• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sperma yang Banyak Jadi Penentu Kehamilan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sperma yang Banyak Jadi Penentu Kehamilan?

Benarkah Sperma yang Banyak Jadi Penentu Kehamilan?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Juli 2022

“Sperma yang banyak belum tentu bisa membuat pembuahan berhasil. Pasalnya, kemampuan gerak dan struktur sperma juga penting.”

Benarkah Sperma yang Banyak Jadi Penentu Kehamilan?Benarkah Sperma yang Banyak Jadi Penentu Kehamilan?

Halodoc, Jakarta – Salah satu penentu keberhasilan program hamil adalah sel sperma dari pria. Dalam hal ini, sperma harus memiliki kualitas dan kuantitas yang cukup. Namun, apakah berarti sperma yang banyak jadi kunci sukses pembuahan?

Selain itu, apakah semakin banyak sperma yang dikeluarkan suami berarti semakin bagus? Yuk cari tahu jawabannya!

Sperma yang Banyak Bukan Kunci Keberhasilan Pembuahan

Faktanya, hanya dibutuhkan hanya satu sperma untuk membuahi sel telur wanita. Setiap kali pria ejakulasi, rata-rata mereka mampu melepaskan hampir 100 juta sel sperma. Lantas, mengapa begitu banyak sperma yang dikeluarkan jika hanya dibutuhkan satu untuk menghasilkan kehamilan

Untuk membuahi sel telur yang menunggu, sperma harus melakukan perjalanan dari  vagina  ke saluran tuba atau tuba falopi. Perjalanan sulit ini menyebabkan hanya sedikit sperma yang bertahan. 

Proses ini merupakan cara alami yang memungkinkan hanya sperma yang paling sehat yang nantinya bisa membuahi sel telur. Alhasil, peluang untuk memiliki  bayi yang sehat menjadi lebih besar.

Nah, sperma yang banyak memang merupakan salah satu faktor penentu berhasilnya pembuahan. Peluang pembuahan bisa meningkat jika air mani yang dikeluarkan dalam satu kali ejakulasi mengandung setidaknya 15 juta sperma per mililiter. 

Terlalu sedikit sperma saat pria ejakulasi mungkin membuat lebih sulit untuk hamil. Sebab, ini berarti ada lebih sedikit “kandidat” sperma yang tersedia untuk membuahi sel telur.

Namun, tentu saja sperma yang banyak tidak jadi penentu utama. Ada beberapa faktor lain yang juga menentukan, yaitu:

  • Pergerakan Sperma. Untuk mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus bergerak melalui serviks, rahim, dan saluran tuba wanita. Ini dikenal sebagai motilitas. 
  • Struktur (Morfologi) Sperma. Sperma normal memiliki kepala oval dan ekor panjang, yang bekerja sama untuk membantu pergerakan. Struktur atau bentuk sperma abnormal, meskipun banyak, bisa memengaruhi keberhasilan pembuahan.

Terlalu Banyak Sperma Juga Tidak Baik

Sperma yang baik adalah yang cukup dari segi kuantitas dan kualitas. Terlalu banyak sperma juga bukan berarti hal yang bagus. Dalam medis, kondisi ini disebut hiperspermia. 

Memiliki kondisi hiperspermia memang tidak berdampak negatif pada kesehatan pria. Namun, kondisi ini bisa mengurangi kesuburan. Gejala utama hiperspermia adalah memproduksi jumlah cairan yang lebih banyak dari biasanya saat ejakulasi.

Studi pada 1995 yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction mendefinisikan hiperspermia sebagai kondisi ketika volume air mani lebih dari 6,3 mililiter (0,21 ons). 

Pria dengan hiperspermia mungkin jadi lebih sulit untuk membuat pasangannya hamil. Bahkan jika pasangannya benar-benar hamil, ada sedikit peningkatan risiko keguguran. Beberapa pria dengan hiperspermia memiliki dorongan seks yang lebih tinggi daripada pria tanpa kondisi tersebut.

Meski sperma yang terlalu banyak dapat memengaruhi kesuburan, hal ini tidak selalu terjadi. Beberapa pria yang memiliki volume air mani yang sangat banyak memiliki sperma yang lebih sedikit dari biasanya dalam cairan ejakulasi mereka. Ini membuat cairan lebih encer.

Memiliki jumlah sperma yang rendah mengurangi kemungkinan pria untuk membuahi sel telur pasangannya. Meskipun masih bisa membuat pasangan hamil, ini mungkin memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Jika volume air mani sangat banyak tetapi kamu masih memiliki jumlah sperma normal, hiperspermia seharusnya tidak memengaruhi kesuburan.

Jadi, intinya agar kehamilan terjadi, ada banyak sekali faktor yang memengaruhi. Sperma yang banyak tidak jadi jaminan pembuahan bisa berhasil, karena harus dilihat juga kemampuan gerak dan bentuk sperma. 

Jika kamu dan pasangan memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai sperma dan kesuburan, download Halodoc saja. Di aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya pada dokter berpengalaman dengan mudah dan cepat.

Referensi:
Human Reproduction. Diakses pada 2022. Hyperspermia: The Forgotten Condition?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Healthy Sperm: Improving Your Fertility.
WebMD. Diakses pada 2022. Sperm FAQ.
Healthline. Diakses pada 2022. What You Should Know About Hyperspermia.