Benarkah Virus Polio Bisa Digunakan untuk Kanker Otak?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Virus Polio Bisa Digunakan untuk Kanker Otak?

Halodoc, Jakarta – Benarkah virus polio bisa digunakan sebagai obat kanker otak? Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine, menunjukkan 21 persen pasien dengan glioblastoma (kanker otak mematikan) yang menerima virus polio memiliki waktu hidup lebih lama ketimbang yang hanya menerima pengobatan standar kanker otak. 

Pengobatan standar kanker otak umumnya terdiri dari pembedahan, radiasi, dan kemoterapi, namun sebagian besar pasien mengalami kekambuhan tumor dan waktu kelangsungan hidup rata-rata hanya 12–18 bulan setelah diagnosis.

Baca juga: Ini 7 Makanan Pemicu Tumor Otak

Dalam uji coba tersebut, virus polio dimodifikasikan, kemudian dimasukkan langsung ke otak, dan secara khusus ditargetkan untuk menyerang sel-sel tumor, serta mengaktifkan sistem kekebalan pasien sendiri untuk melawan tumor. Hasilnya memang cukup menggembirakan, karena ditemukan tumor pada pasien mengecil dan imun tubuhnya meningkat.

Walaupun begitu, tetap diperlukan uji klinis fase awal dan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami potensi penuh dari perawatan ini ke depannya. 

Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Gejala Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Bagaimana Otak Bisa Terkena Kanker?

Penyebab pasti kelainan otak dan sumsum tulang belakang masih menjadi misteri dunia medis. Namun, beberapa perubahan yang terjadi pada sel-sel otak normal dapat menyebabkan pertumbuhan tumor otak.

Sel manusia normal tumbuh dan berfungsi terutama berdasarkan informasi yang terkandung dalam DNA setiap sel. Tumor otak terjadi bisa disebabkan oleh perubahan DNA di dalam sel. DNA adalah bahan kimia yang membentuk gen kita, yang mengontrol bagaimana sel-sel kita berfungsi. 

Beberapa gen mengontrol kapan sel tumbuh, membelah diri menjadi sel baru, dan mati. Gen yang membantu menjaga pembelahan sel di bawah kendali, atau membuat sel mati pada waktu yang tepat, disebut gen penekan tumor.

Kanker dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang menghidupkan onkogen atau mematikan gen penekan tumor. Perubahan gen ini dapat diwarisi dari orang tua, tetapi lebih sering terjadi selama seseorang hidup.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, selain genetik, paparan lingkungan bisa menjadi pemicu perubahan gen. Sebagai contoh, asap tembakau merupakan faktor risiko kanker paru-paru dan beberapa kanker lainnya karena mengandung bahan kimia yang dapat merusak gen di dalam sel. Otak relatif terlindung dari asap tembakau dan bahan kimia penyebab kanker lainnya yang mungkin kita hirup atau makan, sehingga faktor-faktor ini kemungkinan tidak memainkan peran utama dalam kanker ini.

Baca juga: 3 Jenis Infeksi Otak yang Perlu Diketahui

Selain radiasi, tidak ada faktor gaya hidup atau lingkungan yang diketahui secara jelas terkait dengan tumor otak. Sebagian besar perubahan gen mungkin hanya peristiwa acak yang kadang-kadang terjadi di dalam sel, tanpa penyebab khusus.

Perubahan gaya hidup tertentu seperti menjaga berat badan yang sehat atau berhenti merokok dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Kemudian, tes pencitraan seperti x-ray atau CT scan sebaiknya dipertimbangkan untuk digunakan. Memang, peningkatan risiko dari tes ini, kemungkinan akan sangat kecil, tetapi untuk amannya sebagian besar dokter merekomendasikan wanita hamil dan anak-anak tidak mendapatkan tes ini kecuali mereka benar-benar diperlukan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai virus polio dan hubungannya dengan pengobatan kanker otak, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.