• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Vaksin Polio Bisa Digunakan untuk Kanker Otak?

Benarkah Vaksin Polio Bisa Digunakan untuk Kanker Otak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Vaksin Polio Bisa Digunakan untuk Kanker Otak?

“Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel tidak normal di otak. Penyakit ini biasanya diobati dengan pengobatan standar yang meliputi operasi, radiasi, dan kemoterapi. Namun, vaksin polio diketahui juga bisa digunakan untuk mengobati kanker otak. Menurut penelitian, pengidap kanker otak yang menerima virus polio yang sudah dilemahkan, bisa hidup lebih lama daripada pengidap yang hanya menerima pengobatan biasa.”

Halodoc, Jakarta – Kanker otak adalah jenis penyakit berbahaya yang menyerang otak. Kanker otak bisa memengaruhi fungsi sistem saraf pengidapnya, tergantung pada tingkat pertumbuhan dan lokasi tumor.

Pengobatan standar kanker otak umumnya terdiri dari pembedahan, radiasi, dan kemoterapi. Namun, sebagian besar pasien mengalami kekambuhan tumor dan waktu kelangsungan hidup rata-rata hanya 12–18 bulan setelah diagnosis.

Nah, selain pengobatan standar tersebut, virus polio juga bisa digunakan untuk mengobati kanker otak. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine, 21 persen pasien dengan glioblastoma (kanker otak mematikan) yang menerima virus polio memiliki waktu hidup lebih lama ketimbang yang hanya menerima pengobatan standar kanker otak. Berikut ulasannya.

Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Gejala Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Manfaat Vaksin Polio untuk Kanker Otak

Menurut National Brain Tumor Society, sekitar sepertiga dari semua tumor otak adalah glioma, sekelompok tumor otak yang mencakup glioblastoma. Sekitar 80.000 orang per tahun didiagnosis dengan tumor otak, dan sekitar 24.000 di antaranya ganas. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata untuk semua pengidap kanker otak ganas hanya 34,7 persen.

Namun, ada bukti bahwa beberapa virus bisa menyerang tumor dan membunuhnya. Tidak jelas mengapa, virus juga bisa membuat tumor lebih terlihat oleh sistem kekebalan tubuh.

Penemuan yang dipublikasikan secara online di New England Journal of Medicine adalah update terbaru pada vaksin kanker eksperimental yang dikembangkan di Duke Cancer Institute di Durham, North Carolina untuk pasien dengan glioblastoma.

Vaksin eksperimental tersebut melibatkan virus polio yang dimodifikasi secara genetik, yang dimasukkan ke dalam kanker otak melalui kateter yang ditanamkan melalui operasi. Vaksin bekerja dengan memicu sistem kekebalan tubuh untuk secara khusus menargetkan sel tumor.

Uji coba fase 1 dirancang untuk menemukan dosis yang aman. Hal ini melibatkan 61 pasien yang diobati dengan vaksin virus polio yang kemajuannya dibandingkan dengan catatan riwayat pasien serupa yang diobati dengan terapi standar. Beberapa pasien yang menerima dosis vaksin yang lebih tinggi mengalami pembengkakan otak dan kejang, dan sebian besar diberikan vaksin dengan dosis yang dikurangi.

Baca juga: Penting, Ketahui Perbedaan Vaksin Polio Tetes dan Vaksin Polio Injeksi

Vaksin menunjukkan respons yang dramatis pada beberapa pasien, dengan dua orang masih bertahan hidup setidaknya 69 bulan. Namun, sebagian besar tidak mendapat manfaat dan banyak (69 persen) memiliki efek samping yang disebabkan oleh vaksin.

Untuk semua 61 pasien, setengahnya masih hidup pada 12,5 bulan, ukuran yang dikenal sebagai rata-rata kelangsungan hidup keseluruhan, dibandingkan 11,3 bulan pada kelompok kontrol.

Bagi pasien yang bertahan selama dua tahun, dampak dari vaksin kanker menjadi lebih nyata. Pada tahun kedua, 21 persen pasien yang diobati dengan vaksin masih hidup, dibandingkan dengan 14 persen dari kelompok kontrol historis. Angka itu tetap stabil dalam tahun ketiga, dengan 21 persen pasien vaksin masih hidup, dibandingkan dengan 4 persen dari kelompok kontrol.

“Mirip dengan banyak imunoterapi, beberapa pasien tidak merespon pada pengobatan dengan vaksin virus polio tersebut karena satu dan lain alasan. Bila mereka merespons, maka mereka bisa menjadi penyintas kanker otak jangka panjang,” ungkap Dr. Annick Desjardins, salah satu penulis penelitian, menjelaskan.

Sebanyak 8 pasien yang mengikuti uji coba tersebut tidak memiliki tumor yang tumbuh lagi dan dua pasien tidak memiliki tumor otak sama sekali. Namun, uji coba fase dua sedang berlangsung.

Baca juga: Ini Alasan Kanker Otak Bisa Berakibat Fatal

Itulah penjelasan mengenai virus untuk mengobati kanker otak. Bila kamu mengalami sakit kepala yang biasanya memburuk di pagi hari, mual, muntah, kurang keseimbangan, dan kehilangan ingatan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan kanker otak. 

Kamu juga bisa membicarakan gejala kesehatan yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call atau Chat, dokter Halodoc bisa memberi diagnosis awal dan saran kesehatan yang tepat untuk kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Google Play atau App Store. 



Referensi:
Reuters. Diakses pada 2021. Modified polio vaccine extends lives in U.S. brain cancer study.
NBC News. Diakses pada 2021. Modified polio vaccine helps fight deadly brain tumors.