• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Orang Tua Berisiko Tinggi Alami Penyakit Seksual?

Benarkah Orang Tua Berisiko Tinggi Alami Penyakit Seksual?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit seksual bisa terjadi pada siapa saja, ketika seseorang secara seksual telah aktif. Sayangnya, kondisi ini lebih rentan terjadi pada lansia. Setidaknya, begitulah hasil studi yang baru saja dilakukan belum lama ini. 

Studi yang dilakukan oleh SHIFT Sexual Health Initiative dengan menggunakan sebanyak 800 orang dewasa dari Belgia, Inggris, dan Belanda, membuktikan bahwa orang-orang yang berusia 45 tahun ke atas lebih berisiko mengalami penyakit seksual. Alasannya sederhana, karena mereka enggan untuk berbicara persoalan kehidupan seksual mereka sendiri. 

Risiko Tinggi Penyakit Seksual pada Lansia

Para peneliti menemukan bahwa terjadi perubahan yang cukup signifikan berkaitan dengan perilaku seksual orang dewasa dalam beberapa dekade terakhir. Ini termasuk pula peningkatan jumlah lansia yang terbilang aktif secara seksual. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Gejala Penyakit Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang mengabaikan penyakit seksual. Ini dibuktikan dengan lebih dari 50 persen peserta ternyata belum pernah melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan gangguan seksual. 

Diyakini, perasaan malu dan munculnya stigma masyarakat menjadi alasan utama orang tua lantas enggan untuk berbagi seputar kehidupan seksual mereka. Dampaknya, mereka pun tidak mau melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Tidak hanya itu, munculnya anggapan bahwa orang tua adalah individu aseksual yang menyatakan bahwa kehidupan seksual tak lagi menjadi bagian dari kehidupan para lansia. Kondisi ini, secara tidak langsung akan menjadi hambatan untuk mereka lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan kesehatan seksual. 

Baca Juga: Inilah Cara Penularan Penyakit Menular Seksual

Lalu, orang tua juga minim pengetahuan tentang risiko penyakit seksual. Terbatasnya edukasi tentang bahaya penyakit menular seksual juga menjadi hambatan. Tidak sedikit orang yang menyadari bahwa berhubungan tanpa alat pengaman memiliki risiko tinggi penularan terhadap penyakit seksual.

Ian Tyndall, salah seorang peneliti dari University of Chichester mengungkapkan, usia 45 tahun ke atas yang dikatakan paling berisiko mengalami penyakit seksual adalah orang tua yang menjalani hubungan baru setelah monogami, seringnya setelah periode menopause. Namun, tidak banyak dari mereka yang memikirkan risiko mengalami infeksi penyakit menular seksual. 

Sayangnya, studi ini juga menemukan bahwa orang tua dengan kondisi ekonomi rendah termasuk tuna wisma hingga imigran, memiliki risiko lebih besar terhadap kesehatan seksual mereka, dan lebih disayangkan lagi, akses kesehatan untuk mereka pun tidak terpenuhi dengan layak. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Penyakit Menular Seksual

Kondisi ini diperoleh berdasarkan data dari laporan SHIFT terbaru tentang 800 orang yang bermukim di Inggris dan Eropa. Sebanyak sekitar 200 orang partisipan diklasifikasikan sebagai kelompok dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah. 

Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Seksual

Menilik dari kondisi ini, para peneliti menganjurkan untuk orang tua lebih peka dan sadar dengan kondisi kesehatan seksual mereka. Caranya tentu saja dengan melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin. 

Jadi, apabila disimpulkan, ada beberapa hal yang menyebabkan lansia lebih rentan terserang penyakit seksual, yaitu: 

  • Kurangnya kesadaran para lansia akan bahaya dari penyakit menular seksual. 
  • Kurangnya edukasi tentang penyakit seksual bagi para lansia dari tenaga medis yang dekat dengan lokasi mereka. Artinya, dibutuhkan dokter atau tenaga medis berpengalaman yang bisa mengedukasi para lansia tentang penyakit seksual. 
  • Stigma atau pandangan dari masyarakat yang secara tidak langsung membuat lansia malu untuk menceritakan kondisi seksual mereka pada tenaga medis.
  • Keterbatasan akses di fasilitas kesehatan tentang informasi yang berkaitan dengan kesehatan seksual, berikut tindakan medis yang terbilang minim.

Jika merasa ragu, tanyakan dulu saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Jangan pernah merasa malu dengan stigma masyarakat, karena kesehatan seksual para lansia tidak kalah pentingnya seperti halnya kesehatan seksual orang dewasa yang masih produktif. 



Referensi: 
Study Finds. Diakses pada 2020. Adults Over 45 at Higher Risk of Contracting an STI Than Ever Before.