Awas, Benda-Benda Ini Bisa Tularkan Impetigo

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Awas, Benda-Benda Ini Bisa Tularkan Impetigo

Halodoc, Jakarta - Impetigo adalah infeksi kulit yang umum terjadi. Penyakit kulit yang satu ini menular dan rentan dialami oleh bayi dan anak-anak. Mulanya, munculnya impetigo ditandai dengan luka merah di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut. Kemudian, infeksi bisa mulai menyebar ke tangan dan kaki. Luka impetigo juga dapat berubah menjadi kerak berwarna kekuningan. 

Impetigo perlu segera ditangani agar pengidapnya tidak menularkannya ke orang lain. Selain menjaga jarak dengan pengidapnya, kamu harus menjauhi benda-benda yang mungkin telah terkontaminasi bakteri penyebab impetigo. Berikut ini benda yang sering menjadi sarana penularan bakteri impetigo. 

Baca Juga: Ini Bedanya Cacar Air dan Impetigo yang Ibu Perlu Tahu

Benda yang Bisa Menularkan Impetigo

Dikutip dari Kids Health, impetigo disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini bisa melalui sentuhan antar kulit atau benda yang telah tersentuh kulit yang terinfeksi. Beberapa benda yang dapat menularkan bakteri, seperti pakaian, handuk, bantal, peralatan makan, sikat gigi, dan sabun.

Pengidap impetigo dapat menularkan luka ke bagian tubuh lain ketika mereka menggaruk luka dan kemudian menyentuh bagian tubuh lainnya. Seseorang yang mengalami iritasi kulit lebih berisiko mengembangkan impetigo. Pasalnya, menggaruk luka atau ruam dapat menyebabkan infeksi dan kemudian dapat berubah menjadi impetigo. Impetigo juga kerap terjadi di lingkungan yang hangat dan lembap.

Ketahui Gejala Impetigo 

Awal kemunculan impetigo ditandai dengan kemunculan sekelompok kecil lepuh. Lepuh ini kemudian bisa pecah beberapa jam kemudian, sehingga area tersebut menjadi merah dan lembap akibat keluarnya cairan dari lepuh. Meskipun lebih sering muncul di bagian wajah, penyakit kulit ini juga bisa muncul di area tubuh yang sering terbuka, seperti lengan dan kaki.

Baca Juga: 3 Penyakit Kulit Ini Bisa Muncul Tanpa Disadari

Pada beberapa hari, luka yang sudah pecah akan membentuk kerak berwarna kekuningan atau kuning tua yang menyerupai butiran gula merah. Infeksi dapat terus menyebar di tepi area yang terinfeksi atau memengaruhi area kulit lainnya.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Penyebab impetigo adalah bakteri, sehingga hanya dapat diobati dengan antibiotik. Biasanya antibiotik akan diberikan dalam bentuk salep atau krim. Sebelum menggunakan antibiotik, kamu perlu merendam area yang terinfeksi dengan air hangat atau menggunakan kompres basah untuk membantu menghilangkan keropeng, sehingga antibiotik dapat menembus kulit.

Jika luka impetigo muncul di beberapa titik tubuh, dokter biasanya merekomendasikan antibiotik yang dapat diminum. Pastikan untuk menuntaskan seluruh pengobatan walaupun luka sudah sembuh. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi berulang dan mencegah resistensi antibiotik.

Jika kamu mengidap impetigo, sebaiknya periksakan ke dokter melalui aplikasi Halodoc dan tanyakan jenis obat yang cocok untuk dikonsumsi. Setelah itu, kamu bisa membeli obatnya melalui aplikasi. Jadi. tidak perlu repot pergi keluar rumah, tinggal order dan pesanan kamu akan diantarkan dalam satu jam.

Cara Mencegah Penularan Impetigo

Menjaga kulit tetap bersih adalah cara terbaik untuk mencegah penularan impetigo. Kamu juga harus membersihkan luka, goresan, gigitan serangga, dan luka lainnya sesegera mungkin. Berikut ini sejumlah hal yang harus dilakukan untuk mencegah impetigo menyebar ke orang lain:

  • Cuci dengan lembut area luka dengan sabun dan air mengalir;

  • Setelah luka dibersihkan, tutupi luka dengan kain kasa;

  • Cuci pakaian, linen dan handuk setiap hari dan jangan berbagi benda tersebut dengan orang lain;

  • Pakai sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan sampai bersih sesudahnya;

  • Potong kuku agar tidak menggores luka;

  • Cuci tangan sesering mungkin.

Baca Juga: Awas, 5 Penyakit Ini Menular Lewat Hubungan Seksual

Seseorang yang mengidap impetigo juga diharuskan untuk tetap di rumah, sampai dokter memastikan bahwa orang tersebut sudah tidak menularkan bakteri ke orang lain.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Impetigo.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Impetigo.
WebMD. Diakses pada 2020. Understanding Impetigo -- Signs & Symptoms.