• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?

Benarkah Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Desember 2021
Benarkah Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?

“Akhir dari pandemi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Apakah mau bergerak bersama melampaui kondisi ini atau tidak. Pandemi berakhir ketika virus dapat dikendalikan dan orang-orang belajar untuk menghadapinya. Pandemi berakhir ketika masyarakat mengubah pendekatan terhadap virus yang kemungkinan akan tetap berdampingan dengan manusia selamanya.”

Halodoc, Jakarta – Saat ini dunia sedang khawatir akan keberadaan varian terbaru dari COVID-19, yaitu varian Omicron. Varian tersebut diduga telah menyebar dengan cepat dan telah terdeteksi di lebih dari 30 negara. 

Para peneliti kesehatan memprediksi Omicron adalah bentuk virus yang paling cepat menular dan akan segera menggantikan varian Delta. Terlepas dari fakta Omicron menyebar dengan sangat cepat, ada keyakinan kalau keberadaan Omicron ini justru pertanda akhir dari pandemi. Benarkah demikian? Baca selengkapnya di sini!

Varian Omicron Tidak Berbahaya, Tetapi Tetap Perlu Waspada

Menurut World Health Organization (WHO), para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami banyak aspek mengenai Omicron. Sebenarnya belum jelas apakah Omicron lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta. 

Jumlah orang yang dites positif COVID-19 memang mengalami peningkatan di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini. Meski begitu, studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.

Sejauh ini juga memang ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan. Namun, ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dari varian Omicron. 

Saat ini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi pada orang dengan usia lebih muda cenderung ringan. 

Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian, khususnya bagi orang-orang yang punya gangguan kesehatan sebelumnya atau lansia. 

Bisa Jadi Akhir dari Pandemi Jika Mau Beradaptasi

Alberto Giubilini, seorang peneliti senior di Oxford Uehiro Center for Practical Ethics, mengatakan akhir dari pandemi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Tergantung apakah masyarakat mau bergerak bersama melampaui kondisi ini atau tidak. 

Pandemi berakhir ketika virus dapat dikendalikan dan orang-orang belajar untuk menghadapinya. Pandemi juga bisa dikatakan berakhir ketika masyarakat mengubah pendekatannya terhadap virus yang kemungkinan akan tetap berdampingan dengan manusia selamanya. 

Terlepas dari itu, tindakan yang pada akhirnya bisa dilakukan sekarang adalah mengurangi penyebaran COVID-19—apapun variannya. Hal yang bisa dilakukan tentu saja mendapatkan vaksinasi, menjaga kebersihan, meningkatkan imun tubuh, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika tidak perlu, adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

Upaya menghentikan pandemi tidak hanya bergantung kepada penemuan medis saja, tetapi perubahan serta adaptasi yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus. Beberapa negara di Eropa menetapkan pembatasan besar pada yang tidak divaksinasi. Pun, dikabarkan vaksinasi booster akan diberlakukan pada akhir Januari sampai Februari 2022 mendatang. 

Itulah informasi mengenai varian Omicron dan update mengenai pandemi COVID-19. Kalau kamu mau membeli obat tapi enggan keluar rumah, kamu bisa kok membeli obat lewat aplikasi Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu kurang dari satu jam. Praktis kan? Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2021. Update on Omicron.
Aljazeera. Diakses pada 2021. Endless pandemic? Asia’s Omicron retreat shows COVID is political.
NDTV. Diakses pada 2021. Omicron: Early Signs That It Escapes Vaccines, But The Good News Is.
New York Times. Diakses pada 2021. Omicron Is Fast Moving, but Perhaps Less Severe, Early Reports Suggest.
BBC. Diakses pada 2021. Covid: Don’t panic about Omicron variant, WHO says.