• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Vaksinasi COVID-19 Tanpa Efek Samping itu Gagal?

Benarkah Vaksinasi COVID-19 Tanpa Efek Samping itu Gagal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Vaksinasi COVID-19 Tanpa Efek Samping itu Gagal?

“Pada umumnya, seseorang yang telah menerima vaksin melaporkan mengalami beberapa efek samping. Mulai dari nyeri otot di area suntikan, mengantuk sampai demam. Kendati demikian, ada beberapa orang yang justru tidak mengalami efek samping sama sekali. Hal ini kemudian menimbulkan sejumlah tanya apakah vaksinasinya berhasil atau tidak?”

Halodoc, Jakarta – Program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia masih terus berjalan hingga saat ini. Menurut data yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), hingga Kamis (29/7), jumlah masyarakat yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 46.567.370 jiwa. Sementara itu masyarakat yang sudah divaksin dosis kedua mencapai 19.867.271 jiwa. Pemberian vaksin bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19 di tengah masyarakat, dan mengurangi keparahan gejala bila terinfeksi virus tersebut.

Efek samping setelah mendapatkan vaksin adalah hal yang umum. Ini karena sistem kekebalan sedang menginstruksikan tubuh untuk bereaksi dengan cara tertentu. Sebagian besar orang yang sudah divaksinasi melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping ringan seperti nyeri di area suntikan dan demam. Lantas, apakah seseorang yang tidak mengalami efek samping apapun pertanda vaksinasi gagal? Sebaiknya, simak penjelasan ini terlebih dahulu. 

Baca juga: 6 Vaksin Corona yang Digunakan di Indonesia

Tak Mengalami Efek Samping, Tanda Vaksinasi Gagal?

Umumnya, seseorang yang telah mendapat vaksin mengalami gejala ringan. Namun, beberapa orang bahkan tidak merasakan efek samping sama sekali. Melansir dari Health, Richard Watkins, MD, dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University juga menambahkan bahwa efek samping yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda. Jadi, hanya karena kamu tidak mengalami gejala setelah vaksin, bukan berarti ada masalah. 

Lewis S. Nelson, MD, profesor dan ketua Departemen Pengobatan Darurat dan direktur Divisi Toksikologi Medis di Rutgers New Jersey Medical School, juga menambahkan bahwa dalam semua studi vaksin, setidaknya sebanyak 20 persen orang tidak merasakan efek apapun setelah mendapatkan vaksinasi. Sebagian besar efek sampingnya cukup ringan, seperti nyeri di tempat suntikan. 

Baca juga: Begini Cara Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Kesimpulannya, kamu tidak perlu khawatir apabila tidak mengalami efek samping apapun setelah divaksinasi. Vaksin tetap akan berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Sebelum divaksinasi pastikan tubuh sedang dalam keadaan sehat dan tidak demam. Untuk lebih meningkatkan daya tahan tubuh, kamu juga bisa mengonsumsi vitamin atau suplemen. Beli suplemen dan vitamin lebih mudah di toko kesehatan Halodoc. Tinggal klik lalu pesanan akan langsung diantar ke tempatmu!

Persiapkan Hal ini Sebelum Vaksinasi

Sebelum mendapatkan vaksinasi, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Pada individu yang memiliki komorbid atau belum mengetahui kondisi kesehatannya, sebaiknya periksakan diri ke dokter terlebih dahulu, dan meminta rekomendasi dokter untuk mendapatkan vaksinasi. Kamu juga wajib mengecek suhu tubuh dan tekanan darah. Pastikan suhu tubuh normal,dibawah 37,3 derajat celcius dan tekanan darah dibawah 180 per 110.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sejak Februari 2021 telah menyatakan, bahwa pengidap hipertensi dapat divaksinasi apabila tekanan darahnya terkontrol dan dibawah 180/110 MmHg pada saat dilakukan vaksinasi. Sama halnya dengan pengidap diabetes, pengidapnya boleh divaksinasi dengan syarat kadar gulanya terkontrol. Penyintas kanker dapat tetap diberikan vaksin asalkan sudah tidak menjalani terapi imunosupresi. Sementara itu penyintas COVID-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari tiga bulan pasca sembuh.

Baca juga: IDI Sarankan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-Anak

Ibu menyusui pun kini sudah boleh diberikan vaksinasi. Beberapa ahli pun mengatakan bahwa imunitas yang diperoleh ibu menyusui setelah vaksinasi dapat disalurkan kepada bayinya melalui ASI. Calon penerima vaksin juga disarankan untuk cukup beristirahat, menjalankan gaya hidup sehat, rutin berolahraga, tidak merokok dan minum alkohol. 

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Side Effects of COVID-19 Vaccines.
Health. Diakses pada 2021. I Didn’t Get Side Effects From My COVID-19 Vaccine—Am I Still Protected?.
Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Diakses pada 2021.Tiga Sebelum Tiga: Tips Siap Divaksin dari dr. Reisa.