• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Tidak Menular Lebih Mematikan? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Tidak Menular Lebih Mematikan? Ini Faktanya

Benarkah Penyakit Tidak Menular Lebih Mematikan? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 November 2022

“Penyakit tidak menular bersifat kronis. Gangguan ini berlangsung dalam waktu yang lama dan terjadi secara perlahan-lahan. Angka kematiannya tinggi, yakni berkisar 41 juta jiwa per tahunnya.”

Benarkah Penyakit Tidak Menular Lebih Mematikan? Ini FaktanyaBenarkah Penyakit Tidak Menular Lebih Mematikan? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Penyakit tidak menular merupakan jenis gangguan yang tidak dapat ditularkan dari pengidap ke orang lain. Meski tak dapat menular, beberapa jenis penyakit ini menjadi menjadi penyebab kematian tertinggi.

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan data yang diperoleh pada 2021, ada sekitar 41 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tidak menular. Angka tersebut setara dengan 71 persen jumlah kematian di dunia.

Penyakit tidak menular bersifat kronis. Yakni, berlangsung dalam waktu yang lama dan terjadi secara perlahan-lahan. Adapun, beberapa jenisnya yaitu penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan gangguan pernapasan kronis.

Faktor Pemicu dan Jenis Penyakit Tidak Menular

Penyakit tidak menular lebih mematikan, karena penyakit membutuhkan waktu lama untuk berkembang dan memunculkan gejala. Saat kondisi tersebut terjadi, pengidap biasanya sudah berada dalam kondisi membahayakan.

Adapun kondisi yang meningkatkan potensi penyakit, yakni genetik atau keturunan, usia dan polusi udara. Gangguan juga lebih berisiko dialami oleh orang dengan pola hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang aktif dan sering mengonsumsi alkohol.

Pola makan juga berpengaruh. Kurang makan sayur dan buah, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji serta asupan tinggi kolesterol, garam, juga gula ikut meningkatkan risiko penyakit.

Adapun beberapa jenis penyakit tidak menular yang rentan dialami, yakni:

1. Penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah dan organ jantung. Gangguan ini terbagi menjadi beberapa jenis dan sebagian besar bisa membahayakan nyawa pengidapnya.

Penyakit jantung, misalnya. Gangguan ini menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah sakit stroke. Keduanya berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi, obesitas dan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

2. Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Pemicunya yakni keturunan dan gaya hidup tidak sehat, seperti jarang olahraga dan sering mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol memicu kerusakan organ tubuh dan berbagai komplikasi berbahaya. Di antaranya sakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, infeksi berat dan ketoasidosis diabetik.

3. Kanker

Kanker menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kematian tertinggi setelah penyakit stroke dan jantung. Di Indonesia jenis kanker yang paling banyak memicu kehilangan nyawa pada yakni kanker paru-paru. Sementara pada wanita, kanker payudara dan kanker serviks menyebabkan kematian tertinggi.

4. Gangguan Pernapasan Kronis

Gangguan pernapasan kronis dipicu oleh banyak faktor, termasuk kebiasaan merokok, paparan asap rokok atau polusi udara. Jika telat ditangani, gejala penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat yang berpotensi memicu gagal napas. Dampak paling parahnya yaitu kematian.

5. Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal kronis menyumbang kematian tertinggi. Angkanya berkisar 5 hingga 10 juta jiwa setiap tahunnya. Pengidap kondisi ini membutuhkan penanganan seumur hidup, termasuk cuci darah (hemodialisis) rutin. Dalam kasus parah, kerusakan ginjal permanen berpotensi menyebabkan kematian.

Itulah faktor pemicu penyakit tidak menular dan beberapa jenis yang umum dialami. Jika mengalami salah satunya, silakan buat janji rumah sakit untuk melakukan pengobatan guna meringankan gejalanya.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2022. Noncommunicable Diseases.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2022. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia.
Healthline. Diakses pada 2022. Most Common Noncommunicable Diseases.