• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Alopecia Areata?

Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Alopecia Areata?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Stres menjadi masalah kesehatan mental yang paling sering terjadi di masyarakat. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa stres bisa menjadi kondisi yang berbahaya jika terjadi dalam jangka panjang dan seseorang tidak mampu mengontrol emosi negatif yang muncul. Dampak terkuat dari stres jangka panjang, misalnya gangguan kecemasan dan depresi.

Baca Juga: Inilah 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kebotakan

Stres dan Kerontokan Rambut

Sebenarnya, sangat umum bagi rambut untuk mengalami perubahan tekstur dan ketebalan pada seseorang selama hidupnya. Meski begitu, rambut yang kian menipis karena rontok tidak pernah menjadi hal mudah bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Jika rambut kamu tampak menipis atau rontok, sudah pasti kamu mungkin ingin tahu alasannya. Apakah rambut rontok karena stres, faktor keturunan, atau faktor lain? Ternyata, ketiganya berperan dalam menyebabkan rambut rontok. Berikut ini beberapa jenis rambut rontok yang mungkin perlu kamu ketahui:

  • Rambut Rontok Normal

Kamu mungkin baru mengetahui bahwa ada rentang hidup alami untuk setiap helai rambut yang akan mengalami kerontokan secara alami. Faktanya, kamu kehilangan sekitar 100 rambut per hari, dari 100.000 rambut rata-rata di kulit kepala. Ini karena beberapa faktor:

  • Penuaan: Setelah usia 30 tahun (dan bisa sebelumnya), pria dan wanita mulai kehilangan rambut, meskipun pria cenderung mengalaminya lebih cepat.
  • Umur: Umur rata-rata sehelai rambut adalah 4,5 tahun. Rambut kemudian rontok dan diganti dalam waktu 6 bulan dengan rambut baru.
  • Perawatan khusus: Keramas, mengeringkan rambut, dan menyikat rambut dapat menyebabkan beberapa rambut terjatuh atau rontok. Sayangnya, aktivitas ini masih dilakukan secara rutin.

Baca juga: Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

  • Rambut Rontok karena Genetik

Kerontokan rambut yang terjadi karena faktor genetik bukan karena jumlah rambut rontok yang berlebihan, melainkan karena jumlah rambut yang tumbuh kembali tidak sebanding dengan rambut yang rontok. Hal ini bisa mengakibatkan pola kebotakan. Kebotakan herediter dikaitkan dengan beberapa faktor:

  • Umur: Pada usia 30, satu dari empat pria mengalami kebotakan. Sementara itu, pada usia 60, dua dari tiga pria telah mengalami kebotakan.
  • Jenis kelamin: Kebotakan keturunan lebih sering terjadi pada pria daripada pada wanita.
  • Hormon: Kebotakan dikaitkan dengan hormon testosteron. Wanita yang memiliki lebih banyak hormon testosteron seiring bertambahnya usia cenderung kehilangan lebih banyak rambut. Ini pula yang menjadi penyebab pria mengalami kebotakan.

Kamu pun mungkin pernah mendengar bahwa stres bisa menyebabkan kerontokan rambut, ternyata itu memang benar. Rambut rontok yang terjadi akibat stres disebabkan oleh lingkungan dan mungkin lebih mudah dikendalikan jika stres dapat dikelola.

Stres fisik atau emosional yang berlebihan, seperti yang berhubungan dengan cedera, penyakit, atau sebab lainnya dapat mengakibatkan salah satu dari kerontokan rambut berikut ini:

  • Alopecia areata: Kerontokan rambut akibat stres ini melibatkan serangan sel darah putih pada folikel rambut. Stres menjadi pemicu terjadinya peradangan yang mengakibatkan ketidakmampuan sistem imun mengenali sumber bahaya dengan benar atau disebut dengan penyakit autoimun.
  • Telogen effluvium: Ketika tubuh mengalami stres, sebagian besar rambut akan masuk ke dalam fase istirahat dalam tempo yang lebih cepat. Lalu, tiga bulan kemudian, rambut akan mengalami kerontokan. Jika stres terjadi dalam jangka panjang, fase ini akan terus terjadi sehingga menyebabkan kebotakan.

Baca juga: Kenali Tandanya, Ini 4 Cara Mudah Atasi Stress

Mencegah Rambut Rontok ketika Stres

Hal terpenting adalah mampu mengelola stres dengan baik. Kamu bisa melakukan kegiatan positif untuk menyalurkan emosi negatif dengan membaca buku, menulis, mendengarkan lagu, atau pergi berjalan-jalan. Mengubah gaya hidup juga bisa membantu mengurangi stres dan kerontokan rambut, seperti cukup tidur, mengonsumsi makanan sehat, memenuhi asupan cairan, dan berolahraga.

Jika memang diperlukan, konsumsi vitamin untuk membantu menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Kamu tidak perlu harus ke apotek untuk membelinya, download saja aplikasi Halodoc dan gunakan layanan pharmacy delivery jika ingin membeli obat dan vitamin lebih mudah tanpa harus keluar rumah.



Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2021. The Link Between Stress and Hair Loss.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Can stress cause hair loss?