• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dalam tubuh dan dapat menular dengan mudah. Untuk itu, diperlukan kesehatan yang optimal untuk mencegah penularan penyakit campak. Selain anak-anak, ternyata orang dewasa juga rentan mengalami penyakit campak.

Baca juga: Ini 5 Mitos tentang Penyakit Campak pada Bayi

Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap campak, seperti munculnya ruam kemerahan yang disertai dengan batuk dan demam. Pengobatan mandiri dapat diatasi dengan memberikan banyak cairan pada pengidap. Namun, sebenarnya berapa lama proses penyembuhan penyakit campak? Ini ulasannya.

Ketahui Waktu Penyembuhan Penyakit Campak

Melansir dari Healthline, infeksi virus paramyxovirus menjadi salah satu virus penyebab penyakit campak. Awalnya, virus campak menyerang bagian pernapasan pengidapnya, kemudian menyebar pada bagian tubuh yang lain melalui aliran darah. Gejala akan dialami selama 10-12 hari setelah seseorang terpapar infeksi virus penyebab campak.

Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap campak, seperti munculnya ruam kemerahan pada area leher dan wajah. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, gejala lainnya dari penyakit campak adalah pengidap mengalami demam, batuk, flu, hingga mata yang kemerahan dan berair.

Sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami. Penanganan lebih dini menghindari komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit campak.

Penanganan mandiri dapat dilakukan untuk mengatasi gejala yang dialami dan mempercepat pemulihan, seperti memperbanyak air putih, mengonsumsi obat penurun demam, mandi dengan air hangat agar tubuh lebih nyaman, dan lakukan pemantauan secara rutin.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Campak pada Ibu Hamil

Umumnya, pengidap campak yang melakukan perawatan mandiri dapat berangsur pulih selama 7-10 hari perawatan secara mandiri. Lakukan perawatan dengan rutin dan jangan lupa untuk selalu konsumsi makanan sehat dan bernutrisi agar kondisi tubuh lebih optimal. Lakukan pengobatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala dehidrasi yang cukup parah atau kejang. Kondisi ini bisa menandakan adanya komplikasi pada kesehatan.

Hentikan Penyebaran Virus Campak

Meskipun berbahaya, penyakit campak dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Tentunya, vaksinasi menjadi tindakan efektif untuk mencegah penyakit menular, salah satunya adalah campak. Vaksin campak dapat diberikan pada anak-anak semenjak anak berusia 9 bulan.

Ada beberapa jenis vaksin untuk mencegah anak mengalami penyakit campak, seperti vaksin campak, vaksin MR, dan vaksin MMR. Selain itu, tidak ada salahnya untuk mencegah penularan penyakit campak pada orang lain.

Dilansir dari National Health Service UK, jika kamu sudah memiliki penyakit campak, lakukan beberapa cara ini untuk menghentikan penyebaran virus campak, yaitu: 

  1. Hindari beraktivitas di luar ruangan, seperti pergi kerja atau sekolah, setelah kamu mengalami gejala dari penyakit campak, seperti munculnya ruam kemerahan pada tubuh.

  2. Hindari berinteraksi langsung dengan orang-orang yang sangat rentan terhadap penularan penyakit campak, seperti anak-anak, bayi, lansia, atau wanita yang sedang hamil.

Baca juga: Benarkah Obat-Obatan Herbal Bisa Redakan Gejala Campak?

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit campak. Hindari kontak dengan orang lain minimal 4 hari setelah munculnya ruam kemerahan pada area leher dan wajah. Kamu bisa bertanya dulu ke dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan gejala yang dialami.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Measles
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Measles
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About the Measles