• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beragam Parasit pada Kucing Peliharaan yang Perlu Diwaspadai

Beragam Parasit pada Kucing Peliharaan yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Beragam Parasit pada Kucing Peliharaan yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mempunyai kucing peliharaan, memperhatikan kebersihan tubuh dan kandangnya perlu dilakukan karena banyak penyakit yang dapat menyerang bila tidak menjaga kedua hal tersebut. Salah satunya adalah serangan parasit pada kucing. Dampak yang mungkin terjadi pada kucing dapat ringan hingga berat. Untuk lebih jelasnya, baca ulasan di bawah ini!

Jenis Parasit yang Dapat Menyerang Kucing

Setiap pemilik kucing benar-benar harus memperhatikan kesehatan dan kebersihan peliharaannya agar terbebas dari parasit. Caranya adalah dengan memantau setiap perubahan yang terjadi pada perilaku, nafsu makan, dan konsumsi airnya. Maka dari itu, kamu harus melakukan kunjungan rutin ke dokter hewan untuk memastikan jika hewan peliharaanmu terbebas dari segala penyebab penyakit yang berbahaya.

Baca juga: Begini Penularan Ascariasis dari Kucing ke Manusia

Meski begitu, memang hal yang umum jika kucing terinfeksi oleh parasit sesekali dalam hidupnya. Hal tersebut dapat memengaruhi kucing dengan berbagai cara, mulai dari iritasi ringan, hingga menyebabkan penyakit yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani. Semua parasit, terutama parasit internal (cacing) dapat mengakibatkan penularan penyakit pada manusia.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa parasit yang dapat terjadi pada kucing terkait gejala yang ditimbulkan. Dengan begitu, penanganan dini dapat kamu lakukan sehingga gangguan yang lebih parah dapat dicegah. Berikut ini beberapa jenis parasit tersebut:

1. Cacing Gelang

Salah satu parasit yang paling umum menyerang kucing adalah cacing gelang. Hampir semua kucing terinfeksi dengan penyakit ini satu kali selama hidupnya yang umumnya saat masih anak kucing (kitten). Penularan ini dapat terjadi karena tidak sengaja menelan telur cacing gelang atau memakan tikus yang menjadi inang larva. Selain itu, infeksi dari gangguan ini juga dapat terjadi melalui air susu induknya.

Cacing gelang dapat masuk ke tubuh kucing melalui banyak cara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegahnya adalah selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan memastikan kucing peliharaan kamu tidak makan hewan liar yang mungkin menjadi inang cacing gelang. Proses pengendalian parasit yang efektif juga dapat dilakukan untuk mengatasi kemungkinan infeksi baru terjadi. Kamu juga dapat memberikan obat cacing sesuai dengan resep dari dokter hewan.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Umum Dialami Kucing

2. Kutu

Jenis parasit lainnya yang kerap menyerang kucing adalah kutu. Parasit eksternal ini akan didiagnosis pertama kali saat kamu melihat hewan peliharaanmu berulang kali menggigit, menjilat, dan menggaruk bulu serta kulitnya. Terkadang, kamu mungkin benar-benar melihat kutu kecil berwarna coklat bergerak di antara bulu kucing. Gigitan dan jilatan tersebut dapat menimbulkan bercak rambut rontok, kerak kecil, dan kulit yang merah serta teriritasi.

Untuk mengendalikan parasit pada kucing ini, kamu harus menghentikan perkembangbiakannya. Beberapa lokasi tempat kucing kerap menghabiskan waktunya benar-benar harus dijaga kebersihannya, seperti karpet dan tempat tidurnya. Cobalah untuk lebih sering menyedot debu di area tersebut dan lebih sering mencuci tempat tidurnya guna mengurangi jumlah kutu yang akan berkembang biak di dalam rumah.

Itulah beberapa jenis parasit yang kerap menyerang kucing. Sebagai pemilik kucing, kamu harus benar-benar menjaga hewan peliharaan dengan melakukan pencegahan dari kedua gangguan tersebut. Dengan cara itu, kamu dapat memastikan kucing peliharaan tetap sehat sehingga risiko terserang parasit menjadi lebih kecil.

Baca juga: 5 Cara agar Kucing Kesayangan Terhindar dari Rasa Bosan

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait segala parasit yang mungkin menyerang kucing peliharaan, dokter hewan dari Halodoc siap membantu untuk menjelaskannya. Caranya mudah saja, cukup dengan download aplikasi Halodoc, dan dapatkan kemudahan terkait akses kesehatan hanya melalui gadget tanpa perlu ke luar rumah!

Referensi:
Pets & Parasites. Diakses pada 2020. You, Your Cat, & Parasites.
Cornell Feline Health Center. Diakses pada 2020. Gastrointestinal Parasites of Cats.