• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Wanita Lebih Rentan Alami Kleptomania?

Benarkah Wanita Lebih Rentan Alami Kleptomania?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Wanita Lebih Rentan Alami Kleptomania?

Halodoc, Jakarta – Kleptomania bisa menyerang siapa saja, tapi risikonya disebut lebih tinggi pada wanita. Meski begitu, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menyebabkan wanita lebih rentan mengalami kleptomania dibandingkan pria. Ada beberapa faktor yang diduga menjadi alasan gangguan ini cenderung terjadi pada wanita. 

Sebelumnya perlu diketahui, kleptomania adalah jenis gangguan mental. Sayangnya, banyak orang sering menyalahartikan hal ini sebagai tindakan kriminal. Pengidap gangguan ini memang memiliki kecenderungan untuk mengambil benda atau sesuatu yang bukan miliknya. Namun, seringnya benda yang diambil tidak memiliki nilai yang cukup mahal dan bukan sesuatu yang tidak mampu dibeli pengidap gangguan ini, berbeda dengan aksi pencurian. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Pengidap Kleptomania dan Pencuri

Kleptomania dan Faktor Risikonya

Kleptomania dan mencuri merupakan dua hal yang berbeda sama sekali. Kleptomania merupakan kondisi yang masuk dalam gangguan kendali impulsif. Orang dengan gangguan ini cenderung memiliki keinginan untuk mengambil sesuatu atau menguntil. Keinginan yang muncul tersebut tidak bisa ditahan, padahal benda yang diambil umumnya tidak berharga atau bukan barang yang tidak mampu dibeli.

Belum diketahui pasti penyebab gangguan ini, termasuk alasan mengapa kleptomania lebih rentan menyerang wanita. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan komposisi kimia yang terjadi di dalam otak, yaitu penurunan kadar serotonin yang bertugas mengatur emosi. Selain itu, perilaku impulsif juga disebut lebih rentan terjadi saat kadar serotonin di dalam otak menurun. 

Rendahnya kadar serotonin di dalam otak disebut meningkatkan risiko seseorang mengalami perilaku impulsif. Selain itu, ketidakseimbangan hormon-hormon lain di dalam tubuh juga disebut bisa memicu kleptomania pada seseorang. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Tentang Kleptomania yang Harus Diketahui

Pada wanita, risiko kleptomania diduga terkait dengan kondisi psikologi, termasuk pada masa kehamilan, pubertas, kehidupan pernikahan yang buruk, serta memasuki masa menopause. Wanita yang tengah berada pada masa-masa itu disebut lebih rentan memiliki perilaku menyimpang dan mudah terpengaruh, sehingga mungkin melakukan hal-hal yang mengarah pada tindak kriminal. 

Risiko kleptomania juga menjadi lebih tinggi saat seseorang memiliki pengalaman buruk di masa kecil, trauma, atau kepercayaan diri yang rendah. Kabar buruknya, kemungkinan kleptomania menyerang pria dan wanita adalah 1:3. Pengalaman yang dilewati juga disebut bisa membentuk kepribadian wanita menjadi lebih materialistis, sehingga hal itu juga disebut bisa mendorong munculnya gangguan kleptomania. 

Pada dasarnya, kleptomania merupakan gangguan yang jarang menimpa seseorang. Selain hal yang pernah dialami, kleptomania juga disebut lebih berisiko pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan yang sama. Gangguan kleptomania juga berisiko tinggi terjadi pada orang yang mengidap penyakit mental lain, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. 

Karena penyebab pastinya tidak diketahui, sejauh ini kleptomania belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk mengontrol gejala dan keinginan mengambil barang. Risiko depresi juga dimiliki pengidap gangguan ini, sebab kebanyakan pelaku kleptomania tahu bahwa itu adalah hal yang salah tapi tidak bisa menahan keinginan untuk mengambil barang orang lain. 

Pada tingkat yang parah, pengidap kleptomania bisa sampai membenci diri sendiri, sehingga risiko mengalami penyakit mental lain pun menjadi lebih tinggi. Selain risiko depresi, kleptomania juga bisa memicu berbagai komplikasi lain, seperti gangguan makan, bipolar, gangguan kecemasan, penggunaan alkohol secara berlebihan, hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

Cari tahu lebih lanjut seputar kleptomania dan apa saja komplikasi yang bisa muncul dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Kleptomania.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Kleptomania. 
Research Gate. Diakses pada 2020. Kleptomania-the Compulsion to Steal.