• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Stres Berpengaruh pada Keberhasilan Bayi Tabung?

Benarkah Stres Berpengaruh pada Keberhasilan Bayi Tabung?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Stres Berpengaruh pada Keberhasilan Bayi Tabung?

Halodoc, Jakarta - Berjuang untuk bisa mendapatkan kehamilan tidak pernah menjadi hal yang mudah. Terlebih jika masih belum dikaruniai buah hati meski telah mencoba secara alami. Lantas, berbagai cara dan pendekatan pun ditempuh, termasuk dengan metode in vitro fertilization atau kerap disebut dengan istilah bayi tabung

Memang benar, sebagian besar wanita menginginkan kehamilan. Namun, tidak segera mendapatkannya bisa memicu munculnya stres. Ibu pasti pun tahu bahwa stres tidak dibolehkan sebelum atau selama hamil karena bisa memberikan pengaruh buruk pada kehamilan nantinya. Lalu, bagaimana jika kehamilan didapat melalui prosedur ivf? Benarkah stres bisa memengaruhi tingkat keberhasilan prosedur ini?

Stres dan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Dikatakan bahwa ketidakmampuan seorang wanita untuk bisa hamil akan membuat mereka merasa berbeda, cacat, yang berujung pada kesepian, gangguan kecemasan, dan depresi. Pun, merasa bahwa tekanan emosional seseorang turut berperan dalam kegagalan pengobatan yang dijalani hanya menambah stres yang tengah dirasakan.

Baca juga: Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Perkiraan Biayanya

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Science and Medicine, mengungkapkan bahwa tekanan emosional wanita tidak memiliki keterkaitan dengan hasil proses bayi tabung yang sedang dijalani tanpa memandang usia, riwayat pengobatan, dan berapa lama ketidaksuburan berlangsung. Jadi, kecemasan, stres, atau depresi yang dirasakan tidak berkaitan dengan hasil negatif pada proses bayi tabung. 

Meski begitu, tetap saja stres berkepanjangan bukan merupakan hal yang baik. Pasalnya, jika proses bayi tabung berhasil dan ibu dinyatakan hamil, mengelola stres sudah pasti harus dilakukan. Tidak hanya itu, ibu juga harus mengurangi aktivitas fisik yang bisa memicu kelelahan berlebihan pada tubuh. Kesalahan akan membuat ibu rentan mengalami keguguran pada kehamilan trimester pertama. 

Tidak boleh lupa, periksakan kondisi kehamilan secara rutin di rumah sakit terdekat. Nah, agar tidak perlu lagi mengantre, ibu bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tentukan saja hari dan jamnya, ibu hanya tinggal datang tanpa repot lagi mengurus administrasi pendaftaran. 

Baca juga: Benarkah Bayi Tabung Berisiko Alami Autisme?

Risiko Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Meski stres tidak berdampak langsung pada keberhasilan program bayi tabung, ibu juga harus mengingat bahwa masih ada faktor lain yang bisa berpengaruh pada keberhasilan prosedur ini, seperti pola makan dan pola hidup yang sehat. Hindari semua hal negatif yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin, jangan lupa juga untuk rutin mengonsumsi vitamin penunjang kehamilan dan menjaga asupan nutrisi harian. 

Pasalnya, ada beberapa risiko yang perlu ibu ketahui ketika memilih untuk menjalani kehamilan dengan program bayi tabung, seperti:

  • Kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi di luar rahim. Biasanya, sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ lain selain rahim, seringnya pada tuba falopi, leher rahim, atau rongga perut. Ibu akan merasakan gejala, seperti kram perut yang hebat dan perdarahan ringan ketika mengalami kondisi ini.
  • Kehamilan kembar. Metode bayi tabung sering dipilih ketika ibu ingin mendapatkan kehamilan kembar. Akan tetapi, ibu juga harus tahu bahwa ada risiko kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah yang menyertai. 
  • Hiperstimulasi ovarium, yaitu kondisi ketika ovarium menghasilkan sel telur lebih banyak dari biasanya. Ini disebabkan karena dampak dari obat penyubur yang diberikan ketika ibu sedang menjalani program bayi tabung. 

Baca juga: Anak dari Bayi Tabung Lebih Rentan Alami Obesitas, Benarkah?

Jadi, stres secara tidak langsung tidak berpengaruh terhadap keberhasilan prosedur bayi tabung yang ibu jalani. Namun, tetap hindari stres berlebihan, ya!



Referensi:
Health Day. Diakses pada 2021. Stress Won't Undermine Fertility Treatment Success: Study.
Fertility Center of New England. Diakses pada 2021. Does Stress Impact Success With IVF?
Marci Lobel, et al. 2018. Diakses pada 2021. Just relax and you'll get pregnant? Meta-analysis examining women's emotional distress and the outcome of assisted reproductive technology. Social Science and Medicine 213: 54-62.