• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap Diabetes Rentan Terkena Vertigo?

Benarkah Pengidap Diabetes Rentan Terkena Vertigo?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Pengidap Diabetes Rentan Terkena Vertigo?

“Ada banyak alasan mengapa pengidap diabetes bisa mengalami vertigo. Terutama jika seseorang memiliki tipe diabetes neuropati diabetik. Diabetes ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan dan koordinasi. Di sisi lain, hipoglikemia, hiperglikemia, hingga konsumsi obat-obatan selama perawatan juga bisa menyebabkan pengidap diabetes mengalami vertigo.”

Halodoc, Jakarta – Benar adanya kalau pengidap diabetes rentan terkena vertigo. Apalagi kalau tipe diabetesnya adalah neuropati diabetik. Diabetes tipe ini dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan dan koordinasi. 

Hal ini dikarenakan lonjakan gula darah yang tinggi, sehingga melukai saraf-saraf di dalam tubuh. Tergantung pada saraf mana yang terkena, neuropati diabetik dapat menyebabkan masalah pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah, sampai ke jantung. Selengkapnya mengenai vertigo dan diabetes dapat dibaca di bawah ini!

Baca juga: Mengidap Vertigo, Ini yang Akan Dialami Tubuh

Alasan Pengidap Diabetes Bisa Mengalami Vertigo

Ada banyak alasan mengapa pengidap diabetes bisa mengalami vertigo, di antaranya hipoglikemia, hiperglikemia, hipertensi, dehidrasi, konsumsi obat-obatan, disfungsi vestibular, dan gula darah rendah. 

Hipoglikemia terjadi ketika seseorang memiliki kadar gula darah yang sangat rendah. Otak bergantung pada gula darah untuk berfungsi baik dan sebagai sumber energi. Hormon yang bergantung pada otak untuk meningkatkan kadar gula darah adalah norepinefrin dan epinefrin. Ketika otak tidak mendapatkan cukup hormon ini, ia tidak bisa berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan vertigo.

Hiperglikemia adalah glukosa darah tinggi, terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak gula dalam darah, dan tidak cukup insulin untuk mendistribusikan jumlah glukosa yang dibutuhkan dalam darah. Itulah yang menyebabkan munculnya gejala vertigo. 

Sementara itu, jika seseorang mengidap hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan komplikasi lain. Jika seseorang mengidap diabetes, mereka dua kali lebih mungkin terkena hipertensi. Salah satu gejala hipertensi pada pengidap diabetes yaitu vertigo. 

Ada kalanya pengidap diabetes mengalami rasa haus berlebihan atau dehidrasi. Hal ini disebabkan karena kelebihan glukosa, dan ginjal bekerja terlalu keras untuk menyerap dan menyaring glukosa. Vertigo menjadi salah satu gejala saat pengidap diabetes mengalami dehidrasi.

Di sisi lain ada juga obat-obatan yang dikonsumsi pengidap diabetes yang menyebabkan vertigo. Seperti antibiotik, antiinflamasi, dan nonsteroid.

Mengontrol Gula Darah

Satu-satunya cara mengobati vertigo yang disebabkan oleh diabetes adalah dengan mengontrol gula darah. Gunakan alat yang bisa dipakai untuk memonitor gula darah di rumah guna mengawasi gula darah tetap berada di ambang normal.

Pemeriksaan ini menjadi sangat penting karena sedikit saja pergeseran akan sangat berpengaruh terhadap kerusakan saraf. 

The American Diabetes Association merekomendasikan agar pengidap diabetes melakukan pemeriksaan HbA1c setidaknya dua kali dalam setahun. Pemeriksaan ini berfungsi mengetahui sebaik apa kontrol gula darah selama beberapa waktu terakhir ini. 

Jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, kemungkinan obatmu akan diganti atau dokter bisa jadi merekomendasikan pengobatan jenis lain. Kalau kamu butuh informasi lebih detail mengenai pemeriksaan HbA1c, coba tanyakan pada dokter di Halodoc

Baca juga: Ini Alasan Diabetes Jadi Penyakit Seumur Hidup 

Tidak Hanya Saat Gula Tinggi

Gejala vertigo pada pengidap diabetes nyatanya tidak hanya terjadi ketika kadar gula darah melonjak. Kadar gula darah yang menurun atau kerap disebut dengan hipoglikemia juga dapat menyebabkan gejala vertigo.  

Pengidap diabetes juga berisiko mengalami hipotensi postural yang gejalanya mirip dengan vertigo. Hipotensi postural adalah ketika seseorang mengalami pusing mendadak saat bangun dari tidur, berdiri setelah duduk, ataupun perubahan posisi apapun. 

Kondisi gula darah amat terkait dengan tekanan darah. Makanya, ada kecenderungan seseorang yang mengidap diabetes juga mengalami hipertensi demikian juga sebaliknya. Masih terkait dengan keseimbangan dan diabetes, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Health and Nutrition Examination Survey menyebutkan fungsi vestibular pengidap diabetes tipe 2 cenderung mengalami penurunan.

Sebagai informasi tambahan, vestibular adalah sistem yang mencakup bagian telinga dalam dan otak yang mengolah informasi sensorik terkait pengendalian keseimbangan tubuh dan pergerakan mata.  

Baca juga: Ini Batas Kadar Gula Darah Normal untuk Wanita

Pengobatan Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik tidak memiliki obat yang spesifik. Tujuan perawatan tidak lain untuk memperlambat perkembangan penyakit, meringankan rasa sakit, dan mengelola komplikasi sekaligus mengembalikan fungsi tubuh, 

Menjaga gula darah tetap berada di ambang normal adalah cara untuk mencegah kerusakan saraf. Sebaik-baiknya diskusikan kepada dokter mengenai batas ambang gula darah serta bagaimana mengelolanya dengan baik. 

Bagi banyak orang yang mengidap diabetes, American Diabetes Association merekomendasikan target kadar gula darah sebagai berikut:

  • 80–130 mg/dL (4,4 dan 7,2 mmol/L) sebelum makan
  • Kurang dari 180 mg/dL (10,0 mmol/L) dua jam setelah makan

Sedangkan Mayo Clinic merekomendasikan target kadar gula darah sebelum makan berkisar di:

  • 80–120 mg/dL (4,4 dan 6,7 mmol/L) untuk orang yang berusia 59 tahun dan lebih muda serta tidak memiliki kondisi medis lain.
  • 100–140 mg/dL (5,6 dan 7,8 mmol/L) untuk orang yang berusia 60 tahun dan lebih tua atau bagi mereka yang memiliki kondisi medis lainnya, termasuk penyakit jantung, paru-paru, atau ginjal.

Perlu diingat, dokter mungkin perlu menyesuaikan rentang target ini untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pribadimu. Mengingat masing-masing orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda. 

Cara penting lainnya untuk membantu memperlambat ataupun mencegah perkembangan penyakit diabetes adalah menjaga tekanan darah tetap terkendali serta mempertahankan berat badan dan gaya hidup yang sehat.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Vestibular Dysfunction Survey.
Practical Diabetes. Diakses pada 2021. Dizziness in Diabetes.
National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2021. Vertigo and Associated Symptoms.