• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Ukuran Klitoris Setiap Wanita Berbeda?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Ukuran Klitoris Setiap Wanita Berbeda?

Benarkah Ukuran Klitoris Setiap Wanita Berbeda?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 November 2021
Benarkah Ukuran Klitoris Setiap Wanita Berbeda?

"Ukuran klitoris tiap wanita berbeda-beda, tapi hal itu tidak memengaruhi kepuasan seksual. Beberapa faktor, seperti rangsangan seksual, pertambahan usia dan menopause bisa membuat perubahan pada ukuran klitoris. Sama halnya seperti vagina, klitoris juga perlu dijaga kebersihannya agar tetap sehat."

Halodoc, Jakarta – Klitoris menjadi salah satu bagian tubuh dari anatomi genital tubuh yang menetapkan seseorang menjadi perempuan ketika dilahirkan dan juga organ reproduksi wanita. Hampir sama dengan penis, klitoris merupakan salah satu organ ereksi, meskipun bagian ini terdapat di dalam dan tidak terlalu kelihatan secara langsung oleh mata.

Lalu, benarkah ukuran klitoris berbeda pada tiap wanita? Nah, untuk mengetahui hal tersebut tidak ada salahnya simak lebih banyak ulasannya dalam artikel ini.


Ukuran Klitoris Berbeda Tiap Wanita

Seperti halnya Mr. P, ternyata ukuran klitoris setiap wanita juga berbeda-beda. Namun lebih dari itu, secara internal klitoris memang berukuran lebih besar ketimbang penampakan dari luar.

Rata-rata ukuran klitoris adalah panjang 1,52 sentimeter dan lebar sekitar 1 sentimeter. Biasanya, wanita Asia memiliki ukuran klitoris lebih kecil ketimbang wanita dari Eropa, Amerika, dan Afrika.

Menurut Rebecca Chalker, Ph.D, seorang Professor of Sexology di Pace University mengatakan, bahwa klitoris hampir serupa dengan penis. Klitoris akan memiliki bentuk yang berbeda-beda pada tiap wanita. Namun, Chalker menyebutkan bahwa ukuran klitoris tidak akan memengaruhi kepuasaan seksual.

Semua tergantung dari cara penyampaian rangsangan dan bagaimana kamu bereaksi terhadap rangsangan. Semua wanita memiliki titik-titik rangsangannya sendiri, ada baiknya mendiskusikan kepada pasangan bagian mana yang ingin disentuh.

Pada klitoris, terdapat 8000 saraf yang membuat hampir 90 persen wanita yang mendapatkan orgasmenya dari rangsangan melalui klitoris dan bukan penetrasi. Bahkan menurut penelitian, hanya sekitar 2535 persen saja wanita yang mengalami orgasme melalui penetrasi.

Selain faktor rangsangan, pertambahan usia dan mengalami menopause akan memberikan perubahan juga pada klitoris dalam hal warna dan ukuran, yaitu ukuran klitoris jadi membesar.

Menurunnya kadar estrogen dan progesteron akan memengaruhi libido dan fungsi seksual. Jaringan Miss V akan menjadi lebih tipis dan terjadi penipisan jaringan di area sekitar klitoris mengurangi produksi pelumas alami, sehingga memberikan rasa sakit saat berhubungan intim.

Sama seperti jaringan tubuh yang lain, supaya tetap aktif, klitoris harus secara rutin diberikan rangsangan. Bila tidak diberikan rangsangan, klitoris bisa mengalami atrofi klitoris yaitu situasi ketika klitoris mengering bahkan menutup karena kekurangan aliran darah. Orgasme dapat memberikan percepatan aliran darah pada klitoris, sehingga membuat klitoris tetap sehat dan tidak mengering apalagi menciut. 

Ini Cara Menjaga Kesehatan Klitoris

Sama halnya seperti Miss V, klitoris sebagai bagian dari Miss V perlu dijaga kebersihannya. Mulai dari hal yang standar seperti membersihkan Miss V dari depan ke belakang, jangan menggunakan pembalut dengan bahan berpewangi, ganti pembalutmu empat jam sekali, ganti celana dalammu minimal dua kali sehari, dan konsumsi makanan sehat untuk menjaga kesehatan Miss V seperti:

1. Yoghurt

Yoghurt adalah makanan probiotik yang dapat menurunkan risiko infeksi pada Miss V. Mengonsusmi yoghurt dapat menjaga keseimbangan pH alami pada Miss V.

2. Jus Cranberry

Jus cranberry dapat mencegah dan meringankan infeksi saluran kemih. Baiknya konsumsi jus cranberry tanpa gula, supaya kamu dapat mengonsumsinya lebih banyak.

3. Air

Tetap terhidrasi dapat menjaga aroma Miss V tetap normal dan tidak berbau. Makanan dapat memengaruhi perubahan aroma pada Miss V. Maka dari itu, minum air putih dapat menjaga aroma Miss V tetap netral.

4. Teh Jahe

Teh jahe dapat meringankan kram perut akibat menstruasi. Selain itu, teh jahe dapat mencegah infeksi pada Miss V melalui kandungan antibiotik alaminya.

5. Buah dan Sayuran Segar

Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar dapat menjaga keseimbangan pH alami dan aroma pada Miss V tetap netral. Sayuran yang baik untuk kesehatan Miss V adalah nanas, kedelai, ubi jalar, dan apel. Hindari makanan yang terlalu manis yang dapat membuat area Miss V lebih lembap ketimbang biasa.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai ukuran klitoris serta pertanyaan lainnya seputar kesehatan Miss V, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Tanya Dokter kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. 8 Bites for Your Bits: Your Vagina’s Favourite Foods.
Very Well Health. Diakses pada 2021. The Anatomy of the Clitoris.
Health. Diakses pada 2021. 10 Things You Never Knew About The Clitoris.