• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pakaian Anti Virus Dapat Cegah COVID-19?

Benarkah Pakaian Anti Virus Dapat Cegah COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Di masa pandemi ini, semua orang wajib selalu mematuhi protokol kesehatan setiap ke luar dari rumah atau melakukan interaksi dengan orang lain. Protokol kesehatan yang harus selalu dipenuhi adalah menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, serta rutin membersihkan tangan secara berkala.

Meski begitu, belakangan ini banyak beberapa merk mode ternama yang mulai memproduksi pakaian dengan fungsi untuk mencegah infeksi dari COVID-19. Sejauh ini memang produksinya lebih banyak ke masker, tetapi proyeksi ke depannya akan membuat baju dan celana yang menggunakan kain antivirus. Berikut pembahasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Ingat, Lakukan 8 Hal Ini untuk Cegah Angka COVID-19 yang Kian Naik

Fakta Terkait Pakaian Antivirus untuk Cegah COVID-19

Banyak merk fashion terkenal yang mulai merambah pakaian yang diklaim dapat mencegah virus corona menempel. Contohnya, brand baju yang berasal dari Italia, Apposta, yang belakangan ini memperkenalkan kain yang memiliki metode antivirus dengan menggunakan teknologi Viroformula. Teknologi ini menggunakan perak untuk mengikat virus yang dapat mengganggu DNA virus sehingga tidak bereplikasi dan membunuhnya setelah beberapa saat.

Selain itu, Intelligent Fabric Technologies North America (IFTNA), sebuah perusahaan bioteknologi dengan basis di Kanada, telah menyediakan teknologi pelapis tekstil untuk merek seperti Under Armour yang disebut PROTX2 AV. Perusahaan tersebut tidak menyebutkan bahan kimia yang digunakan, tetapi mengklaim jika kainnya dapat membunuh 99,95 virus dalam waktu 10 menit setelah kontak dan dapat menghancurkan molekul lemak yang mengelilingi virus.

Lalu, seberapa efektifkah pakaian tersebut untuk cegah COVID-19?

Dikutip dari Huffpost, kemungkinan seseorang untuk tertular virus corona saat menggunakan kain dengan teknologi-teknologi tersebut tidak terlalu tinggi. Meski begitu, dibutuhkan waktu sekitar satu jam saat kain tersebut terpapar virus untuk menurunkan jumlah partikel tersebut sebanyak 20 persen. Memang, virus tersebut dapat menyebar melalui tetesan liur saat seseorang berbicara, batuk, dan bersin.

Meski teknologi dengan basis perak tersebut dipercaya dapat menghambat virus mengacu pada klaim yang disebutkan sebelumnya, tetapi semua orang harus ingat jika COVID-19 adalah virus yang umumnya masuk lewat pernapasan. Penularan dari pakaian terbilang sangat kecil kemungkinan untuk terjadinya. Hal penting yang harus diperhatikan untuk mencegah virus corona adalah menggunakan masker setiap saat dan menjaga jarak atau social distancing.

Selain itu, jika kamu memiliki pertanyaan terkait COVID-19, dokter dari Halodoc siap membantu terkait hal tersebut. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan dalam akses kesehatan!

Baca juga: Ini Alasan COVID-19 Lebih Menular Daripada SARS

Pilihan Masker yang Tepat untuk Cegah COVID-19

Pemerintah sudah mewajibkan semua orang untuk menggunakan masker saat ke luar rumah. Bahkan, seseorang dapat dikenakan sanksi saat tidak menggunakan masker. Namun, banyak orang yang bertanya jenis masker apa yang paling cocok untuk digunakan. Tidak sedikit orang yang memilih penggunaan masker kain karena lebih ekonomis dari segi harga. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

  • Masker Kain

Masker jenis ini banyak dipilih untuk mencegah percikan liur dari dalam maupun dari luar. Penggunaan dari masker ini terbilang bisa mengurangi penyebaran dari virus corona. Walau begitu, kamu tetap harus menghindari kerumunan, terutama jika di sekitar ada seseorang yang batuk atau bersin. Hal yang harus diketahui juga adalah masker kain tidak disarankan untuk digunakan dua kali. Jika sudah menggunakannya, ada baiknya langsung dicuci.

  • Masker Bedah

Tidak sedikit juga orang yang memilih masker bedah karena percaya lebih ampuh untuk mencegah COVID-19. Faktanya, memang jenis masker ini terbilang ampuh karena memilih 3 lapisan yang sangat baik untuk pencegahan virus masuk atau keluar. Saat sakit atau ingin sesuatu yang ampuh, ada baiknya menggunakan masker bedah untuk harian. Dengan begitu, pencegahan penyebaran penyakit tersebut benar-benar efektif.

Baca juga: Waspada Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Mematikan

Itulah pembahasan mengenai pakaian anti virus yang dapat cegah COVID-19. Faktanya, pakaian tersebut dapat berperan terhadap pencegahan COVID-19, tetapi bukan yang utama. Hal yang selalu harus kamu perhatikan adalah penggunaan masker dan menjaga kebersihan tangan setiap saat.




Referensi:

Huff Post. Diakses pada 2020. Can Antiviral Fabrics Protect You From Getting COVID-19?
John Hopkins. Diakses pada 2020. The Right Mask for the Task.