• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Minyak Zaitun Dapat Mencegah Stroke?

Benarkah Minyak Zaitun Dapat Mencegah Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Minyak Zaitun Dapat Mencegah Stroke?

“Minyak zaitun disebut sebagai minyak terbaik untuk memasak. Tak hanya itu, minyak satu ini juga sering digunakan untuk campuran bahan kosmetik, obat herbal, hingga bahan bakar lampu.”

Halodoc, Jakarta – Lain halnya dengan buahnya yang lebih nikmat dikonsumsi ketika sudah matang, buah zaitun yang digunakan sebagai minyak dipilih tidak terlalu matang. Bukan tanpa alasan, buah yang matang justru tidak memiliki kandungan minyak yang paling baik. 

Alhasil, sebelum jatuh dengan sendirinya, petani buah harus memetik sendiri buah ini dari pohonnya. Lalu, buah zaitun dibersihkan dan dicuci sehingga kotoran yang melekat pun hilang. Terakhir, buah akan melalui proses pengeringan untuk diambil kandungan minyaknya. 

Benarkah Dapat Mencegah Stroke?

Manfaat minyak zaitun memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Tak hanya kecantikan, minyak ini pun punya banyak manfaat untuk menunjang kesehatan tubuh. Lalu, benarkah stroke adalah salah satunya? 

Baca juga: Fakta Medis Seputar Manfaat Minum Minyak Zaitun

Tak bisa dipungkiri, stroke menjadi salah satu masalah kesehatan yang terbilang membahayakan nyawa. Kondisi ini sering dipicu karena hipertensi, pola hidup, dan pola makan yang tidak sehat. Akibatnya, terjadi perdarahan atau muncul gumpalan darah ke otak yang berujung pada gangguan aliran darah ke organ penting ini.

Kabar baiknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition berhasil membuktikan bahwa sebanyak 140 ribu partisipan yang telah mengonsumsi minyak zaitun ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengonsumsinya. 

Para peneliti meyakini minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang memang baik untuk tubuh. Jenis lemak tersebut dikatakan bisa membantu mengurangi risiko peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah ke otak.

Baca juga: 4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Rambut

Manfaat Lain Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selain mencegah stroke, minyak zaitun masih memiliki beragam manfaat lainnya, yaitu: 

  • Membantu Mengurangi Risiko Kanker

Selain stroke, kanker juga menjadi penyakit yang menyumbang angka kematian terbesar. Gangguan kesehatan ini sangat mudah menyerang sel sehat dalam tubuh apabila tidak segera ditangani. Nah, salah satu cara untuk mengurangi risiko kanker adalah mendapatkan antioksidan yang tepat dalam tubuh. 

Tidak sulit, kamu bisa menggunakan minyak zaitun untuk mencegahnya. Minyak ini memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk mengurangi risiko terjadinya kerusakan oksidatif karena radikal bebas. Inilah yang menjadi faktor utama terjadinya penyakit kanker. Meski begitu, tetap dibutuhkan penelitian lanjut tentang manfaat ini. 

  • Mencegah Diabetes dan Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas akan meningkatkan risiko tubuh terserang berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes. Artinya, kamu harus membiasakan pola makan sehat untuk mencegah risiko ini.

Kamu bisa mempertimbangkan menambahkan minyak zaitun dalam menu dietmu. Kandungan lemak sehatnya akan membantu mengendalikan berat badan. Tak hanya itu, minyak ini juga punya efek positif pada sensitivitas insulin dan gula darah yang penting dalam mengatasi diabetes. 

Diabetes akan mengakibatkan tubuh mengalami kesulitan dalam mengendalikan kadar gula darah. Akibatnya, tubuh akan mudah merasa lelah, lapar, kulit terasa gatal dan rentan terluka, sering mengantuk, hingga risiko terjadinya kerusakan pada saraf.

Baca juga: Minyak Zaitun dan Minyak Kelapa, Lebih Sehat yang Mana?

Meski punya banyak manfaat, tetapi kamu tetap perlu pertimbangan dokter jika ingin mengonsumsi minyak zaitun. Pasalnya, bisa saja tubuh kamu tidak cocok terhadap minyak tersebut, sehingga justru menimbulkan masalah baru.

Jika membutuhkan saran dokter ahli, kamu sekarang tak usah ke klinik. Cukup download aplikasi Halodoc di ponselmu. Kapan saja, kamu bisa langsung bertanya pada dokter dan mendapatkan penanganan atas kondisi kesehatan yang sedang kamu alami. Yuk, pakai Halodoc!

Referensi:
Jordi Salas-Salvadó, MD, PhD. et al. 2011. Diakses pada 2021. Reduction in the Incidence of Type 2 Diabetes With the Mediterranean Diet-Results of the PREDIMED-Reus nutrition intervention randomized trial. Diabetes Care 34(1): 14-19.
Miguel A. Martínez-González, et al. 2014. Diakses pada 2021. Olive oil consumption and risk of CHD and/or stroke: a meta-analysis of case–control, cohort and intervention studies. British Journal of Nutrition 112(2).