• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama hingga Muncul Gejala Kolera setelah Terinfeksi?

Berapa Lama hingga Muncul Gejala Kolera setelah Terinfeksi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Berapa Lama hingga Muncul Gejala Kolera setelah Terinfeksi?

Halodoc, Jakarta - Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare parah, dan memicu dehidrasi, bahkan kematian jika tidak segera diobati. Penyakit ini disebabkan oleh makan atau minum air yang terkontaminasi dengan bakteri bernama Vibrio cholerae.

Kolera sering terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk dan daerah padat penduduk. Negara dengan angka kasus kolera tinggi adalah beberapa wilayah Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Setelah terinfeksi, gejala kolera biasanya tidak langsung muncul. Lantas, berapa lama hingga gejala kolera muncul setelah terinfeksi?

Baca juga: 8 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Kolera

Gejala Kolera Muncul Beberapa Jam hingga Hari

Gejala kolera dapat muncul dalam beberapa jam atau selama lima hari setelah infeksi. Sering kali, gejala yang muncul ringan, tetapi pada beberapa kasus bisa sangat serius. Kira-kira satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami diare encer parah disertai muntah, yang dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi. 

Namun, meski banyak orang yang terinfeksi mungkin memiliki gejala minimal atau tidak ada gejala sama sekali, mereka tetap dapat berkontribusi untuk menyebarkan infeksi.

Berikut ini tanda dan gejala dehidrasi akibat kolera:

  • Denyut jantung cepat.
  • Kehilangan elastisitas kulit (kemampuan untuk kembali ke posisi semula dengan cepat jika terjepit).
  • Selaput lendir kering, termasuk bagian dalam mulut , tenggorokan, hidung, dan kelopak mata.
  • Tekanan darah rendah.
  • Haus.
  • Kram otot.

Jika mengalami diare parah, mual, dan muntah, terlebih disertai gejala dehidrasi seperti yang disebutkan tadi, segera datangi pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan syok dan kematian dalam hitungan jam.

Namun, sebaiknya jangan tunggu tanda dehidrasi muncul. Segera gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika mengalami gejala kolera, yaitu diare parah. Terlebih jika baru saja mendatangi daerah yang rawan penyebaran kolera.

Baca juga: Hati-Hati, Kolera Bisa Menyerang Hewan Unggas

Pengobatan dan Pencegahan Kolera

Jika mengalami diare dan muntah yang parah, terutama setelah mengonsumsi makanan mentah atau bepergian ke negara tempat wabah kolera, segera dapatkan bantuan medis. Kolera dapat diobati, tetapi karena dehidrasi bisa terjadi dengan cepat, penting untuk segera mendapatkan pengobatan kolera.

Hidrasi adalah pengobatan utama untuk kolera. Tergantung pada seberapa parah diare, pengobatan akan terdiri dari pemberian larutan oral atau intravena untuk menggantikan cairan yang hilang. Selain itu, pastikan juga untuk minum air putih yang cukup selama masa penyembuhan.

Antibiotik, yang membunuh bakteri, bukanlah bagian dari perawatan darurat untuk kasus-kasus ringan. Namun, dokter dapat meresepkannya untuk mengurangi durasi diare hingga setengahnya dan juga mengurangi ekskresi bakteri, sehingga membantu mencegah penyebaran penyakit.

Baca juga: Ini Gejala Seseorang Terkena Kolera yang Harus Diketahui

Sebagai langkah pencegahan, kamu dapat melindungi diri sendiri dan keluarga dengan memastikan kebersihan makanan dan minuman. Pastikan air minum telah direbus atau terjamin kebersihannya, dan makanan diolah dengan bersih dan dimasak hingga matang. 

Saat merebus air, pastikan untuk merebusnya selama setidaknya 1 menit setelah mendidih. Kamu juga harus menghindari makanan mentah, termasuk buah dan sayuran yang belum dikupas, susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi, daging atau kerang mentah atau setengah matang, dan ikan yang ditangkap di terumbu tropis, yang mungkin tercemar.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Cholera.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cholera.