• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Tingkat Stres Tinggi Sebabkan Penyalahgunaan Zat?

Benarkah Tingkat Stres Tinggi Sebabkan Penyalahgunaan Zat?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Stres dapat didefinisikan sebagai tuntutan atau ketegangan emosional atau fisik yang menyebabkan tubuh melepaskan neurokimia dan hormon kuat lainnya. Perubahan emosi dan fisik ini merupakan respons stres. Orang yang stres umumnya mengalami peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah, jantung berdetak lebih cepat, dan otot-otot terasa tegang. 

Stres bisa menjadi faktor risiko utama seseorang menyalahgunakan zat atau obat-obatan. Penyalahgunaan zat terjadi karena tubuh tidak mampu mencegah atau mengelola stres dengan baik, sehingga tubuh justru meningkatkan respons impulsif dan melakukan pengobatan sendiri dengan zat yang tidak seharusnya. 

Baca juga: Tips Menghilangkan Stres Dalam Waktu Singkat

Hubungan Stres dengan Penyalahgunaan Zat

Salah satu kaitan antara stres dan penyalahgunaan zat adalah teori pengobatan sendiri. Tindakan ini ditunjukkan dengan orang yang mengalami stres cenderung menggunakan obat-obatan dan alkohol untuk mengatasi ketegangan yang disebabkan stres. Dengan begitu, penyalahgunaan zat seperti penggunaan narkoba dan alkohol berfungsi sebagai sarana untuk mengatur emosi dan menenangkan tekanan psikologis. 

Stres emosional yang tinggi berkaitan dengan hilangnya kendali atas impuls dan tubuh tidak mampu menunda kepuasan. Stres yang sudah kronis dapat mengurangi kontrol kognitif dan regulasi stres di otak. Otak yang stres akan kehilangan kemampuan untuk menjadi reflektif dan menjadi otomatis. Orang yang stres cenderung menuruti impuls, seperti merokok, makan berlebihan, minum alkohol, dan penyalahgunaan obat resep untuk mengatasi stres sehari-hari. 

Intinya, peristiwa kehidupan yang menegangkan atau memicu stres dan strategi pencegahan stres yang buruk dapat memengaruhi risiko kecanduan dan penyalahgunaan zat. Itulah mengapa setiap orang harus memahami lebih baik bagaimana stres bekerja dan perlu memiliki keterampilan untuk mencegah dan mengelola stres. Ini agar orang yang stres tidak mengambil jalan pintas dengan penyalahgunaan zat. 

Baca juga: Hindari Stres, Saatnya Lakukan 5 Olahraga Ringan di Meja Kerja

Mengelola Stres dengan Cara yang Bijak

Mengobati stres dengan cara penyalahgunaan zat hanya akan merusak tubuh lebih buruk lagi. Sebaiknya kelola stres dengan cara yang bijak, agar tubuh tidak merusak dirinya sendiri. 

  • Bicarakan Masalah yang Dialami

Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi stres. Berbagi cerita dan membicarakan masalah yang menjadi penyebabnya dapat meringankan tekanan dan ketegangan. Jika kamu merasa sudah terlalu berat, jangan ragu dan sungkan untuk mengajak bicara orang terdekat atau keluarga. Bila perlu kamu juga bisa membicarakannya pada profesional seperti psikolog melalui aplikasi Halodoc

  • Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Di kala stres, luangkan waktu untuk diri sendiri. Lupakan sejenak masalah dan tekanan dari luar tubuh dengan memanjakan diri melalui hal menyenangkan. Kamu dapat mengisi me time dengan hal menyenangkan atau hobi yang sudah jarang kamu lakukan, seperti membaca buku, jalan-jalan dan liburan, atau pergi ke salon. 

  • Meditasi

Jika tidak cukup waktu untuk pergi liburan, kamu dapat melakukan meditasi di rumah untuk mengatasi stres. Meditasi atau yoga bisa memberi efek positif bagi kesehatan jiwa dan membuat tubuh terasa lebih sehat. Dengan yoga dapat membantu memberi keseimbangan, ketenangan, dan kedamaian dalam tubuh. 

Baca juga: Hindari Stres, Saatnya Lakukan 5 Olahraga Ringan di Meja Kerja

  • Menjalankan Pola Hidup Sehat

Menjalankan pola hidup sehat tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga baik untuk kesehatan mental. Kamu bisa mengatasi stres dengan mengonsumsi makanan sehat yang dapat membantu menenangkan pikiran. 

  • Rutin Olahraga

Berolahraga secara rutin juga dapat membantu menurunkan tingkat stres. Dengan berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon “bahagia” yang dapat membantu memperbaiki suasana hati, sehingga stres pun teratasi. 

Nah, itulah yang perlu kamu ketahui mengenai stres dan penyalahgunaan zat. Ingatlah bahwa penyalahgunaan zat bukanlah jalan keluar terbaik untuk mengatasi stres. Banyak cara yang lebih bijak dan tidak menyakiti tubuh. 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Stress and Addiction.
Scholastic. Diakses pada 2020. Stress and Drug Abuse: The Brain Connection.