• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Gejala dari PTSD Dapat Terjadi?

Berapa Lama Gejala dari PTSD Dapat Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Berapa Lama Gejala dari PTSD Dapat Terjadi?

Halodoc, Jakarta – Gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD) adalah gangguan yang terjadi pada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian yang traumatis, menakutkan atau berbahaya. Kebanyakan orang yang mengalami peristiwa traumatis bisa mengalami masa-masa sulit dan memerlukan waktu untuk mengatasinya. 

Namun, bila kamu terus menerus mengalami flashback atau teringat kembali pada peristiwa traumatis, mimpi buruk, dan kecemasan parah selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun, kamu mungkin mengidap PTSD. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat untuk membantu mengurangi gejala PTSD, sehingga kualitas hidupmu kembali berfungsi dengan baik.

Baca juga: Dua Tahun Berlalu, Ariana Grande Alami PTSD Pasca Bom Bunuh Diri

Kenali Gejala PTSD

Gejala dari PTSD mungkin mulai muncul dalam satu bulan setelah peristiwa traumatis terjadi, namun kadang-kadang gejala mungkin tidak muncul hingga bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut. Dilansir dari National Institute of Mental Health, seseorang baru dikatakan mengalami PTSD apabila ia mengalami gejala lebih dari sebulan dan cukup parah hingga menyebabkan masalah yang signifikan dalam hubungan dengan orang lain dan pekerjaan. 

Beberapa orang dengan PTSD dapat sembuh dalam 6 bulan, sementara yang lain dapat mengalami gejala dalam waktu yang lebih lama. Pada beberapa orang, kondisinya dapat berkembang menjadi kronis.

Baca juga: Bahaya PTSD pada Kesehatan Mental Jika Tidak Segera Diatasi

Gejala PTSD umumnya dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu ingatan yang mengganggu, penghindaran, perubahan negatif dalam cara berpikir dan suasana hati, serta perubahan secara fisik dan emosional. Gejala dapat bervariasi pada tiap pengidap dan berubah dari waktu ke waktu.

1.Ingatan yang Mengganggu

Salah satu gejala yang dapat menjadi pertanda PTSD adalah ingatan dari peristiwa traumatis yang sering muncul hingga mengganggu pengidap. Contohnya:

  • Sering teringat kembali kenangan yang menyedihkan dari peristiwa traumatis yang dialami.
  • Pengidap dapat menghidupkan kembali peristiwa traumatis seolah-olah peristiwa tersebut terjadi lagi.
  • Mengalami mimpi buruk atau mimpi yang tidak menyenangkan tentang peristiwa traumatis.
  • Pengidap dapat merasakan tekanan emosional yang parah atau reaksi fisik bila melihat sesuatu yang mengingatkannya pada peristiwa traumatis.

2.Penghindaran

Pengidap PTSD biasanya juga akan melakukan cara untuk menghindari hal-hal yang dapat mengingatkannya pada peristiwa traumatis, seperti:

  • Berusaha untuk tidak memikirkan atau membicarakan tentang peristiwa traumatis.
  • Menghindari tempat-tempat, aktivitas atau orang yang dapat mengingatkannya pada peristiwa traumatis. 

3.Perubahan Negatif dalam Cara Pikir dan Suasana Hati

Berikut perubahan negatif dalam cara berpikir dan mood yang mungkin dialami pengidap sebagai gejala PTSD:

  • Memiliki pikiran negatif tentang diri sendiri, orang lain atau dunia.
  • Merasa tidak ada harapan akan masa depan.
  • Mengalami masalah ingatan, termasuk tidak mengingat aspek penting dari peristiwa traumatis.
  • Kesulitan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain.
  • Merasa terpisah dari keluarga dan teman-teman.
  • Kurangnya minat pada aktivitas yang dulunya pernah disukai.
  • Sulit memiliki emosi yang positif.
  • Merasa mati rasa secara emosional.

4.Perubahan Secara Fisik dan Emosional

Berikut perubahan reaksi fisik dan emosional yang mungkin dialami pengidap:

  • Mudah terkejut atau ketakutan.
  • Selalu bersikap awas terhadap bahaya.
  • Melakukan tindakan yang merusak diri sendiri, seperti terlalu banyak minum atau mengemudi terlalu cepat.
  • Susah tidur.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah, meledak, atau perilaku agresif.
  • Memiliki rasa bersalah atau malu yang luar biasa.

Nah, untuk dapat didiagnosis dengan PTSD, orang dewasa harus mengalami satu atau lebih dari tiap jenis gejala di atas setidaknya selama satu bulan.

Baca juga: Begini 2 Cara Tepat Atasi PTSD

Bila kamu sedang mengalami masa-masa sulit setelah mengalami peristiwa traumatis, jangan ragu untuk curhat pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Selain cara tersebut dapat membantu kamu merasa lebih baik, psikolog Halodoc juga dapat membantu memberi kamu saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Post-traumatic stress disorder (PTSD).
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Post-Traumatic Stress Disorder.