• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Kalori Perkedel Kentang Goreng?

Berapa Kalori Perkedel Kentang Goreng?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Berapa Kalori Perkedel Kentang Goreng?

Perkedel kentang goreng adalah menu masakan khas orang Indonesia yang sering dijadikan lauk pauk. Karena berbahan dasar kentang, perkedel kentang dinilai memiliki kalori yang cukup tinggi, terlebih jika disandingkan bersama nasi yang sama-sama karbohidrat.”

Halodoc, Jakarta – Perkedel kentang goreng pasti sering kamu nikmati dengan nasi dan jenis lauk pauk lainnya. Menu yang satu ini cukup populer sehingga mudah kamu temukan di warung makan sampai kelas restoran.

Namun, apakah kamu pernah berpikir, berapa banyak sih kalori dari perkedel kentang? Apalagi menu ini sering disandingkan dengan nasi yang sama-sama karbohidrat. Nah, berikut kalori perkedel kentang yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Resep Capcay ala Restoran Seafood yang Bisa Dicoba di Rumah

Kalori Perkedel Kentang Goreng

Dalam proses pembuatannya, kentang digoreng sampai empuk terlebih dahulu kemudian ditumbuk sampai halus. Kentang yang sudah halus kemudian dicampur dengan bawang merah dan bawang putih yang sudah digoreng. Supaya teksturnya semakin lembut dan rasanya semakin lezat, adonan kentang dicampur dengan dua butir kuning telur, merica dan garam. Setelah tercampur rata, adonan kentang dibentuk bulat-bulat pipih dan dibaluri putih telur lalu digoreng.

Tidak ada patokan khusus berapa banyak kalori dari perkedel kentang goreng. Pasalnya, setiap ukuran perkedel kentang bisa berbeda-beda di tiap rumah makan. Kendati demikian, melansir dari Fat Secret Indonesia, satu potong perkedel kentang umumnya mengandung 21 kalori. Kalori ini terdiri dari 45 persen lemak, 45 persen karbohidrat dan 10 persen protein.

Baca juga: 3 Resep Makanan Sehat Berbahan Dasar Bayam

Kalau dilihat angkanya mungkin tidak terlalu besar ya. Kendati demikian, perkedel kentang kerap disandingkan bersama nasi dan lauk pauk lain yang juga mengandung karbohidrat. Nah, kalau di total semuanya, bisa jadi kalori yang kamu konsumsi dalam satu mangkuk makanan cukup besar, lo. Kelebihan kalori ini dapat memberikan dampak pada kesehatan yang harus kamu waspadai.

Oleh sebab itu, sebaiknya konsumsi perkedel kentang secukupnya atau sandingkan dengan makanan lain yang rendah kandungan karbohidratnya, seperti sayuran atau protein hewani.

Dampak Mengonsumsi Makanan Tinggi Kalori

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia, sehingga kurang rasanya jika tidak mengonsumsi nasi saat makan. Nah, bagi orang Indonesia, perkedel kentang dianggap sebagai lauk pauk yang bisa disandingkan dengan nasi. Padahal, kentang juga masuk dalam karbohidrat sama seperti nasi. Ketika dikonsumsi bersama, artinya ada dua jenis karbohidrat yang kamu konsumsi.

Kamu pasti sudah tahu kalau karbohidrat adalah salah satu zat gizi penyumbang kalori yang cukup besar. Jika dikonsumsi terlalu banyak, tentu kalori yang masuk pun semakin tinggi. Padahal, konsumsi kalori yang berlebih dapat menimbulkan sejumlah dampak berikut ini:

  • Kenaikan berat badan. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah kenaikan berat badan. Jika terus dibiarkan, naiknya berat badan dapat berkembang menjadi obesitas.
  • Meningkatkan kolesterol.  Mengonsumsi karbohidrat melebihi 60 persen dari total kalori harian berpotensi meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
  • Cepat lapar. Alih-alih merasa kenyang, kelebihan karbohidrat justru bisa membuat kadar gula darah melonjak cepat. Nah, terlalu banyak kadar gula darah justru akan cepat menurun kembali dan akhirnya kamu cepat merasa lapar.

Kamu boleh-boleh saja kok mengonsumsi perkedel kentang, asalkan masih dalam batas normal dan tidak berlebihan. Jangan lupa imbangi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk menambah asupan vitamin dan mineral penting yang bermanfaat untuk kesehatan. Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tidak gampang sakit.

Baca juga: Cara Memasak Sehat Tanpa Minyak

Kalau kamu membutuhkannya, cek kebutuhan vitamin di Halodoc. Tak perlu repot pergi ke apotek, tinggal klik lalu pesanan akan segera di antar ke tempat kamu. Download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Verywell Fit. Diakses pada 2021. French Fries Nutrition Facts and Health Benefits.
Healthline. Diakses pada 2021. Sweet Potato Fries vs. French Fries: Which Is Healthier?
Fat Secret Indonesia. Diakses pada 2021. Perkedel Kentang. 
Healthline. Diakses pada 2021. 7 Health and Nutrition Benefits of Potatoes