• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Banyak Vaksin Difteri yang Dibutuhkan Orang Dewasa?

Berapa Banyak Vaksin Difteri yang Dibutuhkan Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Kata siapa orang dewasa sudah tidak butuh lagi divaksin? Nyatanya, vaksin difteri juga perlu diberikan pada orang dewasa, lho. Hanya saja, jenis vaksin yang diberikan berbeda dengan vaksin difteri untuk anak-anak. Jenis vaksin difteri untuk orang dewasa adalah Td atau Tdap, yaitu vaksin DTP dengan reduksi antigen dan pertusis. 

Vaksin jenis ini memiliki kandungan komponen pertusis aseluler, yaitu bakteri pertusis yang dibuat tidak aktif, sehingga cukup jarang memberi efek samping demam seperti vaksin difteri untuk anak-anak. Vaksin difteri untuk orang dewasa dapat diberikan beberapa kali secara berkala sejak usia 19 hingga 64 tahun, setiap 10 tahun sekali selama seumur hidup.

Baca juga: Sedang Mewabah, Kenali Gejala Difteri dan Cara Mencegahnya

Namun, bagi orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin Td sebelumnya, atau belum lengkap status imunisasinya, perlu diberikan 1 dosis vaksin Tdap dan Td setiap 10 tahun sekali, sebagai penguat. Sementara itu, untuk orang dewasa yang sama sekali tidak mendapat imunisasi seumur hidupnya, harus diberikan 2 dosis pertama dengan jarak 4 minggu. Lalu dosis ketiganya perlu diberikan sekitar 6-12 bulan dari dosis kedua.

Sayangnya, di Indonesia masih belum ada program imunisasi difteri untuk orang dewasa, sehingga banyak orang dewasa yang mungkin belum mendapatkan vaksin jenis ini. Hal ini sepertinya karena difteri merupakan penyakit yang lebih banyak dialami oleh anak-anak. Padahal, bukan berarti orang dewasa terjamin bebas dari difteri. 

Sama seperti pada anak-anak, vaksin difteri untuk orang dewasa juga perlu diberikan guna mencegah penyebaran penyakit ini. Jika kamu ingin divaksin, kamu bisa download dan gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, guna mendapat vaksin difteri.

Baca Juga: Ini Waktu yang Tepat Beri Anak Vaksin Difteri

Vaksin Difteri Merupakan Upaya Pencegahan Difteri Paling Efektif

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kelumpuhan, dan gagal jantung. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara ketika pengidapnya batuk atau bersin. Baik bagi anak maupun orang dewasa, pemberian vaksin difteri merupakan upaya pencegahan yang berfungsi untuk memicu timbulnya kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab difteri.

Pemberian vaksin difteri umumnya dikombinasikan dengan vaksin lain pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2017. Di Indonesia, nama vaksin difteri untuk anak-anak adalah DTP, yang merupakan singkatan dari difteri, tetanus, dan pertusis. Jika jenis vaksin yang diberikan adalah DTPa, berarti vaksin diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Kemudian, anak usia 7 tahun ke atas dan orang dewasa direkomendasikan untuk memperoleh vaksin Td atau Tdap. Lalu dilanjutkan dengan pemberian vaksin penguat atau booster, minimal setiap 10 tahun sekali. Vaksin difteri untuk orang dewasa sebenarnya sama pentingnya dengan untuk anak-anak, guna mencegah penularan difteri.

Baca Juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-anak?

Adapun kelompok orang dewasa yang perlu segera dan paling direkomendasikan untuk mendapat vaksin difteri adalah:

  • Orang yang belum pernah menerima vaksinasi Tdap.

  • Orang yang lupa apakah ia sudah diberikan vaksinasi atau belum.

  • Petugas kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien.

  • Orang yang merawat bayi di bawah umur 1 tahun, termasuk orangtua, kakek-nenek, dan pengasuh bayi.

  • Orang yang bepergian ke berbagai wilayah yang termasuk penyebaran difteri.

  • Orang yang tinggal serumah, tetangga, pernah/akan menengok pengidap difteri.

  • Calon ibu yang belum pernah melakukan vaksinasi.

  • Ibu hamil (booster Tdap dianjurkan untuk diberikan pada tiap kehamilan).

Setelah vaksin diberikan, pastikan untuk mencatat dan menyimpan riwayat imunisasi dengan baik. Jika kamu pernah mengalami alergi atau kejang setelah divaksin, sebaiknya minta dokter untuk mengevaluasi kondisi kesehatanmu terlebih dahulu sebelum vaksinasi dilakukan, atau minta vaksin kombinasi lain.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Tdap Vaccine: What You Need to Know.
WebMD. Diakses pada 2019. DTaP and Tdap Vaccines.