• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pria Lebih Rentan Terkena Gangguan Paranoid?

Benarkah Pria Lebih Rentan Terkena Gangguan Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Paranoid personality disorder (PPD) adalah salah satu dari sekelompok kondisi yang disebut Cluster A atau gangguan kepribadian eksentrik. Mereka yang mengidap kelainan ini sering tampak aneh atau ganjil. Karakteristik penting dari orang dengan PPD adalah paranoia, ketidakpercayaan, dan kecurigaan tanpa henti terhadap orang lain tanpa alasan yang masuk akal. 

Dikutip dari Cleveland Clinic, gangguan ini sering bermula pada masa kanak-kanak atau remaja awal. Gangguan kepribadian ini pun tampaknya lebih umum dialami pria daripada pada wanita. Namun, belum diketahui alasan pasti mengapa pria lebih cenderung mengalaminya. Diperkirakan kondisi ini memengaruhi antara 2,3-4,4 persen dari populasi umum.

Baca juga: Bisakah Sering Takut Gagal Dianggap sebagai Paranoid?

Apa Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid?

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti dari gangguan kepribadian paranoid belum diketahui. Namun, kemungkinan hal ini adalah kombinasi faktor biologis dan psikologis. Fakta bahwa PPD lebih umum pada orang yang memiliki kerabat dekat dengan skizofrenia dan gangguan delusional menunjukkan adanya hubungan genetik antara kedua gangguan tersebut, sehingga kondisi ini bisa menurun dalam keluarga. Kondisi seperti trauma masa kecil, termasuk trauma fisik atau emosional, sangat berperan dalam pengembangan gangguan paranoid di masa dewasanya. 

Baca juga: Ini Bedanya Gangguan Kepribadian Paranoid dan OCD

Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid

Orang dengan gangguan paranoid selalu tampak berjaga-jaga dan mereka juga meyakini bahwa orang lain terus-menerus berusaha merendahkan, melukai, atau mengancam mereka. Keyakinan yang umumnya tidak berdasar ini, serta kebiasaan menyalahkan dan tidak percaya, akan mengganggu kemampuan mereka untuk membentuk hubungan yang dekat dengan orang ini. Sementara itu, ada beberapa ciri-ciri lain dari orang dengan gangguan paranoid. antara lain: 

  • Kerap meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain. Mereka yakin bahwa orang lain tidak tulus dan akan mengeksploitasi atau menipu mereka.
  • Enggan untuk curhat pada orang lain atau mengungkapkan informasi pribadi karena mereka takut informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka.
  • Tidak mengampuni kesalahan orang lain dan menyimpan dendam.
  • Hipersensitif dan merespons kritik dengan buruk.
  • Kerap menemukan makna tersembunyi dalam perkataan orang lain yang tidak bersalah.
  • Jika orang lain menganggap dirinya aneh atau tampak ganjil, ia akan bereaksi dengan amarah dan cepat membalasnya.
  • Miliki kecurigaan yang terus-menerus, tanpa alasan, bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia.
  • Umumnya bersikap dingin dan tidak dekat dengan orang lain. 
  • Tidak dapat melihat peran mereka dalam masalah atau konflik dan percaya mereka selalu benar.
  • Kesulitan untuk bersantai.
  • Bersikap keras kepala dan argumentatif.
  • Cenderung mengembangkan stereotip negatif orang lain, terutama yang berasal dari kelompok budaya yang berbeda.

Jika orang terdekatmu memiliki gejala gangguan kepribadian seperti yang disebutkan, sebaiknya diskusikan hal ini terlebih dahulu dengan psikolog di Halodoc. Psikolog atau dokter spesialis kejiwaan akan memberikan saran yang tepat terkait perawatan untuknya. Jika diperlukan, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Paranoid

Komplikasi yang Berhubungan dengan Gangguan Kepribadian Paranoid

Pemikiran dan perilaku yang terkait dengan gangguan paranoid dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk mempertahankan hubungan, serta kemampuan mereka untuk berfungsi secara sosial dan dalam situasi kerja. Dalam banyak kasus, orang dengan gangguan paranoid juga rentan terlibat dalam masalah hukum. 

Gangguan kepribadian paranoid adalah gangguan kronis, yang berarti cenderung berlangsung sepanjang hidup seseorang. Meskipun ada pengidapnya yang dapat hidup dengan baik, seperti menikah dan memiliki pekerjaan, banyak juga yang tidak bisa melakukannya. Ini karena orang-orang dengan gangguan paranoid cenderung menolak pengobatan, sehingga hasilnya sering kali buruk dan ia tidak mampu hidup semestinya di masyarakat.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.