi risiko terjadinya serangan jantung atau stroke. Atorvastatin adalah salah satu obat yang termasuk dalam golongan statin. Obat ini ampuh untuk menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida bersamaan dengan meningkatkan kolesterol HDL.

Untuk pembahasan mengenai obat jenis statin dapat meningkatkan risiko kepikunan atau demensia terus dalam perdebatan. Ada sumber yang mengatakan obat ini dapat mengurangi risiko terjadinya demensia, sedangkan ada juga yang mengatakan sebaliknya.

Pada suatu penelitian disebutkan jika gangguan kognitif serius terkait statin bisa saja terjadi tapi dalam kasus yang jarang. Simvastatin, atorvastatin, dan pravastatin adalah obat yang dikonsumsi oleh orang-orang yang diteliti tersebut. Disebutkan jika sekitar setengah dari jumlah orang yang diperiksa mengalami masalah kognitif dalam waktu dua bulan setelah mengonsumsi obat ini. 

Meski begitu, efeknya menghilang saat obat berhenti dikonsumsi. Efek samping dari obat ini dapat kambuh saat konsumsi secara rutin dimulai kembali. Maka dari itu, jika kamu mengonsumsi obat golongan statin dengan rutin, ada baiknya untuk meminta saran dari dokter saat merasakan efek samping ini.

Baca juga: Tanpa Obat, 8 Makanan Ini Bisa Turunkan Kolesterol

Berbeda lagi dari sumber lainnya, disebutkan jika obat statin, khususnya simvastatin dapat mencegah hilangnya memori dan memperbaiki kondisi kognitif seseorang. Merangkum dari situs RSCM, obat ini memberi manfaat ini melalui mekanisme perbaikan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke otak menjadi lebih baik. Hal ini tidak ditemukan pada seseorang yang mengonsumsi atorvastatin.

Meski begitu, kamu tetap harus memastikannya pada dokter tentang obat-obatan terbaik dan minim efek samping guna mengatasi penyakit kolesterol. Selain konsumsi obat, pastikan juga untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan rutin berolahraga agar kadar kolesterol jahat dan trigliserida menurun dengan cara alami.

Referensi:
Bright Focus Foundation. Diakses pada 2021. Do Statins Increase or Decrease Alzheimer’s Risk?
Alzheimer’s Society. Diakses pada 2021. Cholesterol and dementia.
RSCM. Diakses pada 2021. Statin Menyebabkan Amnesia, Benarkah?