Benarkah Persalinan Caesar Bisa Kena Perdarahan Postpartum?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Benarkah Persalinan Caesar Bisa Kena Perdarahan Postpartum?

Halodoc, Jakarta - Perdarahan pasca melahirkan memang umum terjadi, dan kondisi ini umumnya akan membaik dalam hitungan hari atau minggu. Akan tetapi, ada sebagian ibu yang mengalami perdarahan abnormal pasca melahirkan, alias perdarahan postpartum.

Nah, yang satu ini enggak boleh dianggap enteng. Menurut data dari WHO, perdarahan postpartum membuat 100.000 ibu kehilangan nyawa setiap tahunnya. Perdarahan ini bukanlah sebuah kondisi langka, kira-kira 25 persen kematian ibu disebabkan oleh kondisi ini. 

Perdarahan postpartum sendiri kebanyakan disebabkan oleh terbukanya pembuluh darah pada rahim, di mana plasenta melekat di dinding rahim ketika hamil. Di samping itu, prosedur episiotomi (sayatan yang dibuat pada perineum, jaringan di antara jalan lahir dan anus, dan pada saat proses persalinan) juga bisa menyebabkan kondisi ini. 

Pertanyaannya jelas, benarkah prosedur operasi caesar bisa memicu terjadi perdarahan postpartum? 

Baca juga: Kenali Pemeriksaan untuk Deteksi Perdarahan Postpartum

Runtuhnya Jaringan Rahim

Operasi caesar sebenarnya direkomendasi dokter sebagai prosedur yang direncanakan, atau dilakukan dalam keadaan darurat. Prosedur ini juga dipilih bila persalinan normal dianggap punya risiko yang sangat besar. Akan tetapi, operasi caesar tak luput dari risiko, salah satunya perdarahan postpartum.

Prosedur caesar dimulai dengan membedah perut bagian bawah. Dalam prosedur ini, plasenta akan terlepas dari rahim dan pembuluh darah terbuka dan berdarah. Kondisi ini akan menimbulkan kolam darah dalam rahim. 

Dalam dunia medis, aliran darah yang bisa keluar dari vagina ini dikenal sebagai lokia. Dengan kata lain, lokia terjadi akibat runtuhnya jaringan rahim yang terbentuk ketika hamil. Umumnya, lokia akan kembali normal setelah persalinan.  Kira-kira berhenti secara perlahan selama empat sampai enam minggu.

Akan tetapi, selain darah berupa lokia yang memang normal terjadi, ada sebagian wanita yang mengalami perdarahan abnormal, atau perdarahan postpartum. 

Perdarahan pasca melahirkan ditandai dengan jumlah darah yang keluar melebihi 1000 cc setelah melahirkan dengan prosedur caesar. Perdarahan ini bisa terjadi dalam 24 jam pertama (perdarahan pasca melahirkan primer) atau setelah 24 jam pasca melahirkan (sekunder). 

Nah, dengan kata lain, operasi caesar merupakan satu dari berbagai faktor risiko yang bisa memicu terjadi perdarahan postpartum. 

Baca juga: Pengidap Anemia Rentan Alami Perdarahan Postpartum

Bukan Cuma Operasi Caesar

Hal yang perlu digarisbawahi, perdarahan postpartum juga bisa dipicu oleh beberapa kondisi medis tertentu. Misalnya, plasenta akreta, retensio plasenta, atau atonia uteri. Selain itu, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadi perdarahan postpartum, yaitu: 

  • Anemia;

  • Pernah mengalami perdarahan postpartum pada kehamilan sebelumnya;

  • Obesitas;

  • Mengandung kembar dua atau tiga;

  • Persalinan yang berlangsung lama (lebih dari 12 jam);

  • Mengandung bayi berukuran besar (lebih dari 4 kilogram);

  • Memiliki bayi pertama saat berusia di atas 40 tahun;

  • Plasenta keluar lebih awal; dan

  • Induksi persalinan.

Cegah dengan Cara Jitu

Caranya memang terbilang sederhana. Namun, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala, bisa menjadi cara jitu untuk mencegah terjadinya perdarahan postpartum. Di sini dokter kandungan akan melakukan berbagai pemeriksaan. 

Nantinya dokter akan mempertimbangankan faktor risiko dan kondisi ibu selama kehamilan. Contohnya, bila ibu pernah mengalami perdarahan postpartum pada kehamilan sebelumnya, gangguan perdarahan, atau golongan darah yang langkah, dokter bisa mempersiapkan rencana persalinan yang sesuai.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Is Postpartum Bleeding Normal? 
Stanford Children's Health. Diakses pada 2019. Postpartum Hemorrhage. 
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2019.  Postpartum hemorrhage: a recurring pregnancy complication.