22 January 2019

Benarkah Penyakit Radang Panggul Bisa Sebabkan Kemandulan?

Benarkah Penyakit Radang Panggul Bisa Sebabkan Kemandulan?

Halodoc, Jakarta - Memiliki nama medis Pelvic Inflammatory Disease (PID), radang panggul adalah suatu kondisi ketika terjadi infeksi pada serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur). Penyakit ini umum terjadi pada wanita dalam rentang usia 15-24 tahun. Namun, benarkah penyakit radang panggul dapat menyebabkan kemandulan?

Sebelum membahas kaitan antara radang panggul dan kemandulan, perlu diketahui bahwa penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu hal yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah adanya penyakit menular seksual (PMS), seperti chlamydia dan gonore. Sebab, penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada leher rahim, yang dapat menyebar hingga organ reproduksi bagian atas, hingga menyebabkan peradangan.

Selain itu, peradangan yang terjadi akibat radang panggul tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga sebagian besar kasusnya sulit dikenali atau baru terdeteksi ketika sudah parah. Jika sudah parah, pengidap radang panggul umumnya akan mengalami gejala berupa rasa nyeri pada daerah panggul, nyeri pada perut bagian bawah, sakit ketika buang air kecil, dan ketika berhubungan intim. Pada beberapa kasus, pengidap radang panggul juga dapat mengalami demam, mual, dan muntah-muntah.

Kamu juga perlu waspada jika mengalami periode menstruasi yang lebih lama, serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan intim. Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dapat Menyebabkan Infertilitas

Jika tidak segera ditangani, radang panggul dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Salah satu komplikasi yang bisa timbul ketika radang panggul terjadi berkepanjangan adalah infertilitas atau kemandulan. Selain itu, risiko komplikasi lainnya yang juga bisa terjadi adalah munculnya abses, dan kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang berkembang di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi.

Lebih lanjut, radang panggul yang sembuh lalu kambuh lagi (berulang) dapat membuat organ reproduksi rentan terhadap infeksi bakteri. Itulah mengapa pengidap radang panggul harus menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas, untuk mengurangi risiko terjadinya infertilitas serta nyeri panggul berkepanjangan yang sangat mengganggu aktivitas, dan menyebabkan insomnia pada pengidapnya.

Pada beberapa kasus yang terbilang jarang, radang panggul juga dapat menyebabkan komplikasi berupa Reiter Syndrome. Sindrom ini adalah penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada sendi dan mata. Hal ini terjadi karena respon sistem imun tubuh yang berlebihan terhadap peradangan yang terjadi akibat radang panggul.

Cegah Radang Panggul dengan Kebiasaan Berikut

Seperti dijelaskan tadi, bahwa jika sudah terjadi, radang panggul dapat sangat mengganggu. Oleh karena itu, lakukan beberapa kebiasaan berikut, untuk mencegahnya:

  • Mempraktikkan hubungan intim yang aman.

  • Melakukan pemeriksaan rutin jika berisiko terkena penyakit menular seksual

  • Selalu waspada ketika mencuci Miss V, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik.

  • Berbicara dengan dokter mengenai kontrasepsi.

  • Melakukan pengecekkan berkala.

  • Selalu mengikuti saran dokter dengan melakukan pengobatan yang dianjurkan.

Itulah sedikit penjelasan tentang radang panggul yang ternyata dapat menyebabkan kemandulan jika tidak segera mendapat penanganan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!