• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Suka Cari Perhatian Termasuk Tanda Penyakit Mental?

Benarkah Suka Cari Perhatian Termasuk Tanda Penyakit Mental?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu bertemu atau memiliki teman yang selalu terlihat haus akan perhatian dari orang sekitar? Saat tidak ada yang memperhatikan, orang tersebut terlihat gusar dan selalu berusaha untuk mencari perhatian. Tahukah kamu, ternyata hal tersebut bisa berkaitan dengan penyakit mental yang disebut dengan gangguan kepribadian histrionik? Apa itu?

Gangguan kepribadian histrionik menyebabkan pengidapnya memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap perhatian dari orang lain. Tak jarang, orang dengan gangguan ini akan melakukan apa saja untuk mencari perhatian. Pengidap gangguan kepribadian histrionik sering kali mencemaskan penampilan, dramatis saat berbicara, serta suka mencari perhatian. 

Baca juga: Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian, Hati-Hati Alami Gangguan Kepribadian

Mengenal Gangguan Kepribadian Histrionik dan Penyebabnya

Setiap manusia mungkin menyukai perhatian, tapi biasanya hanya dalam hal tertentu atau sesekali saja. Namun, ternyata ada kondisi yang bisa membuat seseorang sangat membutuhkan perhatian dari orang lain. Hal ini masuk dalam penyakit mental yang disebut dengan gangguan kepribadian histrionik. Orang dengan gangguan ini senang dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. 

Saat tidak diperhatikan atau diabaikan, pengidap penyakit mental ini biasanya akan merasa tidak nyaman bahkan gelisah. Pada tingkat yang lebih parah, pengidap gangguan kepribadian histrionik bisa melakukan perilaku provokatif untuk mencari perhatian orang lain. Selain suka mencari perhatian, pengidap gangguan ini biasanya juga kesulitan dalam mencapai keintiman secara emosional. 

Selain suka mencari perhatian, gangguan ini juga ditandai dengan perasaan tidak nyaman saat tidak menjadi pusat perhatian, sering melakukan tindakan provokatif, ekspresi emosi yang berubah dengan cepat dan dangkal, gaya bicara yang impresionistik dan kurang detail, serta secara konsisten menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian. 

Orang dengan gangguan ini juga kerap bertingkah dramatis, mengekspresikan emosi secara berlebihan, serta sangat mudah dibujuk dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan. Gangguan ini disebut lebih rentan menyerang wanita dibanding pria. Seperti kebanyakan gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian histrionik biasanya akan menurun intensitasnya seiring bertambahnya usia. 

Baca juga: 3 Jenis Terapi yang Bisa Tangani Gangguan Narsistik

Ada beberapa faktor yang disebut bisa menjadi pemicu seseorang mengalami kondisi ini, mulai dari faktor biologis dan genetik, faktor lingkungan sosial, serta psikologis. Namun perlu diingat, tidak ada faktor tunggal yang bertanggung jawab atas kondisi ini. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi ini dan mencari tahu apa penyebabnya. 

Selain gangguan kepribadian histrionik, suka mencari perhatian juga bisa menjadi tanda gangguan narsistik. Secara umum, gangguan narsistik sering ditandai dengan gejala suka mencari perhatian, mementingkan diri sendiri, dan menuntut kekaguman kepada dirinya sendiri. Artinya, orang yang mengidap gangguan ini cenderung selalu membutuhkan pengakuan dari orang sekitar. 

Narsistik masuk dalam jenis gangguan mental yang bisa terjadi pada siapa saja. Sebenarnya, merasa sedikit narsis dan ingin membanggakan diri sendiri adalah hal yang manusiawi. Namun, jika hal ini terjadi dalam tingkat ekstrem dan berlebihan. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda dari gangguan kepribadian narsistik. Dalam jangka panjang, gangguan ini disebut bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Baca juga: Jenis Gangguan Mental yang Dapat Memengaruhi Perkembangan Anak

Jika masih ragu dan butuh saran atau informasi seputar gangguan kepribadian histrionik maupun narsistik, kamu bisa menanyakan pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menghubungi psikolog atau psikiater melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dan gejala apa saja yang muncul dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic personality disorder.
Psych Central. Diakses pada 2020. Histrionic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Histrionic Personality Disorder.