• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Detak jantung adalah frekuensi detak jantung seseorang per menit. Denyut jantung normal bervariasi pada setiap orang, tapi kisaran normal untuk orang dewasa adalah 60 hingga 100 denyut per menit. Hanya saja, detak jantung normal tergantung pada individu, usia, ukuran tubuh, kondisi jantung, aktivitas seseorang, penggunaan obat tertentu, dan bahkan suhu udara.

Di sisi lain, detak jantung juga dipengaruhi oleh emosi. Misalnya, saat seseorang sedang bersemangat atau takut bisa meningkatkan detak jantung. Hal yang terpenting adalah memiliki tubuh bugar dan menurunkan detak jantung, dengan membuat otot jantung bekerja lebih efisien. 

Baca juga: Aritmia Bisa Jadi Pemicu Gagal Jantung Kongestif

Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia

Penting untuk mengidentifikasi apakah detak jantung kamu berada dalam kisaran normal. Jika terdapat penyakit atau cedera yang melemahkan jantung, orang lain tidak akan menerima cukup darah agar berfungsi normal. Perlu diketahui, detak jantung semakin lambat saat seseorang melewati masa kanak-kanak menuju masa remaja.

Detak jantung istirahat normal untuk orang dewasa, termasuk orang dewasa yang lebih tua, adalah antara 50 dan 100 denyut per menit (bpm). Sementara itu, atlet yang sangat terlatih mungkin memiliki detak jantung istirahat di bawah 60 bpm, terkadang mencapai 40 bpm.

Denyut jantung yang baik berbeda pada setiap orang, dan tergantung pada usia dan jenis pekerjaan fisik yang dilakukan. Berikut ini perkiraan detak jantung rentang usia (detak per menit atau bpm):

  • Baru lahir : 100 - 160 bpm
  • 0-5 bulan : 90 - 150 bpm 
  • 6-12 bulan : 80 - 140 bpm
  • 1-3 tahun : 80 - 130 bpm
  • 3-4 tahun : 80 - 120 bpm
  • 6-10 tahun : 70 - 110 bpm
  • 11-14 tahun : 60 - 105 bpm
  • 15 tahun ke atas : 60 - 100 bpm

Perlu diketahui, detak jantung yang lebih rendah dari 60 per menit tidak selalu berarti abnormal. Jika kamu seorang atlet atau seseorang yang melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat, detak jantung mungkin antara 40 dan 60 per menit. 

Baca juga: Aritmia Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

Bagaimana Mengukur Detak Jantung?

Mengukur detak jantung sebenarnya semudah memeriksa denyut nadi. Kamu bisa menemukan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher. Coba ukur denyut nadi radial, yang dirasakan di bagian lateral pergelangan tangan, tepat di bawah sisi ibu jari tangan. 

Untuk mengukur detak jantung, tekan perlahan ujung telunjung dan jari tengah di atas pembuluh darah di pergelangan tangan. Pastikan untuk tidak menggunakan ibu jari, karena ibu jari memiliki denyut nadinya sendiri dan bisa menyebabkan kamu salah hitung. Hitung detak yang dirasakan selama satu menit penuh. 

Kamu juga bisa menghitung detak jantung selama 30 detik dan mengalikannya dengan dua, atau menghitung selama 10 detik dan mengalikannya dengan enam. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan monitor detak jantung, yang menentukan detak jantung secara otomatis. Kamu bisa memprogramnya untuk mengetahui saat kamu berada di atas atau di bawah rentang target detak jantung. 

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Menjaga Detak Jantung Normal

Detak jantung yang sehat sangat penting untuk melindungi kesehatan jantung. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan jantung, yaitu:

  • Kelola stres dengan baik.
  • Hindari tembakau atau kebiasaan merokok.
  • Turunkan berat badan berlebih.

Menjaga detak jantung normal adalah salah satu cara termudah untuk melindungi jantung. Jika terjadi gejala yang mencurigakan pada jantung, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What should my heart rate be?
Healthline. Diakses pada 2021. What’s Your Ideal Heart Rate?