• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pelanggaran HAM Bisa Picu Gangguan Mental?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pelanggaran HAM Bisa Picu Gangguan Mental?

Benarkah Pelanggaran HAM Bisa Picu Gangguan Mental?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Desember 2022

“Korban pelanggaran HAM rentan mengalami gangguan mental. Seperti depresi, gangguan kecemasan, fobia, hingga PTSD.”

Benarkah Pelanggaran HAM Bisa Picu Gangguan Mental?Benarkah Pelanggaran HAM Bisa Picu Gangguan Mental?

Halodoc, Jakarta – Pelanggaran HAM (hak asasi manusia) dapat menyebabkan kerugian besar bagi korbannya, termasuk gangguan mental. Bentuk pelanggarannya bisa berupa kekerasan, pelecehan, penganiayaan, perampokan, penyanderaan, dan kejahatan lain yang berkaitan dengan hak asasi manusia. 

Pelanggaran HAM sering jadi hal yang traumatis bagi korbannya. Tak hanya berdampak pada fisik, tapi juga pada kesehatan mental. Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini!

Pelanggaran HAM dan Gangguan Mental

Pelanggaran HAM ada banyak bentuknya. Ada yang bentuknya fisik ataupun emosional. Segala tindakan kejahatan yang menyebabkan terganggu atau hilangnya hak asasi seorang manusia bisa berdampak negatif. Termasuk memicu gangguan mental.

Orang yang menjadi korban kekerasan fisik dapat mengalami stres, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan makan, dan gejala lainnya. Selain itu, kekerasan fisik dapat meningkatkan risiko seseorang terlibat dalam penyalahgunaan zat.

Sementara itu, korban kekerasan emosional cenderung mengalami gangguan mental berupa depresi dan kecemasan. Pada beberapa kasus, hal ini juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan fobia, atau gangguan penggunaan alkohol dan narkoba. 

Orang yang dilecehkan secara emosional juga dapat menyakiti diri sendiri atau terlibat dalam praktik seksual yang sembrono setelah menyakiti secara emosional. 

Tips Mengatasi Trauma saat Jadi Korban Pelanggaran HAM

Menjadi korban pelanggaran HAM dapat membuat seseorang rentan mengalami gangguan mental, seperti trauma. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu:

1. Jangan Mengisolasi Diri

Tetaplah jalin hubungan dekat dengan sahabat dan keluarga. Buka jalur komunikasi sesegera mungkin setelah peristiwa traumatis kamu alami. Ini adalah bagian penting dari pemulihan.

2. Hadapi, Jangan Hindari

Kamu mungkin ingin mengabaikan atau melupakan peristiwa traumatis. Namun, unsur utama dalam pemulihan gangguan mental adalah belajar untuk baik-baik saja dengan ingatan tentang ini, dan hal-hal yang memicunya tanpa berusaha menghindarinya. 

3. Dengarkan Sinyal dari Tubuh

Tubuh dan pikiran akan memberi tahu kamu apa yang harus kamu lakukan untuk pulih. Oleh karena itu, makanlah makanan sehat, beristirahatlah saat lelah, dan lakukan hal-hal yang membuatmu bahagia. 

4. Kembali ke Rutinitas

Kehidupan sehari-hari dapat terganggu oleh peristiwa traumatis yang kamu alami. Salah satu tujuan mengatasi gangguan mental seperti trauma adalah kembali ke rutinitas sehari-hari sesegera mungkin.

Ini akan membantu kamu membangun kembali rasa normal dan mendapatkan kembali kendali atas hidup kamu.

5. Meditasi

Bahkan jika kamu tidak terbiasa dengan meditasi, mempelajari hal ini dapat membantu kamu meredakan stres. Menarik napas dalam-dalam atau berfokus pada hembusan napas dapat membantu menenangkan pikiran dan membuat kamu rileks. 

Fokuskan perhatian pada pernapasan atau tubuh saat bermeditasi. Itu bisa membuat otak tidak memikirkan hal yang bikin stres. Selain meditasi, kamu juga bisa mencoba teknik mindfulness, tai chi, dan yoga. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk menemukan ketenangan.

6. Rasakan Kegembiraan

Meski terpuruk dan mengalami gangguan mental karena pelanggaran HAM, tidak apa-apa untuk merasakan kegembiraan, dan bersenang-senang. Ini semua adalah bagian dari jalan menuju pemulihan.

Menjadi korban pelanggaran HAM mungkin bisa membuat kamu merasa stres dan trauma. Namun, bukan berarti kamu tidak berhak untuk menjalani hidup dengan bahagia. 

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gangguan mental setelah menjadi korban pelanggaran HAM, jangan ragu untuk cari bantuan ahlinya. Agar mudah, download Halodoc saja untuk membuat janji rumah sakit dengan psikolog atau psikiater.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2022. Childhood Abuse Can Lead to Physical and Mental Problems Decades Later.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. Mental Health Effects of Different Types of Abuse.
WebMD. Diakses pada 2022. Self-Care and Recovery After Trauma.