• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Tekanan Darah Dipicu oleh Sakit Jantung?

Benarkah Tekanan Darah Dipicu oleh Sakit Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tekanan darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi ketika angka tekanan darah berada di bawah normal. Tekanan darah rendah adalah pertanda bahwa jantung, otak, dan beberapa bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan pasokan darah yang sesuai kebutuhannya. 

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, setiap orang mungkin pernah mengalaminya sekali waktu. Kadang-kadang tekanan darah rendah juga tidak menimbulkan gejala. Orang yang rutin berolahraga umumnya memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga atau aktivitas fisik lainnya. 

Tekanan Darah Rendah Disebabkan Adanya Gangguan pada Jantung

Tekanan darah rendah ditandai dengan gejala pusing kepala, bahkan hingga pingsan. Meskipun kondisi ini termasuk wajar, jika sudah pada kadar yang parah, harus segera mendapatkan penanganan. Jika itu terjadi, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.

Tekanan darah setiap orang dapat berubah-ubah sepanjang hari. Biasanya, tekanan darah akan meningkat dari waktu ke waktu. Aktivitas dan suasana hati juga dapat memengaruhi tekanan darah seseorang. 

Baca Juga : Ketahui 4 Ciri Tekanan Darah Rendah

Penyebab tekanan darah rendah lainnya yaitu adanya masalah pada kesehatan jantung. Sejumlah penyakit jantung yang menyebabkan hipotensi yaitu bradikardia atau detak jantung lemah, penyakit katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung. 

Ketika seseorang mengalami masalah jantung tersebut, fungsi jantung melakukan sirkulasi darah tidak dapat bekerja secara optimal. Pada sebagian orang, hipotensi dapat terjadi jika tiba-tiba berdiri dari posisi jongkok, duduk, atau tidur. Gravitasi juga menyebabkan darah di tubuh berkumpul di kaki saat berdiri. 

Ketika kamu pusing saat tiba-tiba berdiri dari posisi duduk, seharusnya tubuh menyeimbangkan tekanan darah dan pembuluh darah pun jadi menyempit. Tujuannya untuk memastikan bahwa sejumlah darah akan kembali ke otak. Hanya saja, pengidap yang mengalami hipotensi (khususnya hipotensi ortostatik) sering kali gagal ketika menyeimbangkannya. Dengan begitu, tekanan darah justru semakin rendah, hingga menyebabkan kepala pusing, pandangan kabur, dan mungkin pingsan (hilang kesadaran).

Baca Juga : Tekanan Darah Rendah atau Tinggi, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Ada banyak hal yang menyebabkan tekanan darah rendah ortostatik. Di antaranya adalah dehidrasi, terlalu lama dalam posisi tidur, kehamilan, diabetes, penyakit jantung, luka bakar, udara terlalu panas, dan beberapa masalah saraf. 

Mengatasi dan Mencegah Tekanan Darah Rendah

Mengatasi tekanan darah rendah dapat dilakukan dengan menjalankan gaya hidup sehat. Beberapa langkah ini pun dapat dilakukan, seperti:

  • Minum Air Putih yang Cukup

Dehidrasi dapat menurunkan tekanan darah. Jika kamu minum air yang cukup setiap hari, maka akan mengurangi dehidrasi dan volume darah pun meningkat. Kebiasaan untuk lebih memilih air putih dibanding jenis air lainnya (misalnya alkohol, kopi, atau softdrink) bisa menjadi cara yang sehat untuk meningkatkan tekanan darah agar tidak terlalu rendah. 

  • Terapkan Pola Makan Sehat

Kamu bisa memulai hari dengan mengonsumsi berbagai makanan yang dapat mengatasi tekanan darah rendah. Pilihan makanan bisa berupa biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Buah dan sayuran dapat mengatasi tekanan darah rendah secara alami. 

Baca Juga : Tekanan Darah Rendah? Coba 7 Makanan Ini

  • Mengubah Posisi Tubuh Secara Perlahan

Misalnya, sebelum bangun tidur, tarik napas dalam-dalam selama beberapa menit. Duduk secara perlahan dan tetap duduk setidaknya 1 menit sebelum benar-benar bangkit dari tempat tidur. Tidurlah dengan bantal yang agak tinggi, karena ini dapat membantu melawan efek gravitasi yang membuat kepala pusing.

Selain langkah-langkah tersebut, cobalah untuk rutin berolahraga atau beraktivitas fisik. Ini baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Cobalah untuk konsisten berolahraga, setidaknya 30 menit sehari dan lakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. 


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Low blood pressure (hypotension).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Low Blood Pressure (Hypotension).