• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Nyeri Haid Akan Berkurang Setelah Menikah?

Benarkah Nyeri Haid Akan Berkurang Setelah Menikah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Nyeri haid kerap menjadi gangguan yang dialami beberapa wanita setiap bulannya. Nyeri yang dialami oleh setiap wanita bisa berbeda-beda, ada yang mengalami nyeri ringan saja, dan ada pula yang mengalami nyeri parah sampai mampu menghambat aktivitas sehari-hari. Sebenarnya, nyeri haid adalah hal yang normal. Meski begitu, nyeri haid yang terlalu parah tidak bisa diabaikan karena bisa menjadi pertanda kondisi lain. 

Munculnya nyeri haid terkadang bisa dipengaruhi oleh gaya hidup atau kondisi tertentu. Nah, beberapa wanita merasakan kalau nyeri haid yang mereka alami berkurang setelah menikah. Lantas, benarkah ada hubungan antara menikah dan berkurangnya nyeri haid? Jangan percaya dulu, sebaiknya simak penjelasan berikut! 

Baca juga: Kenali Penyebab Nyeri Haid yang Normal hingga Serius

Benarkah Nyeri Haid Berkurang setelah Menikah?

Sejauh ini sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan bahwa menikah dapat mengurangi nyeri haid. Beberapa orang mungkin berpikir aktif secara seksual mampu mengurangi nyeri haid. Ini karena saat wanita mengalami orgasme, rahim akan berkontraksi. Kontraksi rahim ini dinilai mampu meluruhkan lapisan darah lebih cepat dari biasanya. Namun, sejauh ini belum ada studi lebih lanjut untuk membuktikan efek ini. 

Beberapa wanita yang mengaku nyeri haid yang berkurang setelah menikah mungkin sudah pernah menjalani persalinan. Melansir dari Parents, satu teori mengatakan bahwa persalinan mampu menghilangkan beberapa situs reseptor prostaglandin di dalam rahim. Prostaglandin, hormon yang mengarahkan rahim berkontraksi selama persalinan ternyata juga berperan dalam nyeri haid bulanan. Itu alasannya beberapa wanita yang sudah menikah dan hamil mengalami pengurangan nyeri haid atau bahkan sudah tidak mengalami nyeri sama sekali. 

Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Haid

Nyeri haid disebabkan oleh pelepasan lapisan rahim. Luruhnya lapisan rahim ini memicu kontraksi kecil, sehingga kamu pun mengalami nyeri. Dalam dunia medis, nyeri haid disebut sebagai dismenore. Bukan hanya nyeri di area perut, wanita juga bisa merasakan nyeri payudara karena perubahan hormon selama menstruasi. 

Baca juga: 5 Makanan yang Dapat Redakan Nyeri Haid

Banyak wanita juga merasakan gejala psikologis saat sedang haid, seperti perubahan suasana hati, depresi, mudah tersinggung dan umumnya merasa tidak enak badan. Gejala-gejala yang menyertai nyeri haid inilah yang membuat kamu sangat tidak nyaman. Nyeri haid juga bisa menjadi pertanda kondisi tertentu, seperti endometriosis, fibroid, dan penyakit radang panggul.

Apabila kamu mengalami nyeri haid hebat, sebaiknya jangan disepelekan karena bisa jadi itu tanda kondisi-kondisi tersebut. Hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc untuk mencari tahu obat yang aman dikonsumsi dan perawatan yang tepat. Kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Umumnya, nyeri haid dapat diatasi dengan obat pereda nyeri dan antiradang. Selain itu menggunakan botol yang diisi air hangat atau mandi air hangat juga bisa meringankan gejalanya. Kalau kamu tidak ingin menggunakan obat-obatan, cara alami untuk mengatasi nyeri haid yang bisa kamu coba yaitu:

  • Makan makanan yang sehat termasuk magnesium dan makanan kaya protein.
  • Konsumsi vitamin D untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Minyak ikan dan vitamin B1 yang mampu mengurangi peradangan.
  • Belajar teknik relaksasi.
  • Akupunktur dan akupresur dapat membantu meredakan kram.

Baca juga: Posisi Tidur yang Efektif untuk Mengurangi Nyeri Haid

Jika kamu telah mencoba semua pengobatan alami ini dan masih menderita nyeri haid, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggunakan antiinflamasi non-steroid (NSAID). Asam mefenamat dapat mengurangi jumlah prostaglandin sehingga mengurangi rasa sakit. Namun, sebelum mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya. 

Referensi:
Simply Meds Online. Diakses pada 2020. Does Period Pain Reduce After Marriage?
Parents. Diakses pada 2020. 6 Surprising Benefits of Pregnancy.