Benarkah Tumor Otak Sebabkan Distonia?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Tumor Otak Sebabkan Distonia?

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan kondisi tubuh yang sering mengalami kram otot dan disertai dengan tubuh yang gemetar tanpa alasan yang jelas. Bisa jadi kamu mengalami gejala dari kondisi distonia. Distonia sendiri merupakan salah satu kondisi dimana terdapat gangguan yang dapat membuat otot bergerak sendiri tanpa kamu sadari.

Baca juga: Gara-Gara Distonia, Postur Tubuh Bisa Terganggu?

Tidak hanya salah satu anggota tubuh saja yang mengalami pergerakan otot dengan sendirinya, distonia bisa dialami pada seluruh bagian tubuh. Akibat kondisi ini, pengidap distonia bisa memiliki perbedaan pada bagian tubuh yang mengalami pergerakan otot. Ketahui gejala dan penyebab dari kondisi distonia agar dapat melakukan pencegahan lebih dini.

Selain Tumor Otak, Ketahui Penyebab Distonia

Distonia adalah kondisi yang jarang terjadi. Meskipun begitu, kebanyakan pengidap distonia adalah wanita dibandingkan pria. Nyatanya, penyebab distonia belum diketahui hingga sekarang, namun ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab seseorang alami distonia, salah satunya adalah faktor kelainan genetik. 

Selain itu, ada beberapa faktor lain seperti gangguan pada sistem saraf. Ada beberapa penyakit gangguan sistem saraf yang diduga menjadi penyebab seseorang alami distonia, seperti tumor otak, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, cerebral palsy atau dikenal sebagai kelumpuhan otak dan stroke.

Selain penyakit gangguan sistem saraf, penyakit Wilson dan penyakit huntington bisa menjadi faktor lain yang meningkatkan seseorang alami distonia. Jika kamu tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, tetap berhati-hati ketika melakukan berbagai aktivitas fisik. Cedera pada bagian kepala atau tulang belakang juga bisa menyebabkan seseorang alami distonia.

Baca juga: Mengapa Gangguan Otot Distonia Terjadi?

Ada beberapa gejala yang perlu diketahui saat seseorang alami distonia, seperti tubuh yang mengalami tremor atau kedutan di salah satu bagian tubuh. Selain itu, pengidap distonia lebih sering alami kram otot dan mata berkedip yang tidak terkendali. Pengidap distonia juga kerap alami gangguan berbicara dan kesulitan menelan.

Atasi Distonia dengan Cara Ini

Sebelum melakukan pengobatan untuk mengatasi kondisi distonia, segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami. Kini kamu bisa membuat janji secara online dengan dokter  di rumah sakit pilihan, caranya melalui aplikasi Halodoc. Jadi, tidak perlu mengantre lama lagi, ya!

Setelah melihat kondisi dan gejala pasien, pemeriksaan dilakukan dengan tes urine dan tes darah. MRI juga dilakukan sebagai pemeriksaan bagian otak untuk mengetahui kelainan pada otak. 

Electromyography (EMG) dilakukan sebagai pemeriksaan lainnya untuk memeriksa aktivitas aliran listrik pada otot seseorang yang alami gejala distonia. Terakhir, tim medis melakukan pemeriksaan melalui tes genetik. Tes genetik dilakukan apakah penyebab distonia berhubungan dengan penyakit turunan seperti penyakit huntington.

Baca juga: Inilah 9 Jenis Distonia yang Perlu Diwaspadai

Setelah pemeriksaan, pengobatan dilakukan untuk menurunkan gejala yang muncul pada pengidap distonia. Hingga saat ini pengobatan yang dilakukan tidak dapat menghilangkan kondisi distonia secara tuntas, namun pengobatan dilakukan untuk membantu mengurangi gejala yang muncul.

Penggunaan obat-obatan, suntikan botox, fisioterapi, dan operasi menjadi pilihan untuk mengurangi gejala yang dialami oleh pengidap distonia. Tentu, jika kondisi ini tidak dirawat dengan baik, distonia bisa mengakibatkan komplikasi, seperti kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, gangguan makan karena kesulitan menelan, gangguan sosialisasi karena sulit berbicara, gangguan penglihatan ketika distonia dialami pada bagian mata atau kelopak mata, dan gangguan psikologi pada pengidap distonia.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Distonia
NCBI. Diakses pada 2019. Diagnosis and Treatment Distonia