• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pemeriksaan Kolposkopi Sebabkan Nyeri?

Benarkah Pemeriksaan Kolposkopi Sebabkan Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Pemeriksaan Kolposkopi Sebabkan Nyeri?

Halodoc, Jakarta - Kolposkopi merupakan metode pemeriksaan serviks, vagina, dan vulva dengan alat bedah yang disebut colposcope. Prosedur ini biasanya dilakukan apabila hasil Pap smear (tes skrining yang digunakan untuk mengidentifikasi sel-sel serviks yang abnormal) tidak biasa. Kolposkopi adalah mikroskop listrik besar dengan cahaya terang yang memungkinkan dokter melihat serviks lebih jelas dan dengan pembesaran. 

Jika dokter menemukan area yang tidak normal, mereka akan mengambil sampel jaringan (biopsi). Prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari dalam pembukaan serviks yang disebut endocervical curettage (ECC). Sampel diperiksa di laboratorium oleh ahli patologi. 

Baca juga: Kolposkopi dan Biopsi Serviks, Apa Bedanya?

Efek Samping Pemeriksaan Kolposkopi

Saat pemeriksaan berlangsung, mungkin kamu merasa gugup. Namun, dengan memahami tes dan mengetahui apa yang diharapkan setelahnya biasanya dapat meredakan kecemasan. Tes ini memang biasanya berlangsung cepat dan tidak nyaman. 

Apabila kamu melakukan kolposkopi tanpa biopsi, kamu mungkin akan mengalami efek samping berupa bercak sangat ringan. Namun, jika kamu mengalami kolposkopi dengan biopsi, kemungkinan kamu akan mengalami pendarahan vagina dan kram ringan selama 24 jam hingga 48 jam setelah prosedur. Tentu saja kedua efek samping tersebut akan terasa nyeri di area vagina. 

Selain pendarahan ringan, kamu mungkin akan mendapati keluarnya cairan gelap dari larutan yang digunakan dokter untuk membantu dokter memvisualisasikan serviks. Sementara waktu kamu perlu menggunakan pembalut wanita untuk pendarahan. Nyeri biasanya dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Setelah prosedur pun, dokter biasanya menyarankan kamu agar tidak memasukkan apapun ke dalam vagina selama 24 jam. Termasuk tidak melakukan hubungan intim.

Baca juga: Ketahui Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi

Sementara itu pada kondisi lain, jika dokter tidak mengambil sampel biopsi selama kolposkopi, kamu tidak akan memiliki batasan aktivitas apapun setelah prosedur dilakukan. Kamu mungkin tetap mengalami pendarahan bercak ringan dari vagina, tetapi pada satu atau dua hari berikutnya. 

Untuk mengelola efek samping dari pemeriksaan kolposkopi, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk saran yang tepat. Selain itu, hubungi dokter jika:

  • Pendarahan atau pengeluaran berlangsung lebih dari dua hingga tiga hari atau pembalut penuh setiap jam. 
  • Rasa sakit tidak membaik dengan obat yang dijual bebas. 
  • Mengalami sakit perut bagian bawah yang parah, demam, atau kedinginan. 

Penafsiran Hasil Pemeriksaan Kolposkopi

Hasil kolposkopi didasarkan pada pengamatan dokter selama prosedur serta hasil biopsi jika kamu memilikinya. Dokter mungkin mendiskusikan beberapa hasil awal selama atau setelah prosedur atau mungkin menjadwalkan agenda selanjutnya setelah hasil biopsi kembali, yang biasanya dalam satu hingga dua minggu. 

Kolposkopi dapat mengidentifikasi:

  • Area cedera lapisan serviks.
  • Kutil serviks.
  • Kondisi peradangan.
  • Infeksi.
  • Penyimpangan pembuluh darah atau pembuluh darah rapuh.
  • Lesi prakanker.
  • Endometriosis.

Apabila kamu memiliki kondisi medis yang didiagnosis dengan kolposkopi, langkah selanjutnya adalah perawatan atau evaluasi lebih lanjut. Misalnya, jika kamu memiliki infeksi, kamu mungkin perlu diobati dengan antibiotik. Jika kamu mengalami pendarahan serviks, dokter mungkin akan meresepkan terapi hormon. Lesi pra-kanker dapat mendorong perlunya studi pencitraan, pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi. 

Baca juga: Cara Merawat Miss V Sesuai Usia

Umumnya pemeriksaan kolposkopi secara berkala tidak akan dilakukan. Namun, kamu mungkin perlu menindaklanjuti jika memiliki gejala berulang. Apapun hasilnya, penting untuk melanjutkan uji ginekologi dan pap smear secara teratur seperti yang disarankan oleh dokter. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. Colposcopy Overview.
Healthline. Diakses pada 2020. Colposcopy-Directed Biopsy: Purpose, Procedure, and Risks.