Benarkah Sering Begadang Bisa Sebabkan Depresi?

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   23 Januari 2020
Benarkah Sering Begadang Bisa Sebabkan Depresi?Benarkah Sering Begadang Bisa Sebabkan Depresi?

Halodoc, Jakarta - Bagi masyarakat di era modern ini, begadang tidak lagi menjadi aktivitas yang terdengar aneh. Begadang mungkin telah menjadi rutinitas, yang seringnya disebabkan karena pekerjaan yang belum terselesaikan atau sekadar menyaksikan siaran sepak bola favorit yang tayang pada tengah malam. Sebaiknya waspada, karena selain membuat kamu mengantuk di siang hari, begadang memberikan efek yang tidak baik untuk kesehatan.

Ketika kamu tidur, tubuh melakukan perbaikan, baik dari sisi fisik maupun mental. Inilah mengapa tidur malam dianjurkan, setidaknya antara 6-8 jam dan tidak disarankan untuk kamu begadang, terlebih pada remaja. Pasalnya, di usia remaja, tidur menjadi saat yang paling tepat untuk tubuh melepaskan hormon pertumbuhan. Hormon ini yang membantu memperbaiki semua jaringan tubuh yang rusak dan membangun massa otot. 

Hubungan Begadang dan Depresi

Begadang sering terjadi karena seseorang yang memiliki gangguan sulit tidur atau insomnia. Tanpa disadari, insomnia yang tidak segera mendapatkan pengobatan berdampak pada kesehatan mental seseorang. Sayangnya, stres yang merupakan gangguan mental turut berkontribusi terhadap insomnia. 

Baca juga: Begadang Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kenapa?

Profesor Matt Walker, profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California, Berkeley mengatakan, ketika kamu mengalami kurang tidur, bagian otak yang bernama amygdala mengalami peningkatan aktivitas sebesar 60 persen. Amygdala yang terlalu aktif mengakibatkan terjadinya penurunan kemampuan otak dalam mengontrol emosi. Untuk itu, ia percaya bahwa gangguan mental yang banyak terjadi disebabkan karena terlalu sering begadang. 

Lalu, apa kaitannya dengan depresi? Stres yang banyak ditemukan karena kecemasan dan beban pikiran yang berlebihan turut berperan sebagai penyebab terjadinya gangguan tidur. Stres yang tidak segera ditangani berujung pada depresi, ditambah lagi dengan insomnia yang menjadi dampaknya. Jadi, memperbaiki waktu tidur menjadi hal yang penting untuk dilakukan jika kamu mengalami insomnia dan menjadi lebih sering begadang. 

Baca juga: Sering Begadang, Fungsi Otak Bisa Menurun

Stres Terjadi Tanpa Disadari

Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami stres. Tekanan besar di tempat kerja, hubungan dengan keluarga dan pasangan menjadi penyebab yang sering ditemui. Namun, mereka menganggap ini adalah hal yang biasa, sehingga membiarkan masalah ini tanpa solusi dan membuat stres tidak tertangani. Pada akhirnya, jika terus terakumulasi, stres ini bisa menimbulkan dampak yang sangat berbahaya. 

Tidak hanya kurang tidur, kehilangan nafsu makan, atau menjadi mudah marah dan tersinggung, stres yang tidak tertangani bisa membuat kamu menjadi depresi dan kehilangan semangat hidup. Inilah mengapa seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidup, karena ia tidak berhasil menemukan jalan keluar dan sudah merasa begitu depresi terhadap berbagai masalah yang dihadapinya. 

Baca juga: 5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

Stres yang berujung depresi tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Jika kamu merasa tidak nyaman bercerita pada rekan atau teman, kamu bisa bercerita pada ahlinya. Pakai saja aplikasi Halodoc, dan temukan psikiater terbaik yang dapat membantu kamu terbebas dari stres dan masalah begadang. Bahkan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat.

Referensi: 
Psychcentral. Diakses pada 2020. Sleep and Mental Health Disorders.
WebMD. Diakses pada 2020. What Lack of Sleep Does to Your Mind.
Harvard Medical School. Diakses pada 2020. Sleep and Mental Health Online.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan