Berbagai Gejala Malaria yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   24 Desember 2021

“Salah satu gejala umum penyakit malaria adalah demam yang disertai menggigil. Gejala malaria bisa menjadi berat dan menyebabkan komplikasi pada organ tubuh.”

Berbagai Gejala Malaria yang Tidak Boleh Dianggap SepeleBerbagai Gejala Malaria yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Halodoc, Jakarta – Malaria adalah penyakit yang terjadi infeksi akibat parasit yang mudah menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk terinfeksi. Gejalanya seperti tubuh terasa sangat kesakitan, serta demam tinggi dan menggigil kedinginan.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit malaria dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Sayangnya, banyak yang masih menyepelekan gejala malaria. Karena itu, ketahui berbagai gejala malaria berikut ini! 

Kenali Berbagai Gejala Malaria

Gejala malaria biasanya akan muncul sekitar 10-15 hari setelah seseorang terinfeksi gigitan nyamuk. Namun, faktor tertentu bisa menyebabkan gejala muncul lebih lama hingga beberapa bulan. 

Seberapa buruk gejalanya dapat bervariasi tergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan jenis parasit malaria yang menginfeksi tubuh. Nah, berikut ini gejala malaria yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu gejala ringan dan gejala berat:

1. Malaria gejala ringan (tanpa komplikasi)

Pada malaria ringan biasanya menimbulkan gejala yang cukup ringan dan tidak sampai merusak fungsi organ. Namun, gejala malaria ini bisa saja berubah menjadi malaria berat jika tidak segera ditangani. Terutama jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala malaria tanpa komplikasi biasanya berlangsung selama 6–10 jam atau bisa terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan bisa lebih rumit.

Gejalanya, antara lain: 

  • Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pernapasan dan detak jantung yang berdegup cepat.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Diare, mual dan muntah.
  • Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda.
  • Tubuh berkeringat dan terasa sangat kelelahan.
  • Nyeri pada tubuh.

2. Malaria Gejala Berat (Dengan Komplikasi)

Sedangkan pada gejala malaria berat, hasil pemeriksaan klinik atau laboratorium yang menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan fungsi organ vital.

Berikut beberapa gejala malaria berat: 

  • Demam tinggi dengan menggigil hebat.
  • Mengalami gangguan kesadaran.
  • Mengalami kejang.
  • Penyakit kuning dengan menguningnya mata dan kulit.
  • Adanya gangguan pernapasan.
  • Mengalami anemia berat.
  • Mengalami disfungsi organ vital.
  • Urine berwarna gelap atau berdarah.
  • Penumpukan asam dalam darah.
  • Gagal ginjal.
  • Kolaps kardiovaskular.
  • Gangguan pendarahan atau pembekuan darah.
  • Kadar gula darah rendah (biasanya terjadi pada wanita hamil).
  • Koma.

Ketahui juga fakta mengenai infeksi malaria tanpa gejala melalui laman berikut, “Hati-Hati Infeksi Malaria bisa Terjadi Tanpa Gejala”.

Waspada Komplikasi Akibat Malaria

Malaria bisa berakibat fatal, terutama bila disebabkan oleh spesies plasmodium yang banyak ditemukan di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan, sekitar 94 persen dari semua kematian akibat malaria terjadi di Afrika dan paling sering pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Kematian akibat malaria biasanya terkait dengan satu atau lebih komplikasi serius, termasuk:

  • Malaria serebral. Jika sel darah yang dipenuhi parasit menghalangi pembuluh darah kecil ke otak (malaria serebral), pembengkakan otak, atau kerusakan otak dapat terjadi. Malaria serebral dapat menyebabkan kejang dan koma.
  • Masalah pernapasan. Akumulasi cairan di paru-paru (edema paru) dapat membuat seseorang sulit bernapas.
  • Kegagalan organ. Malaria dapat merusak ginjal atau hati atau menyebabkan limpa pecah. Salah satu dari kondisi ini dapat mengancam jiwa.
  • Anemia. Malaria dapat menyebabkan tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk suplai oksigen yang cukup ke jaringan tubuh (anemia).
  • Gula darah rendah. Komplikasi ini terjadi karena efek samping obat malaria, yaitu obat kina. Salah satu efek sampingnya adalah menurunkan kadar gula darah. Jika gula darah terlalu rendah akibatnya dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian. 
  • Keguguran. Ibu hamil yang mengalami malaria berisiko mengalami komplikasi serius seperti kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, bayi lahir mati, keguguran, dan bahkan kematian ibu.

Malaria bisa kambuh sebab beberapa varietas parasit malaria, yang biasanya menyebabkan bentuk penyakit yang lebih ringan, dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengakibatkan kekambuhan.

Cara Mencegah Malaria

Jika kamu tinggal di atau sedang bepergian ke daerah di mana malaria sering ada beberapa upaya yang perlu kamu lakukan. Nyamuk paling aktif antara senja dan fajar. Untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, lakukan hal berikut ini: 

  • Kenakan pakaian panjang. Kenakan celana dan baju lengan panjang. Selipkan baju dan selipkan kaki celana ke dalam kaus kaki.
  • Oleskan obat nyamuk ke kulit. Gunakan pengusir serangga tetapi jangan gunakan semprotan langsung di wajah. 
  • Tidur di bawah kelambu. Pasang kelambu, terutama yang sudah kamu berikan insektisida seperti permetrin, membantu mencegah gigitan nyamuk saat tidur.
  • Gunakan jaring. Pasang jaring di pintu atau jendela untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  • Konsultasi sebelum bepergian. Sebelum bepergian, konsultasikan dulu kepada dokter mengenai pencegahan malaria, terutama jika kamu pergi ke negara di mana malaria ditemukan. Dokter biasanya akan memberikan resep obat antimalaria dan memberi tahu kapan harus meminumnya.  

Kalau kamu atau orang terdekat mengalami salah satu dari gejala malaria di atas, sebaiknya segera tanyakan pada dokter melalui Halodoc.

Tujuannta agar gejala tidak bertambah parah. Dokter akan memberikan saran yang tepat untuk mengatasi kondisi ini. Ayo download Halodoc sekarang untuk konsultasi kesehatan yang lebih mudah. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Malaria.
Healthline. Diakses pada 2021. Malaria.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Malaria.
World Health Organization. 2023. Malaria.
NHS Inform. 2023. Malaria.
Centre for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2023. Malari

Diperbarui pada 21 April 2023.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan