• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benturan pada Mata Dapat Sebabkan Hifema

Benturan pada Mata Dapat Sebabkan Hifema

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Benturan pada mata bisa menyebabkan gangguan, termasuk hifema. Apa itu? Hifema merupakan kondisi yang muncul akibat terkumpulnya darah di bilik depan mata. Benturan bisa terjadi saat beraktivitas sehari-hari, misalnya saat berolahraga. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa menimbulkan komplikasi.

Penyakit hifema menyebabkan darah menumpuk di antara kornea alias selaput bening mata dan iris atau selaput pelangi. Benturan pada area mata bisa memicu kondisi ini muncul. Cedera atau benturan bisa mengakibatkan iris atau pupil mata robek. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar hifema di bawah ini!

Baca juga: Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Hifema

Hal yang Menyebabkan Hifema

Hifema adalah gangguan yang menyerang mata, dan bisa menyebabkan muncul rasa nyeri yang sangat hebat. Hifema merupakan kondisi yang muncul akibat terkumpulnya darah di bilik depan mata. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab kondisi ini menyerang, salah satunya adalah cedera pada mata misalnya karena benturan.  

Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, pembuluh darah pada permukaan iris mata tidak normal, hingga gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia dan anemia sel sabit. Sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab hifema, sebab kondisi ini diobati tergantung pada penyebabnya.

Hifema terjadi karena ada tumpukan darah pada area mata. Darah yang berkumpul dan menyebabkan hifema bisa menutupi separuh penglihatan. Pada kondisi yang lebih parah, darah juga bisa menghalangi seluruh penglihatan, hingga menyebabkan kebutaan. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. 

Baca juga: Atlet Tinju Rentan Terkena Hifema

Hifema harus mendapat pertolongan medis secepatnya guna mencegah kerusakan penglihatan secara permanen. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa semakin memburuk dan berujung pada munculnya komplikasi, salah satunya peningkatan tekanan pada bola mata. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal itu bisa mengakibatkan terjadinya glaukoma.

Glaukoma merupakan jenis penyakit kronis yang dapat mengakibatkan pengidapnya kehilangan penglihatan alias kebutaan. Gejala khas dari penyakit ini adalah muncul atau terlihat perdarahan di bilik depan mata. Namun, hifema umumnya tidak dapat dilihat secara kasat mata jika perdarahan masih sedikit.

Semakin lama, tumpukan darah akan semakin banyak dan menumpuk. Darah pada mata dapat terlihat seperti dipenuhi darah. Selain itu, ada berbagai gejala lain yang juga bisa muncul sebagai tanda hifema, misalnya nyeri pada mata, penglihatan kabur atau terhalang, dan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Kondisi ini harus segera diperiksakan untuk mengetahui apa penyebabnya. Sebab, pengobatan hifema tergantung pada beberapa kondisi, mulai dari faktor usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pada kondisi yang ringan, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dan gejala penyakit akan hilang dalam waktu satu minggu. 

Baca juga: Ketahui Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perdarahan Subkonjungtiva

Cari tahu lebih lanjut seputar hifema dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2020. Hyphema.
Web MD. Diakses pada 2020. Hyphema (Bleeding in Eye).