• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Narkoba Jadi Penyebab Psikosis? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Narkoba Jadi Penyebab Psikosis? Ini Faktanya

Benarkah Narkoba Jadi Penyebab Psikosis? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 September 2022

“Narkoba bisa jadi penyebab psikosis, terutama jenis ganja, dan kokain. Penggunaannya dapat menyebabkan gejala berupa delusi dan halusinasi.”

Benarkah Narkoba Jadi Penyebab Psikosis? Ini FaktanyaBenarkah Narkoba Jadi Penyebab Psikosis? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Psikosis adalah kondisi mental yang sangat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Orang yang mengalami psikosis mungkin kehilangan kontak dengan kenyataan dan sulit membedakan apa yang nyata dan tidak nyata. Ada banyak penyebab psikosis, salah satunya adalah narkoba.

Psikosis karena narkoba disebut juga drug-induced psychosis. Ini adalah kondisi ketika gejala psikosis dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba. 

Penyebab Psikosis yang Dipicu oleh Narkoba

Seperti namanya, psikosis yang diinduksi narkoba disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba. Obat-obatan ini dapat mengganggu fungsi normal dalam tubuh dan otak untuk menciptakan gejala yang tidak diinginkan.

Zat yang paling sering jadi penyebab psikosis ini adalah:

  • Ganja.
  • Amfetamin dan metamfetamin.
  • Kokain.

Terkadang, memisahkan efek obat yang diinginkan dari psikosis dapat menjadi tantangan. Misalnya, obat-obatan seperti LSD, psilocybin, dan ketamin dimaksudkan untuk menciptakan halusinasi. 

Jadi, seseorang mungkin mengalami gejala psikotik saat berada di bawah pengaruh. Namun, ia secara teknis tidak akan mengalami gangguan psikotik yang diinduksi zat, kecuali gejala-gejala ini bertahan setelah sesi berakhir. 

Gejala yang Dapat Dialami

Setelah mengetahui penyebab psikosis yang diinduksi narkoba, penting juga untuk mewaspadai gejalanya. Gejala dapat berupa mengalami delusi, halusinasi, atau keduanya. Delusi adalah pikiran dan keyakinan yang tidak didasarkan pada kenyataan.

Jenis-jenis delusi meliputi:

  • Penganiayaan: Pikiran bahwa orang lain, termasuk organisasi, sedang berusaha menangkap atau mengawasi kamu.
  • Grandiose: Keyakinan bahwa kamu luar biasa, istimewa, berbakat, dan lebih baik dari yang lain.
  • Referensial: Keyakinan bahwa orang dan sinyal dari lingkungan memiliki makna tersembunyi.
  • Erotomania: Keyakinan bahwa seseorang atau beberapa orang jatuh cinta dengan kamu meski nyatanya kebalikannya.
  • Nihilistik: Pikiran bahwa akan terjadi bencana.
  • Somatik: Keyakinan bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuh.

Sementara itu, jika kamu mengalami halusinasi, kamu mengalami sesuatu dengan satu atau beberapa indra yang tidak didasarkan pada kenyataan. Jenis halusinasi antara lain:

  • Auditory: Mendengar suara yang tidak benar-benar ada.
  • Visual: Melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  • Penciuman: Mencium aroma yang tidak dapat dicium oleh orang lain.
  • Taktil: Merasa seperti sedang disentuh, padahal tidak.
  • Gustatory: Merasakan suatu rasa, padahal tidak ada apa-apa di mulut.

Misalnya, dengan halusinasi pendengaran, seseorang mungkin mendengar suara yang menyuruh mereka melarikan diri atau bahwa mereka sedang diikuti. Dengan halusinasi visual, seseorang mungkin melihat seseorang mengikuti mereka yang sebenarnya tidak ada.

Berapa Lama Psikosis Akibat Narkoba Berlangsung?

Psikosis yang diinduksi narkoba biasanya hanya berlangsung sampai obat-obatan telah dibersihkan dari tubuh. Jadi, pengguna narkoba berat mungkin mengalami gejala yang lebih lama karena ada lebih banyak obat di dalam tubuh mereka. Dalam kebanyakan kasus, psikosis berlangsung kurang dari sehari.

Ketika amfetamin, atau kokain yang jadi penyebab psikosis, gejalanya dapat berlangsung lebih lama, kadang-kadang selama beberapa minggu. Psikosis jangka panjang juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan mental yang mendasarinya, seperti skizofrenia atau bipolar.

Pada beberapa kasus yang jarang, obat dapat mengubah otak dengan merusak neuron atau mengubah tingkat neurotransmiter. Ini dapat menyebabkan diagnosis kesehatan mental seperti bipolar atau skizofrenia. 

Mekanisme di mana obat-obatan menyebabkan gangguan kesehatan mental yang terkait dengan psikosis kurang dipahami. Selain itu, karena banyak orang dengan diagnosis kesehatan mental menggunakan narkoba, sulit untuk menilai kondisi kesehatan mental mana yang muncul setelah penggunaan narkoba dan mana yang merupakan akibat dari penggunaan narkoba.

Itulah pembahasan mengenai penyebab psikosis yang dipicu narkoba dan gejalanya. Jika kamu mengalami masalah kesehatan apapun, segera periksakan diri ke dokter. Bila dapat resep obat dari dokter, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Good Therapy. Diakses pada 2022. How to Recognize Drug-Induced Psychosis.
GoodRx Health. Diakses pada 2022. What Is Drug-Induced Psychosis?
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What Is Substance/Medication-Induced Psychotic Disorder?