• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benign Prostatic Hyperplasia Dapat Sebabkan 5 Komplikasi Ini

Benign Prostatic Hyperplasia Dapat Sebabkan 5 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Benign prostatic hyperplasia (BPH) yang lebih dikenal sebagai pembesaran prostat adalah kondisi medis yang rentan dialami oleh pria. Pria yang mengalami BPH biasanya mengalami gejala seperti tidak nyaman saat berkemih atau merasa seperti ada yang menghalangi jalan keluar urine. 

Beberapa contoh perawatan untuk atasi BPH yakni dengan pemberian obat-obatan atau pembedahan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, BPH dapat menyebabkan masalah kandung kemih, saluran kemih atau ginjal. Adapun komplikasi lain yang mungkin terjadi akibat kondisi pembesaran prostat berikut ini. 

Baca juga: Kenali 4 Fakta Penting BPH Benign Prostatic Hyperplasia

Komplikasi Akibat Benign Prostatic Hyperplasia 

Melansir dari Mayo Clinic, berikut sejumlah komplikasi yang bisa disebabkan oleh BPH, yaitu:

  • Retensi urine. Retensi urine ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk buang air kecil. Pengidap BPH yang mengalami retensi urine mungkin perlu dibantu dengan kateter yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengeringkan urine. 
  • Infeksi saluran kemih. BPH juga bisa membuat pengidapnya tidak mampu mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
  • Batu kandung kemih. Batu kandung kemih juga dapat terbentuk apabila pengidap BPH tidak mampu mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Jika ukurannya semakin besar, batu bisa menyebabkan infeksi, mengiritasi kandung kemih, dan menyumbat aliran urine.
  • Kerusakan kandung kemih. Kandung kemih yang tidak dikosongkan sepenuhnya lama kelamaan dapat meregang dan melemah. Akibatnya, dinding otot kandung kemih tidak lagi berkontraksi dengan baik.
  • Kerusakan ginjal. Tekanan pada kandung kemih akibat retensi urine terus-menerus dapat merusak ginjal atau menyebarkan infeksi kandung kemih sampai ke bagian ginjal.

Pada kondisi yang lebih parah, retensi urine akut, kerusakan ginjal hingga kanker prostat dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius. Oleh karena itu, gejala BPH berikut ini perlu diwaspadai para pria. 

Baca juga: Benign Prostatic Hyperplasia dan Prostatitis, Apa Bedanya?

Gejala BPH yang Perlu Diwaspadai

Prostat yang membesar dapat mengganggu atau menghalangi kandung kemih, sehingga gejala utama yang muncul adalah frekuensi buang air kecil yang terlalu sering. Pengidap mungkin akan buang air kecil setiap 1 hingga 2 jam, terutama di malam hari. Melansir dari Urology Care Foundation, gejala lainnya termasuk:

  • Kandung kemih terasa selalu penuh meski sudah buang air kecil;
  • Tidak bisa menahan kencing;
  • Aliran urine yang lemah;
  • Tidak mengeluarkan urine dengan lancar, atau aliran urine yang terputus-putus;
  • Kesulitan buang air kecil yang membuat pengidapnya perlu mengejan untuk mengeluarkan urine.

Penyakit yang semakin parah biasanya ditandai dengan ketidakmampuan buang air kecil sama sekali. Jika pengidap telah mencapai titik ini, maka kondisinya harus segera ditangani oleh dokter. Ada banyak pilihan pengobatan untuk atasi BPH. Dokter dan pengidap perlu berdiskusi dalam memutuskan perawatan yang tepat. Kasus-kasus BPH ringan mungkin tidak memerlukan perawatan.

Apakah Penyakit Ini Bisa Dicegah?

Cara efektif untuk mencegah BPH dengan menerapkan hidup sehat. Pastikan kamu memiliki berat badan yang sehat dan seimbang serta mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran setiap hari. BPH diketahui berhubungan dengan penumpukan lemak pada sel-sel prostat, itu sebabnya penting untuk menjaga berat badan tetap ideal dengan rajin berolahraga dan menerapkan pola makan yang sehat. 

Baca juga: Mau Prostat Bebas Masalah? Biasakan Konsumsi 7 Makanan Ini

Apabila kamu mengalami gejala yang mirip seperti BPH, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memastikannya. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Benign prostatic hyperplasia (BPH).
Urology Care Foundation. Diakses pada 2020. What is Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)?.