• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sirosis Tidak Dapat Disembuhkan?

Benarkah Sirosis Tidak Dapat Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Sirosis Tidak Dapat Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta - Sirosis adalah tahap akhir dari terjadinya jaringan parut (fibrosis) hati yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis. Setiap kali organ hati terluka, baik itu karena penyakit konsumsi alkohol berlebihan atau penyebab lainnya, maka hati dapat mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Saat proses hati memperbaiki dirinya sendiri, jaringan parut terbentuk. Saat sirosis berkembang, maka semakin banyak pula jaringan parut yang terbentuk. Sehingga menyulitkan hati untuk berfungsi (sirosis dekompensasi). Hal yang perlu diwaspadai adalah penyakit sirosis tingkat lanjut dapat mengancam jiwa. Sirosis umumnya tidak dapat diperbaiki. Namun, apabila diketahui lebih awal, penyebabnya dapat diobati.

Baca juga: Bukan Cuma Alkoholik, Perlemakan Hati Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Sirosis Tidak dapat Disembuhkan

Sebenarnya sirosis tidak dapat disembuhkan, tapi bisa diobati. Tujuan pengobatan penyakit ini adalah menghentikan kerusakan hati dan mencegah komplikasi. Penyalahgunaan alkohol, hepatitis, dan penyakit hati berlemak adalah beberapa penyebab utama sirosis. Perawatan dikhususkan berdasarkan pada penyebab sirosis seseorang dan jumlah kerusakan hati yang dialami. 

Apabila sirosis didiagnosis cukup dini, maka kerusakan diminimalkan dengan mengobati penyebab yang mendasari atau komplikasi yang muncul. 

  • Perawatan untuk ketergantungan alkohol: Penting bagi pengidap untuk berhenti minum alkohol jika sirosis disebabkan oleh konsumsi alkohol berat secara teratur dalam jangka panjang. Pada kebanyakan kasus, dokter akan merekomendasikan program pengobatan untuk mengatasi ketergantungan.
  • Pengobatan: Pengidap bisa diberikan resep obat untuk mengontrol kerusakan sel hati yang disebabkan oleh hepatitis B atau C. 
  • Mengontrol tekanan di vena portal: Darah dapat kembali ke vena portal yang memasok darah ke hati, menyebabkan tekanan darah tinggi di vena portal. Obat-obatan biasanya diresepkan untuk mengontrol peningkatan tekanan pada pembuluh darah lainnya. Tujuannya untuk mencegah pendarahan hebat.

Selanjutnya pengobatan hanya sebagai pendukung saja, termasuk diet tinggi protein dan garam (natrium) dan membatasi asupan cairan untuk mengontrol akumulasi cairan. Pada akumulasi cairan yang parah di perut atau edema, dapat diberikan obat-obatan diuretik. Obat lainnya diberikan untuk gangguan kebingungan mental dan koma pada saat pengobatan.

Baca juga: Keduanya Menyerang Hati, Ini Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

Perlu diketahui, komplikasi yang diakibatkan peningkatan tekanan di pembuluh darah di perut bergantung pada berat badan. Obat-obatan endoskopi bisa digunakan sebagai pengobatan pembuluh darah yang membesar di kerongkongan (varises esofagus) untuk mencegah perdarahan. 

Operasi dan transplantasi hati juga mungkin dilakukan apabila beberapa pilihan pengobatan sebelumnya tidak berhasil. Cara untuk mengetahui pengobatan yang tepat pada sirosis yang dialami, sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Uji Fungsi Hati Perlu Dilakukan Supaya Tetap Sehat

Perawatan Sirosis yang Bisa Diupayakan

Perawatan sirosis bervariasi berdasarkan apa yang menyebabkannya dan seberapa jauh gangguan berkembang. Beberapa perawatan yang mungkin diresepkan dokter meliputi:

  • Beta blocker atau nitrat (untuk hipertensi portal).
  • Berhenti minum alkohol (jika sirosis disebabkan oleh alkohol).
  • Prosedur banding (untuk mengontrol perdarahan dari varises esofagus).
  • Antibiotik intravena (untuk mengobati peritonitis yang dapat terjadi dengan asites).
  • Hemodialisis (untuk memurnikan darah orang yang mengalami gagal ginjal).
  • Laktulosa dan diet rendah protein (untuk mengobati ensefalopati).
  • Transplantasi hati adalah pilihan terakhir apabila pengobatan lain gagal.

Siapa pun yang mengalami sirosis, harus berhenti dan menjauhi minuman alkohol. Hal yang perlu diperhatikan bahwa semua obat yang dijual bebas tidak boleh dikonsumsi tanpa bertanya dengan dokter terlebih dahulu. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Are the Treatments for Cirrhosis?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you need to know about cirrhosis