14 April 2019

Benarkah Wanita Berusia 40 Tahun Berisiko Terkena Kista Bartholin?

Benarkah Wanita Berusia 40 Tahun Berisiko Terkena Kista Bartholin?

Halodoc, Jakarta - Bartholin adalah kelenjar yang terletak pada kedua sisi bibir Miss V wanita. Kelenjar Bartholin berfungsi mengeluarkan cairan yang yang digunakan sebagai pelumas saat berhubungan intim. Kelenjar ini kecil sehingga tidak mudah terdeteksi oleh tangan maupun mata. Pada kondisi tertentu, kista bartholin terbentuk ketika terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar Bartholin. Kista ini kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa juga sebaliknya.

Kista bartholin ini terbentuk akibat sumbatan pada saluran yang langsung menuju Miss V. Saluran yang tersumbat ini akan menampung kelebihan cairan dan kemudian menjadi kista. Akibat hubungan intim, kista dapat membesar karena penambahan cairan yang diproduksi saat sedang melakukan hubungan intim.

Anggapan wanita berusia 40 tahun memiliki risiko terkena kista bisa jadi benar, apalagi jika ia mengidap penyakit diabetes melitus. Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita terkena penyakit ini adalah kehamilan dan mengidap penyakit menular seksual seperti penyakit gonore atau penyakit Chlamydia akibat hubungan intim yang tidak aman. Namun, bakteri jenis lain seperti Escherichia coli atau E. coli sering menjadi penyebab diare dan keracunan makanan juga bisa menyebabkan kista bartholin.

Baca Juga: Benjolan di Area Bukaan Miss V, Gejala Terkena Kista Bartholin?

Gejala  Kista Bartholin

Jika kamu memiliki kista Bartholin berukuran kecil dan tidak terinfeksi, maka tidak kondisi ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, jika kista tumbuh semakin besar mungkin akan merasakan adanya benjolan atau massa di dekat lubang Miss V. Meskipun kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa saja menimbulkan rasa tidak nyaman. Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Benjolan yang terasa sakit di dekat lubang Miss V.

  • Timbul nanah atau abses.

  • Rasa nyeri atau ketidaknyamanan ketika berjalan atau duduk.

  • Nyeri selama hubungan intim.

  • Mengalami demam atau kenaikan suhu tubuh.

Meskipun bisa terjadi pada ke dua sisi, namun abses atau kista bartholin biasanya terjadi pada salah satu sisi lubang Miss V.

Pengobatan Kista Bartholin

Pada banyak kasus, kista Bartholin tidak memerlukan pengobatan khusus. Jika gejala yang dirasakan semakin membuat tidak nyaman, maka diperlukan pengobatan tergantung pada ukuran kista dan seberapa parah gejalanya muncul. Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mandi Air Hangat. Kamu bisa berendam menggunakan air hangat sebanyak beberapa kali sehari selama tiga atau empat hari. Kista terinfeksi yang berukuran kecil bisa matang dan pecah dengan sendirinya sehingga nanah di dalamnya bisa keluar sendiri.

  • Drainase Bedah. Pada kasus kista yang berukuran besar, maka akan memerlukan pembedahan untuk mengeringkan kista baik yang terinfeksi ataupun tidak. Drainase kista dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal. Dokter akan membuat sayatan kecil di kista, yang kemudian isi kista akan keluar dengan bantuan kateter. Kateter ini bisa dipasang hingga enam pekan guna membiarkan semua cairan nanah keluar dan terkuras bersih.

  • Pemberian Antibiotik. Dokter juga meresepkan antibiotik jika kista terjadi karena penyakit menular seksual. Tetapi jika abses atau nanah sudah kering, maka pemberian antibiotik tidak akan diperlukan lagoi.

  • Marsupialisasi. Jika kista sewaktu-waktu kambuh, maka akan diperlukan prosedur marsupialisasi. Prosedur ini akan membuat jahitan pada setiap sisi sayatan drainase agar sayatan tetap membuka permanen dengan ukuran kurang dari 6 milimeter. Kemudian kateter dimasukkan untuk mempermudah drainase selama beberapa hari setelah prosedur dan membantu mencegah kekambuhan.

Baca Juga: Pencegahan yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar dari Kista Bartholin

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call.  Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store